Kepemimpinan Surya Paloh Digoyang, Sejumlah Politikus Berebut Kendali Partai NasDem

Isu perebutan kepemimpinan di internal Partai NasDem mencuat kembali. Melemahnya posisi Surya Paloh secara politik dan bisnis disebut membuka celah bagi sejumlah aktor untuk mengambil alih kendali partai berlambang api itu.

Perebutan kendali Partai NasDem kembali bergejolak di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas. Sejumlah politikus tengah bermanuver untuk menggeser Surya Paloh dari kursi ketua umum, memanfaatkan melemahnya posisi pendiri partai itu pasca Pemilu 2024.

Langkah itu muncul setelah NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden – sebuah keputusan yang merenggangkan hubungan partai dengan pemerintahan. Dampaknya menghantam langsung sejumlah lini bisnis Surya Paloh, mulai dari sektor media hingga katering.

Sumber yang beredar menyebut para aktor di balik manuver ini tidak hanya datang dari internal NasDem. Sejumlah pihak eksternal, termasuk lingkar kekuasaan pemerintahan Prabowo Subianto, turut memperkuat gerakan pengambilalihan tersebut.

Tekanan Berlapis: Politik dan Bisnis Menjerat NasDem

Posisi NasDem sebagai partai di luar koalisi pemerintahan menimbulkan tekanan berlapis terhadap Surya Paloh. Hubungan yang renggang dengan penguasa memukul langsung sejumlah lini usahanya. Sementara itu, beberapa kader memilih hengkang ke partai lain, meski elite NasDem membantah adanya konflik serius di internal.

Meski demikian, Surya Paloh terus menegaskan pentingnya solidaritas kader. Ia mendorong partai agar tidak mudah terpecah dan terus bersiap menghadapi Pemilu 2029. Namun, dinamika internal yang terus bergolak menunjukkan bahwa situasi belum sepenuhnya reda.

Hingga kini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu perebutan kepemimpinan itu. NasDem kini berdiri di titik krusial antara menjaga solidaritas atau menghadapi perubahan besar dalam kepemimpinannya.

DPW NasDem Gorontalo: Solid dan Menolak Terseret Kegaduhan

Merespons pemberitaan Majalah Tempo yang menyita perhatian nasional, DPW Partai NasDem Gorontalo resmi angkat bicara. Sekretaris DPW NasDem Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan sikap resmi partai pada Selasa, 14 April 2026.

“Kami menegaskan bahwa seluruh kader NasDem Gorontalo tetap solid, tenang, dan satu komando di bawah kepemimpinan Surya Paloh. Kami tidak akan terseret dalam kegaduhan yang sengaja mengalihkan perhatian dari kerja-kerja nyata partai.”

— Ridwan Monoarfa, Sekretaris DPW NasDem Gorontalo

NasDem Gorontalo menghormati kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi. Namun, partai mengingatkan bahwa tanggung jawab jurnalistik harus tetap berjalan seiring: verifikasi ketat, keberimbangan narasumber, dan pemisahan tegas antara fakta dengan opini wajib diutamakan tanpa kompromi.

Partai juga memilih fokus pada isu-isu kesejahteraan rakyat Gorontalo. Penguatan sektor pertanian, kelautan, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja menjadi agenda utama di tengah riuhnya dinamika nasional.

NasDem Gorontalo pun mengajak masyarakat mencermati setiap informasi dengan nalar kritis. Bagi mereka, demokrasi yang sehat berdiri di atas fakta dan argumentasi – bukan prasangka, bukan insinuasi.

Exit mobile version