Palu, 29 Maret 2026 | Data Statistik Sulawesi Tengah 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan gambaran komprehensif tentang profil geografis, administratif, keterwakilan politik, hingga sumber daya aparatur sipil negara di provinsi ini. Dari hamparan wilayah seluas 61.496.983 km² hingga 78.063 ASN yang mengabdi, Sulawesi Tengah terus bertumbuh sebagai provinsi strategis di jantung Pulau Sulawesi.
Luas wilayah Sulawesi Tengah 2025 tercatat mencapai 61.496.983 km² – menjadikannya salah satu provinsi dengan hamparan terluas di Sulawesi. Wilayah ini terbagi dalam 12 kabupaten dan 1 kota, dengan Kabupaten Morowali Utara sebagai kabupaten terluas mencapai 8.733.733 km², diikuti Kabupaten Banggai seluas 8.241.143 km² dan Kabupaten Poso seluas 7.544.965 km².
Di ujung lain, Kota Palu sebagai satu-satunya kota di provinsi ini hanya memiliki luas 355.920 km² – atau sekitar 0,58 persen dari total luas Sulawesi Tengah.
Provinsi ini juga memiliki kekayaan kepulauan yang luar biasa. BPS mencatat 1.600 pulau tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Kabupaten Tojo Una-Una menjadi kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak – 494 pulau – jauh melampaui kabupaten lainnya. Disusul Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 294 pulau dan Kabupaten Morowali dengan 252 pulau.
Berikut persentase luas masing-masing wilayah terhadap total provinsi: Morowali Utara 14,20%, Banggai 13,40%, Poso 12,27%, Parigi Moutong 9,43%, Tojo Una-Una 9,05%, Sigi 8,50%, Donggala 8,33%, Morowali 7,21%, Tolitoli 6,01%, Buol 6,05%, Banggai Kepulauan 3,87%, Banggai Laut 1,11%, dan Kota Palu 0,58%.
Wilayah administratif Sulawesi Tengah 2025 terdiri dari 178 kecamatan – bertambah dua kecamatan dari posisi 176 yang bertahan sejak 2021 hingga 2023. Penambahan terjadi pada Kabupaten Banggai yang kini memiliki 24 kecamatan, naik dari 23 kecamatan, serta Kabupaten Morowali yang bertambah menjadi 10 kecamatan.
Kabupaten dengan jumlah kecamatan terbanyak adalah Kabupaten Banggai dan Kabupaten Parigi Moutong, masing-masing dengan 23–24 kecamatan. Sementara Kabupaten Banggai Laut mencatat jumlah kecamatan paling sedikit, yakni 7 kecamatan.
Jumlah desa dan kelurahan di Sulawesi Tengah mengalami penambahan pada 2025. BPS mencatat total 2.022 desa/kelurahan – naik dari angka 2.020 yang bertahan stabil dari 2021 hingga 2024.
Penambahan ini terjadi di Kabupaten Poso, yang kini mencatat 172 desa/kelurahan, naik dari 170 pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara seluruh kabupaten/kota lainnya mempertahankan jumlah yang sama sepanjang periode 2021–2025.
Kabupaten Parigi Moutong mencatat jumlah desa/kelurahan terbanyak dengan 283 unit, disusul Kabupaten Banggai dengan 337 unit – menjadikan keduanya sebagai kabupaten dengan cakupan desa paling luas di Sulawesi Tengah.
Komposisi DPRD Sulawesi Tengah 2025 terdiri dari 55 anggota yang berasal dari 12 partai politik. Dari jumlah tersebut, 41 anggota berjenis kelamin laki-laki dan hanya 14 anggota perempuan – atau sekitar 25,5 persen representasi perempuan di lembaga legislatif daerah ini.
Tiga partai teratas yang meraih kursi terbanyak adalah Partai Golongan Karya, Partai NasDem, dan Partai Demokrat – masing-masing meraih 8 kursi. Disusul Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan masing-masing 7 kursi.
Berikut rincian perolehan kursi seluruh partai di DPRD Sulteng 2025: Golkar 8 kursi (7 laki-laki, 1 perempuan), NasDem 8 kursi (6 laki-laki, 2 perempuan), Demokrat 8 kursi (7 laki-laki, 1 perempuan), Gerindra 7 kursi (4 laki-laki, 3 perempuan), PDIP 7 kursi (4 laki-laki, 3 perempuan), PKS 5 kursi (2 laki-laki, 3 perempuan), PKB 5 kursi (4 laki-laki, 1 perempuan), Perindo 2 kursi (2 laki-laki), PAN 2 kursi (2 laki-laki), Hanura 1 kursi (1 laki-laki), Bulan Bintang 1 kursi (1 laki-laki), dan PPP 1 kursi (1 laki-laki).
Data ASN Sulawesi Tengah Desember 2025 mengungkap fakta menarik: perempuan mendominasi jumlah Aparatur Sipil Negara di provinsi ini. Dari total 78.063 ASN, sebanyak 43.406 orang atau 55,6 persen berjenis kelamin perempuan, sementara 34.657 orang atau 44,4 persen berjenis kelamin laki-laki.
Berdasarkan tingkat pendidikan, S1/Sarjana menjadi jenjang pendidikan terbanyak di kalangan ASN Sulteng dengan 46.173 orang – terdiri dari 18.759 laki-laki dan 27.414 perempuan. Angka ini mencakup lebih dari 59 persen dari total keseluruhan ASN provinsi.
Jenjang pendidikan tertinggi S3/Doktor dipegang oleh 823 ASN – dengan 524 laki-laki dan 299 perempuan. Sementara di jenjang terendah, masih terdapat 63 ASN berlatar pendidikan Sekolah Dasar (SD), terdiri dari 61 laki-laki dan 2 perempuan.
Berikut sebaran ASN Sulteng berdasarkan jenjang pendidikan: SD 63 orang, SMP 179 orang, SMA 11.616 orang, Diploma I 355 orang, Diploma II 1.624 orang, Diploma III 6.877 orang, Diploma IV 1.583 orang, S1/Sarjana 46.173 orang, S2 8.770 orang, dan S3/Doktor 823 orang.
Data Statistik Sulawesi Tengah 2025 dari BPS ini melukiskan potret provinsi yang terus berkembang – dari penambahan wilayah administratif, dominasi ASN berpendidikan sarjana, hingga representasi perempuan yang semakin menguat di birokrasi.
Tantangan ke depan tetap ada: keterwakilan perempuan di DPRD yang masih di bawah sepertiga, serta kesenjangan pembangunan antara kabupaten luas seperti Morowali Utara dan wilayah kepulauan seperti Banggai Laut yang perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah provinsi.
- Penduduk Minahasa Utara 2025 Capai 232.848 Jiwa, Dewasa Muda Dominasi Populasi di 10 Kecamatan
- Profil Lengkap Provinsi Gorontalo 2025: Luas 12.024 km², 43.741 ASN, dan Suhu Rata-Rata 27,22°C
- DPRD Provinsi Gorontalo 2025: 45 Anggota dari 10 Parpol, Keputusan Melonjak Dua Kali Lipat Jadi 200
- Profil Kabupaten Bolaang Mongondow 2025: Penduduk 258 Ribu Jiwa, PAD Naik dan SDM Makin Kuat
