Cristiano Ronaldo Puasa Ramadan Dua Hari Bersama Pemain Al Nassr

Cristiano Ronaldo puasa Ramadan sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan dengan budaya Muslim

Cristiano Ronaldo puasa Ramadan selama dua hari bersama rekan-rekannya di Al Nassr pada tahun lalu. Fakta ini diungkap mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili, dalam sebuah podcast olahraga.

Ronaldo jalani puasa Ramadan bukan karena kewajiban agama, melainkan sebagai bentuk empati dan rasa ingin tahu terhadap pengalaman yang dijalani para pemain Muslim.

“Tahun lalu, Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama pemain Muslim Al Nassr saat Ramadan. Ia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan umat Muslim,” ujar Sharahili.

Langkah ini menunjukkan sisi personal Ronaldo yang ingin lebih dekat dengan lingkungan dan budaya tempat ia bermain.

Ronaldo dan Budaya Muslim Semakin Dekat

Cristiano Ronaldo puasa Ramadan bukan satu-satunya bentuk penghormatan terhadap budaya lokal. Sebelumnya, ia juga tampil mengenakan bisht tradisional Arab Saudi setelah Al Nassr menang 4-0 atas Al Hazem.

Pada malam bersejarah saat ia menembus 500 gol setelah usia 30 tahun, Ronaldo memimpin Viking clap di Stadion Al Awwal Park sambil mengenakan pakaian tradisional tersebut.

Ronaldo dan budaya Muslim juga terlihat dari caranya membuka pidato dengan salam “As-salaam-alaikum” serta mengirim ucapan “Eid Mubarak” kepada para penggemarnya saat Idul Fitri.

Sikap tersebut memperkuat citranya sebagai pemain global yang menghormati tradisi di mana pun ia berkarier.

Saudi Pro League Atur Strategi Selama Ramadan

Cristiano Ronaldo puasa Ramadan juga terjadi di tengah penyesuaian besar yang dilakukan Saudi Pro League saat bulan suci. Banyak pemain menjalankan ibadah puasa, sehingga klub dan liga menyesuaikan jadwal dan pola latihan.

Saudi Pro League saat Ramadan biasanya memindahkan pertandingan ke malam hari setelah waktu berbuka. Jadwal pertandingan saat Ramadan ini membantu pemain menjaga energi sekaligus memberi kenyamanan bagi penonton.

Klub juga menyesuaikan intensitas latihan. Sesi berat di siang hari dikurangi, sementara latihan teknis ringan atau sesi setelah berbuka lebih diutamakan.

Nutrisi dan pemulihan pun diatur ketat. Pemain mendapatkan asupan khusus di waktu non-puasa untuk menjaga stamina dan hidrasi.

Cristiano Ronaldo puasa Ramadan menjadi simbol bahwa sepak bola tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang penghormatan, adaptasi, dan kebersamaan lintas budaya.

Exit mobile version