China raih emas ke-24 Kejuaraan Dunia Tenis Meja Beregu 2026 setelah mengalahkan Jepang 3-2 pada final ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 Presented by ACN.
Pertandingan berlangsung panas di OVO Arena Wembley, London. Kedua tim saling menekan sejak laga pertama hingga partai penentuan.
Kemenangan ini memperpanjang dominasi China atas Jepang di final. Bahkan, China sudah enam kali beruntun menaklukkan Jepang dalam perebutan gelar dunia beregu.
Sementara itu, Jepang kembali gagal mengakhiri paceklik medali emas selama 55 tahun. Meski tampil berani, mereka belum mampu meruntuhkan kekuatan China.
Jepang Sempat Membuka Harapan Lewat Miwa Harimoto
Final China vs Jepang tenis meja kembali menyajikan drama besar. Sejak 2014, dua negara ini selalu bertemu pada partai puncak.
Pada laga pembuka, Miwa Harimoto menghadapi Wang Manyu. Di atas kertas, Wang jauh lebih diunggulkan karena belum pernah kalah dari Harimoto dalam 11 pertemuan sebelumnya.
Namun, Harimoto langsung tampil agresif. Ia menekan Wang sejak awal dan merebut gim pertama dengan skor telak 11-4.
Selanjutnya, Harimoto menjaga momentum pada gim kedua. Ia sempat unggul 10-5 sebelum Wang memperkecil jarak.
Meski mendapat tekanan besar, Harimoto tetap tenang. Setelah meminta arahan pelatih saat time out, ia menutup gim kedua 11-9.
Wang Manyu Bangkit, Namun Harimoto Menjawab
Wang Manyu tidak menyerah begitu saja. Pemain China itu meningkatkan tempo dan merebut gim ketiga dengan skor 11-6.
Pada gim keempat, Wang semakin percaya diri. Ia memimpin 4-0, lalu memperlebar jarak menjadi 8-4.
Akhirnya, Wang memaksa laga berlanjut ke gim kelima setelah menang 11-4. Suasana OVO Arena Wembley pun semakin bergemuruh.
Namun, Harimoto tampil luar biasa pada gim penentuan. Ia menghancurkan ritme Wang dan menang 11-4.
Kemenangan Harimoto membuat Jepang unggul 1-0. Hasil itu mengejutkan publik karena Wang Manyu merupakan salah satu andalan utama China.
Sun Yingsha Samakan Kedudukan untuk China
China segera merespons melalui Sun Yingsha. Ia menghadapi Hina Hayata dalam partai kedua.
Rekor pertemuan keduanya sangat timpang. Sun selalu menang dalam 18 laga sebelumnya melawan Hayata.
Kali ini, Sun kembali menunjukkan kualitasnya. Ia bermain cepat, rapi, dan konsisten sejak gim pertama.
Hayata berusaha memberi perlawanan. Namun, Sun mampu menjaga kendali permainan dan menang tiga gim langsung.
Sun menutup laga dengan skor 11-7, 11-7, dan 11-8. Hasil itu membuat kedudukan kembali imbang 1-1.
Honoka Hashimoto Bawa Jepang Dekat ke Sejarah
Partai ketiga menjadi titik penting dalam final tenis meja dunia 2026. Honoka Hashimoto turun menghadapi Kuai Man.
Hashimoto langsung mengambil inisiatif sejak awal. Ia bermain percaya diri dan merebut gim pertama 11-6.
Kuai Man sempat membalas pada gim kedua dengan kemenangan 11-5. Namun, Hashimoto kembali menguasai laga pada dua gim berikutnya.
Ia menutup pertandingan dengan skor 11-6, 5-11, 11-6, dan 11-8. Jepang pun unggul 2-1 atas China.
Kemenangan itu membuat Jepang berada sangat dekat dengan sejarah. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian emas selama 55 tahun.
China Paksa Final Masuk Partai Penentuan
Dalam kondisi tertekan, China menurunkan Sun Yingsha untuk menghadapi Miwa Harimoto. Partai ini menjadi duel krusial bagi kedua negara.
Sun tampil sangat dominan sejak awal. Ia tidak memberi ruang bagi Harimoto untuk mengembangkan permainan.
Dengan pukulan cepat dan akurasi tinggi, Sun merebut gim pertama 11-2. Setelah itu, ia terus menekan dan menang 11-4 pada gim kedua.
Harimoto berusaha bangkit pada gim ketiga. Namun, Sun tetap mengontrol jalannya pertandingan.
Sun akhirnya menang 11-6 pada gim ketiga. China pun menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Wang Manyu Pastikan Emas ke-24 untuk China
Final dramatis itu akhirnya ditentukan oleh duel Hina Hayata melawan Wang Manyu. Keduanya sama-sama datang dengan misi bangkit dari kekalahan sebelumnya.
Banyak penonton berharap laga terakhir berjalan ketat. Namun, Wang langsung mengambil kendali sejak awal pertandingan.
Ia tampil lebih stabil, agresif, dan tajam. Hayata kesulitan keluar dari tekanan sepanjang laga.
Wang menutup pertandingan dengan kemenangan 11-7, 11-7, dan 11-5. Hasil itu memastikan China raih emas ke-24 Kejuaraan Dunia Tenis Meja Beregu 2026.
Kemenangan tersebut menambah babak baru dalam sejarah tenis meja dunia. China kembali membuktikan diri sebagai kekuatan terbesar di nomor beregu putri.
Dominasi China Belum Terbendung
China juara ITTF World Team Table Tennis Championships 2026 setelah melewati tekanan besar dari Jepang. Meski sempat tertinggal 1-2, mereka mampu membalikkan keadaan.
Sun Yingsha menjadi salah satu kunci kemenangan China. Ia menyumbang dua poin penting dan menjaga asa tim tetap hidup.
Selain itu, Wang Manyu menutup final dengan performa matang. Ia bangkit dari kekalahan pertama dan memastikan emas tetap menjadi milik China.
Bagi Jepang, kekalahan ini terasa menyakitkan. Mereka sudah sangat dekat dengan sejarah, tetapi China kembali menunjukkan mental juara.
China raih emas ke-24 Kejuaraan Dunia Tenis Meja Beregu 2026 setelah melewati final penuh tekanan melawan Jepang. Duel yang berakhir 3-2 itu menjadi salah satu laga paling dramatis di London.
Jepang tampil berani dan sempat berada di ambang kemenangan. Namun, China menutup final dengan pengalaman, mental kuat, dan permainan agresif.
Dengan hasil ini, China mempertegas dominasinya di tenis meja beregu dunia. Sementara Jepang masih harus menunggu kesempatan berikutnya untuk mengakhiri puasa emas panjang mereka.
- Boltara On Fire! Beregu Putra Hantam Talaud, Minahasa, Bolmong hingga Minut, Final Menanti
- Tim Beregu Tenis Meja Putri Bolmut Siap Harumkan Daerah
- Boltara Raih Perak Dramatis di Final Tenis Meja Beregu Putra Porprov XXI Sulut 2025
