Aktivitas di Pasar Rakyat Bolangitang meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu, 18 Maret 2026. Warga dari berbagai wilayah datang untuk membeli kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan Lebaran, meski kondisi pasar becek dan berlumpur.
Lonjakan pengunjung ini menunjukkan tingginya peran Pasar Rakyat Bolangitang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Namun di tengah ramainya transaksi, kenyamanan pengunjung justru terganggu oleh genangan air dan lumpur di banyak titik.
Pantauan di lokasi menunjukkan area pasar dipenuhi genangan air bercampur lumpur. Kondisi itu membuat pengunjung harus berjalan ekstra hati-hati saat berbelanja, sementara pedagang juga kesulitan menjalankan aktivitas jual beli secara normal.
Meski situasi pasar kotor dan licin, warga tetap memadati Pasar Rakyat Bolangitang karena kebutuhan Lebaran tidak bisa ditunda. Mereka tetap datang untuk berbelanja, walau harus melewati area yang becek akibat hujan yang terus mengguyur dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi pasar berlumpur memicu keluhan dari masyarakat. Sejumlah pengunjung menilai persoalan ini bukan kejadian baru, melainkan masalah lama yang selalu muncul saat musim hujan tiba.
“Sepertinya pasar ini sudah tidak terlalu diperhatikan lagi. Kondisi seperti ini selalu berulang setiap tahun, apalagi kalau hujan turun,” keluh salah satu warga saat berbelanja di Pasar Rakyat Bolangitang.
Keluhan itu menggambarkan kekecewaan warga terhadap kondisi pasar yang dinilai belum mengalami pembenahan berarti, padahal pasar ini menjadi salah satu titik perdagangan utama di Bolmut.
Tidak hanya pengunjung, para pedagang Pasar Bolangitang juga menyuarakan keluhan yang sama. Mereka menyesalkan kondisi pasar yang terus becek dan dianggap kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.
Salah satu pedagang tetap, Albar, mengaku persoalan ini sudah muncul sejak pasar mulai digunakan. Menurutnya, masalah drainase pasar rusak atau saluran air yang tidak berfungsi maksimal belum pernah benar-benar diselesaikan.
Akibat kondisi yang makin parah, sejumlah lapak terlihat tidak ditempati. Pedagang memilih tidak berjualan karena khawatir dagangan mereka terkena lumpur atau pembeli enggan mendekat ke lokasi yang kotor.
Situasi ini tentu berdampak langsung pada aktivitas ekonomi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan harian dari pasar rakyat di Bolangitang.
Warga menilai kondisi Pasar Rakyat Bolangitang yang berlumpur semakin parah karena tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, sistem drainase pasar disebut tidak memiliki jalur pembuangan yang jelas, sehingga air hujan mudah menggenang di area jual beli.
Saluran air yang ada dinilai tidak mampu mengalirkan air secara cepat keluar dari kawasan pasar. Akibatnya, saat hujan turun, area pasar langsung berubah menjadi becek, licin, dan sulit dilalui.
Persoalan ini memperkuat anggapan masyarakat bahwa pembenahan infrastruktur dasar di Pasar Rakyat Bolangitang harus segera dilakukan agar aktivitas ekonomi tidak terus terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pembenahan menyeluruh, terutama pada sistem drainase dan kondisi permukaan area pasar. Harapan itu semakin menguat karena Pasar Rakyat Bolangitang memegang peran penting sebagai pusat perdagangan warga, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kenyamanan pengunjung akan menurun dan pedagang bisa terus merugi. Karena itu, warga meminta pemerintah tidak menunggu lebih lama untuk memperbaiki pasar agar tetap layak digunakan, aman, dan nyaman bagi semua.
- Pemkab Boltim Kerahkan ASN dan Aparat Bersihkan Puing dan Lumpur Banjir Desa Togid
- Menyelami Kehangatan Kuala Lumpur Melalui 10 Oleh-Oleh Yang Membuat Bibir Tersenyum
