Palu, 29 Maret 2026 | Kecelakaan lalu lintas Sulawesi Tengah 2025 menorehkan angka yang memprihatinkan. Data resmi Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 1.160 kasus kecelakaan sepanjang 2025, menewaskan 356 orang, melukai berat 586 orang, dan melukai ringan 1.267 orang. Total kerugian materi yang ditimbulkan mencapai Rp5.124.030.000 atau lebih dari Rp5,1 miliar.
Kota Palu sebagai satu-satunya kota di Provinsi Sulawesi Tengah mencatat jumlah kecelakaan tertinggi dibanding seluruh kabupaten lainnya – yakni 232 kasus sepanjang 2025. Dari angka itu, 32 orang meninggal dunia, 125 orang mengalami luka berat, dan 254 orang menderita luka ringan.
Kerugian materi akibat lakalantas Kota Palu juga tertinggi, mencapai Rp736.400.000 – jauh melampaui kabupaten-kabupaten lain di provinsi ini.
Tingginya angka kecelakaan di Kota Palu mencerminkan intensitas arus lalu lintas perkotaan yang padat, yang tanpa diimbangi kesadaran berlalu lintas yang memadai, terus menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Di antara seluruh kabupaten, Kabupaten Parigi Moutong mencatat angka paling tragis dalam hal korban meninggal akibat kecelakaan. Dari 137 kasus yang terjadi – tertinggi di antara seluruh kabupaten – sebanyak 70 orang meninggal dunia, 84 orang luka berat, dan 131 orang luka ringan.
Kerugian materi di Parigi Moutong juga sangat besar, mencapai Rp675.030.000 -tertinggi kedua setelah Kota Palu.
Angka kematian yang tinggi di wilayah ini mengindikasikan bahwa kecelakaan yang terjadi cenderung bersifat fatal – kemungkinan besar dipicu oleh kondisi jalan yang menantang, kecepatan kendaraan yang tidak terkendali, atau minimnya fasilitas keselamatan jalan di kawasan tersebut.
Kabupaten Poso mencatat 130 kasus kecelakaan dengan 47 korban meninggal, 24 luka berat, dan 160 luka ringan – kerugian materi mencapai Rp864.200.000, tertinggi ketiga di provinsi ini.
Sementara Kabupaten Donggala mencatat 108 kasus dengan 33 orang meninggal, 45 luka berat, dan 139 luka ringan. Kerugian materinya menyentuh Rp601.400.000.
Kedua kabupaten ini secara konsisten masuk dalam daftar wilayah dengan tingkat kecelakaan dan kerugian tertinggi di data lakalantas Sulteng 2025.
Kabupaten Morowali mencatat 104 kasus kecelakaan dengan 36 orang meninggal dan 91 orang luka berat – salah satu angka luka berat tertinggi di antara semua wilayah. Kerugian materinya mencapai Rp621.250.000.
Kabupaten Banggai mencatat 74 kasus namun dengan 52 orang meninggal dunia – angka kematian tertinggi kedua setelah Parigi Moutong. Ini menunjukkan bahwa meski jumlah kasusnya lebih sedikit, tingkat fatalitas kecelakaan di Banggai sangat tinggi. Kerugian materinya mencapai Rp421.500.000.
Berikut gambaran menyeluruh kecelakaan lalu lintas Sulawesi Tengah 2025 berdasarkan data Polda Sulteng:
- Banggai Kepulauan mencatat 30 kasus, 8 meninggal, 16 luka berat, 41 luka ringan, kerugian Rp64.400.000.
- Banggai mencatat 74 kasus, 52 meninggal, 21 luka berat, 62 luka ringan, kerugian Rp421.500.000.
- Morowali mencatat 104 kasus, 36 meninggal, 91 luka berat, 82 luka ringan, kerugian Rp621.250.000.
- Poso mencatat 130 kasus, 47 meninggal, 24 luka berat, 160 luka ringan, kerugian Rp864.200.000.
- Donggala mencatat 108 kasus, 33 meninggal, 45 luka berat, 139 luka ringan, kerugian Rp601.400.000.
- Tolitoli mencatat 92 kasus, 18 meninggal, 53 luka berat, 126 luka ringan, kerugian Rp199.900.000.
- Buol mencatat 42 kasus, 12 meninggal, 15 luka berat, 35 luka ringan, kerugian Rp162.100.000.
- Parigi Moutong mencatat 137 kasus, 70 meninggal, 84 luka berat, 131 luka ringan, kerugian Rp675.030.000.
- Tojo Una-Una mencatat 72 kasus, 17 meninggal, 23 luka berat, 101 luka ringan, kerugian Rp194.450.000.
- Sigi mencatat 84 kasus, 15 meninggal, 39 luka berat, 109 luka ringan, kerugian Rp214.400.000.
- Banggai Laut – data masih tergabung dengan Kabupaten Banggai Kepulauan, belum tersedia secara terpisah.
- Morowali Utara mencatat 55 kasus, 16 meninggal, 50 luka berat, 27 luka ringan, kerugian Rp369.000.000.
- Kota Palu mencatat 232 kasus, 32 meninggal, 125 luka berat, 254 luka ringan, kerugian Rp736.400.000.
Angka 1.267 korban luka ringan dalam data lakalantas Sulteng 2025 sesungguhnya bukan hal yang bisa dianggap enteng. Luka ringan hari ini berpotensi menjadi cacat permanen jika tidak ditangani dengan baik – dan setiap korban luka ringan merepresentasikan keluarga yang terdampak secara ekonomi dan psikologis.
Kota Palu menyumbang korban luka ringan terbanyak dengan 254 orang, disusul Poso dengan 160 orang dan Donggala dengan 139 orang.
Data kecelakaan lalu lintas Sulawesi Tengah 2025 ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka, ada nyawa yang melayang, keluarga yang berduka, dan masa depan yang terputus di tengah jalan.
Dengan 356 kematian dalam satu tahun – rata-rata hampir satu orang meninggal setiap harinya – Sulawesi Tengah menghadapi darurat keselamatan jalan yang membutuhkan respons serius dari seluruh pemangku kepentingan: pemerintah daerah, kepolisian, dinas perhubungan, hingga masyarakat pengguna jalan itu sendiri.
Peningkatan infrastruktur jalan, penegakan hukum lalu lintas yang konsisten, edukasi keselamatan berkendara, serta pengawasan kondisi kendaraan secara berkala menjadi langkah-langkah mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.
