Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, mengingatkan pentingnya menjaga ASN Boltara media sosial agar tidak menimbulkan polemik di ruang publik.
Pesan tegas ini disampaikan saat apel Korpri di Auditorium Pohohimbunga, Kantor Bupati Boroko, Selasa (17/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa ASN harus berhati-hati saat menyampaikan pendapat di media sosial, terutama terkait isu yang tidak memiliki dasar kuat.
“Hati-hati mengeluarkan statemen di media sosial, apalagi yang tidak substansial,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap pernyataan ASN dapat berdampak luas terhadap citra pemerintah.
Sirajudin juga menekankan bahwa ASN bekerja dalam sistem yang memiliki struktur dan hirarki jelas.
Karena itu, setiap aparatur wajib:
- Mendukung kebijakan pemerintah
- Menjaga profesionalitas dalam pelayanan publik
- Tidak menyampaikan opini yang bertentangan dengan kebijakan resmi
Bupati meminta agar setiap isu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah terlebih dahulu dibahas di tingkat bidang atau dinas.
Setelah melalui proses internal, barulah disampaikan kepada pimpinan untuk mendapat arahan lebih lanjut.
“Kalau ingin menyampaikan pendapat, harus ada dasar yang jelas. Jangan asal bunyi,” ujarnya.
Melalui imbauan ini, Pemkab Boltara ingin memperkuat disiplin ASN dalam penggunaan media sosial.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas komunikasi publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Bupati pun menegaskan kembali agar seluruh ASN mematuhi arahan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai aparatur negara.
