Kebakaran Desa Liba Tompaso Minahasa mengguncang ketenangan warga pada Minggu sore, 29 Maret 2026, sekitar pukul 15.25 WITA. Satu unit rumah milik keluarga Muaya–Dayoh di Jaga I, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, ludes dilalap api dalam tempo kurang dari 30 menit. Dua orang lansia nyaris terjebak di dalam rumah sebelum berhasil dievakuasi oleh warga yang bertindak cepat.
Peristiwa bermula saat pemilik rumah, Ivan Muaya (56), meninggalkan huniannya sejenak menuju kandang ternak. Hanya berselang sekitar 25 menit, api telah membesar dan dengan ganas melahap bangunan kayu berukuran 7×7 meter di bagian belakang rumah.
Material kayu yang mendominasi struktur bangunan menjadi faktor utama cepatnya api membesar dan menyebar – membuat upaya pengendalian dini menjadi sangat sulit dilakukan.
Di tengah kepanikan, Royke Rattu (61) tampil sebagai pahlawan. Ia menjadi saksi pertama yang melihat kepulan asap tebal membubung dari lokasi kejadian.
Tanpa menunggu bantuan, Royke nekat menerobos masuk ke dalam rumah yang mulai dikepung api. Ia berhasil mengevakuasi dua lansia – Yo Muaya (85) dan Vence Dayoh (84) – yang berada dalam kondisi panik di dalam rumah.
“Kalau terlambat sedikit saja, bisa berakibat fatal,” ujar Royke di lokasi kejadian.
Tindakan cepat dan berani Royke menjadi penentu keselamatan dua lansia tersebut sebelum api semakin tak terkendali.
Warga sekitar tidak tinggal diam. Mereka berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya yang tersedia. Namun api bergerak lebih cepat dari kemampuan warga – kobaran terus meluas hingga merusak sebagian atap rumah permanen di bagian depan bangunan.
Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa yang dipimpin Melky Rumate tiba di lokasi dengan menurunkan tiga unit armada dan satu mobil komando. Petugas langsung berjibaku menghadapi kobaran api yang sudah merambat ke struktur bangunan permanen.
Setelah berjuang selama kurang lebih 35 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya – dan yang terpenting, tidak meluas ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Tompaso Minahasa ini. Namun kerugian material yang ditimbulkan cukup besar – ditaksir mencapai Rp175 juta. Rumah kayu hangus total, sementara bagian plafon dan struktur bangunan permanen mengalami kerusakan signifikan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian, seperti kompor yang tidak dimatikan atau korsleting listrik.
Peristiwa kebakaran Desa Liba Tompaso ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran – terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga sehari-hari.
Kelalaian sekecil apa pun dapat memicu bencana besar yang tidak hanya menghanguskan harta benda, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa – termasuk mereka yang paling rentan seperti para lansia.
- Kebakaran Menghanguskan Rumah di Bolangitang Barat: Tangis Kehilangan dan Kerugian Materiil
- Dua Rumah Terbakar di Modayag Boltim, Satu Warga Tewas Terjebak Api
- Kebakaran Hanguskan Ruang Guru SMPN 7 Boltara
