Jemaah Haji Sulawesi Utara 2025 Turun Jadi 691 Orang, Manado Tetap Kirim Terbanyak

Jemaah haji Sulawesi Utara 2025 tercatat sebanyak 691 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah melalui Kementerian Agama. Angka ini turun dari 711 orang pada 2024 dan 754 orang pada 2023 – menandai tren penurunan keberangkatan haji di Sulawesi Utara dalam tiga tahun berturut-turut. Meski demikian, Kota Manado kembali memimpin dengan mengirimkan 225 jemaah, menjadikannya daerah dengan kontributor haji terbesar di Sulut.

Data resmi Kementerian Agama RI (Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah) memperlihatkan penurunan keberangkatan jemaah haji Sulawesi Utara yang konsisten sejak 2023.

Tahun Jumlah Jemaah Perubahan
2023 754 orang
2024 711 orang -5,7%
2025 691 orang -2,8%

Dalam tiga tahun, total keberangkatan haji Sulut menyusut 8,4 persen dari puncaknya di 2023. Penurunan ini mencerminkan dinamika kuota haji nasional yang terus disesuaikan oleh Pemerintah Arab Saudi pasca pandemi.

Kota Manado secara konsisten menjadi penyumbang jemaah haji terbesar di Sulawesi Utara. Pada 2025, Manado mengirimkan 225 jemaah – turun dari rekor tertingginya di 2024 yang mencapai 247 orang. Kendati menurun, kontribusi Manado tetap mendominasi sekitar 32,6 persen dari total jemaah haji Sulut 2025.

Kota Kotamobagu mempertahankan konsistensinya sebagai pengirim jemaah haji terbesar kedua. Dari 115 orang di 2023, Kotamobagu mengirim 103 jemaah di 2024 dan kembali naik ke 112 orang di 2025 – mencerminkan stabilitas keberangkatan haji di kota ini.

Kota Bitung mencatat kebangkitan signifikan di 2025. Setelah sempat turun drastis dari 125 jemaah di 2023 ke hanya 93 orang di 2024, Bitung berhasil mengirimkan kembali 115 jemaah di 2025 – lonjakan 23,7 persen dalam setahun.

Dari seluruh kabupaten di Sulawesi Utara, Minahasa Tenggara menunjukkan konsistensi terbaik. Kabupaten ini mengirimkan 25 jemaah di 2023, 25 jemaah di 2024, dan naik menjadi 30 jemaah di 2025 – satu-satunya kabupaten yang mencatat pertumbuhan positif selama tiga tahun berturut-turut.

Minahasa Utara mencatat pemulihan yang mengesankan. Setelah anjlok dari 26 jemaah di 2023 ke hanya 18 orang di 2024, Minahasa Utara kembali melonjak ke 32 jemaah di 2025 – tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk kabupaten ini.

Penurunan paling tajam terjadi di Bolaang Mongondow Selatan. Dari 18 jemaah di 2023 dan 15 jemaah di 2024, kabupaten ini hanya mampu memberangkatkan 1 jemaah di 2025 – penurunan 93,3 persen dalam setahun yang menjadi catatan paling mengkhawatirkan dalam data haji Sulut 2025.

Kepulauan Talaud hanya mengirimkan 5 jemaah di 2025, turun dari 8 orang di 2024. Minahasa Selatan membukukan 7 jemaah, turun dari 18 orang di 2024. Kedua daerah ini mencerminkan tantangan akses dan pemenuhan biaya haji di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Kota Tomohon yang mayoritas penduduknya non-Muslim secara konsisten mencatat keberangkatan haji yang kecil – 8 jemaah di 2023, 17 di 2024, dan kembali turun ke 7 jemaah di 2025.

Kabupaten/Kota 2023 2024 2025
Bolaang Mongondow 81 77 85
Minahasa 65 18 34
Kepulauan Sangihe 10 24 20
Kepulauan Talaud 3 8 5
Minahasa Selatan 10 18 7
Minahasa Utara 26 18 32
Bolaang Mongondow Utara 35 20 9
Kep. Siau Tagulandang Biaro
Minahasa Tenggara 25 25 30
Bolaang Mongondow Selatan 18 15 1
Bolaang Mongondow Timur 25 28 9
Manado 208 247 225
Bitung 125 93 115
Tomohon 8 17 7
Kotamobagu 115 103 112
Sulawesi Utara 754 711 691

Tren penurunan jemaah haji Sulawesi Utara 2025 yang berlangsung tiga tahun berturut-turut membutuhkan perhatian serius dari Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Sulut. Optimalisasi manajemen daftar tunggu, sosialisasi tabungan haji sejak dini, dan advokasi kuota kepada Ditjen PHU Kemenag RI menjadi agenda mendesak yang harus segera diperkuat agar lebih banyak warga Muslim Sulawesi Utara bisa mewujudkan impian menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.

Sumber
Kementerian Agama RI — Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Exit mobile version