Awal Ramadan 1447 H di Boltara Ikuti Sidang Isbat Pemerintah Pusat

Bupati Sirajudin Lasena Minta Warga Tunggu Keputusan Resmi Sebelum Tarawih

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menegaskan awal Ramadan 1447 H Boltara akan mengikuti hasil sidang isbat pemerintah pusat. Kepastian itu disampaikan Bupati Dr. Sirajudin Lasena saat pelaksanaan adat Mopohabaru di rumah dinas bupati, Sabtu (14/2/2026).

Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak memulai salat tarawih sebelum pengumuman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pemda Tegaskan Ikuti Ketetapan Nasional

Bupati menyatakan daerah tetap berpegang pada keputusan pemerintah pusat demi keseragaman ibadah umat Islam.

“Keputusan jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara akan mengikuti hasil sidang isbat. Masyarakat diminta menunggu keputusan resmi,” tegasnya.

Forum Mopohabaru dihadiri tokoh adat, tokoh agama, camat, sangadi, serta masyarakat. Aspirasi masyarakat diterima, namun penentuan tetap merujuk ketetapan nasional.

Camat dan Sangadi Diminta Segera Sosialisasi

Informasi Harus Menjangkau Seluruh Warga

Bupati langsung menginstruksikan aparat wilayah menyebarkan informasi awal Ramadan 1447 H Boltara ke seluruh desa dan kecamatan.

Para camat dan sangadi diminta aktif mengingatkan warga agar tidak mendahului pengumuman pemerintah.

Pemda Siapkan Kegiatan Ibadah Ramadan

Setelah penetapan resmi diumumkan, pemerintah daerah bersama masyarakat akan menggelar berbagai kegiatan ibadah:

Program tersebut menjadi bagian penguatan nilai religius selama awal Ramadan 1447 H Boltara berlangsung.

Mopohabaru Perkuat Kebersamaan

Bupati berharap adat Mopohabaru menjaga harmoni antara unsur adat, agama, dan pemerintah dalam menyambut bulan suci Ramadan 2026.

Momentum budaya ini dinilai penting agar masyarakat menyambut awal Ramadan 1447 H Boltara dengan persatuan dan suasana ibadah yang tertib.

Exit mobile version