BOLTARA — Dewi Zandra Astuti Mondo resmi ditetapkan sebagai Pimpinan DPRD Boltara periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan. Keputusan itu mengakhiri penantian panjang sekaligus menjawab spekulasi politik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat DPP PDI Perjuangan Nomor 992/IN/DPP/IV/2026 tertanggal 7 April 2026. Surat itu memuat pengesahan dan penetapan pimpinan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Melalui keputusan itu, Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan memberi mandat kepada Dewi Zandra Astuti Mondo. Ia dipercaya mengisi kursi strategis sebagai unsur pimpinan DPRD Boltara dari partai berlambang banteng moncong putih.
Keputusan DPP PDI Perjuangan ini juga menutup dinamika internal partai terkait siapa kader yang akan memimpin DPRD Boltara. Sebab, sebelumnya terdapat sejumlah nama yang masuk dalam proses pengusulan.
DPP PDIP Instruksikan Kader Amankan Keputusan Partai
DPP PDI Perjuangan tidak hanya menetapkan nama Dewi Zandra Astuti Mondo. Partai juga menginstruksikan seluruh jajaran struktural dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Boltara untuk mengajukan, mengamankan, serta memperjuangkan keputusan tersebut.
Dalam poin pertama surat itu, DPP PDI Perjuangan menegaskan keputusan resminya.
“DPP PDI Perjuangan memutuskan mengesahkan dan menetapkan Dewi Zandra Astuti Mondo sebagai Pimpinan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Periode 2024–2029 dari PDI Perjuangan,” demikian bunyi poin pertama surat keputusan tersebut.
Selain itu, DPP juga memberi penegasan kepada seluruh kader. Partai akan menjatuhkan sanksi organisasi kepada kader yang tidak menjalankan instruksi.
Sanksi tersebut juga berlaku bagi kader yang melakukan aktivitas di luar kebijakan partai. Karena itu, keputusan ini menjadi perintah organisasi yang wajib dipatuhi seluruh kader PDI Perjuangan di Boltara.
Tiga Nama Sempat Diusulkan ke DPP PDI Perjuangan
Sebelum keputusan final keluar, DPC PDI Perjuangan Boltara telah mengusulkan tiga nama calon pimpinan DPRD. Usulan itu disampaikan kepada DPP melalui DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
Tiga nama tersebut yakni Abdul Zamad Lauma, Frangky Chendra, dan Dewi Astuti Mondo. Ketiganya masuk dalam mekanisme internal partai sebelum DPP menentukan pilihan akhir.
Namun, setelah melalui proses partai, DPP PDI Perjuangan akhirnya memilih Dewi Zandra Astuti Mondo. Keputusan itu sekaligus memberi kepastian arah Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Boltara.
Dengan keluarnya surat resmi tersebut, posisi pimpinan DPRD Boltara dari PDI Perjuangan kini memiliki dasar organisasi yang jelas. Selanjutnya, jajaran partai dan fraksi tinggal menindaklanjuti keputusan itu sesuai mekanisme kelembagaan.
Kader Diminta Hormati Keputusan Organisasi
Sebelumnya, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Boltara, Safrizal Walahe, telah mengingatkan seluruh kader agar menghormati keputusan partai. Ia menegaskan bahwa setiap kader wajib patuh terhadap garis kebijakan organisasi.
Peringatan itu juga berkaitan dengan dinamika reposisi alat kelengkapan dewan di DPRD Boltara. Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti keputusan resmi partai.
Kini, penetapan Dewi Zandra Astuti Mondo sebagai Pimpinan DPRD Boltara menjadi babak baru bagi PDI Perjuangan. Keputusan tersebut diharapkan memperkuat kerja fraksi dan memperjelas arah politik partai di lembaga legislatif daerah.
Selain itu, mandat ini juga membawa tanggung jawab besar. Dewi Zandra Astuti Mondo akan menjalankan fungsi kepemimpinan DPRD Boltara dalam periode 2024–2029.
- Caleg PDIP Dewi Zandra Astuti Mondo Berikan Bantuan di Desa Inomunga Pasca Banjir
- Cahyani Putri Mondo Terpilih Sebagai Duta Kerja Sama Internasional
