Penduduk dan Agama Minahasa Selatan 2025: Protestan Dominasi 87 Persen, 662 Tempat Ibadah Tersebar di 17 Kecamatan

Penduduk dan agama Minahasa Selatan 2025 mencatat gambaran yang khas dan berbeda dari kebanyakan kabupaten di Indonesia. Dari total 218.473 jiwa penduduk Kabupaten Minahasa Selatan, pemeluk Protestan mendominasi dengan 191.789 jiwa atau sekitar 87,8 persen – menjadikan Minsel sebagai salah satu kantong Kristen Protestan terbesar di Sulawesi Utara. Data ini resmi bersumber dari Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Selatan (Tabel 4.3.1 dan 4.3.2).

Struktur keagamaan Kabupaten Minahasa Selatan 2025 didominasi tiga agama utama yang tersebar di seluruh 17 kecamatan. Protestan memimpin jauh dengan 191.789 jiwa, disusul Islam dengan 23.135 jiwa dan Katolik dengan 7.549 jiwa.

Agama Jumlah Pemeluk Persentase
Protestan 191.789 87,8%
Islam 23.135 10,6%
Katolik 7.549 3,5%
Hindu
Buddha
Lainnya
Total 218.473 100%

Tidak ada satu pun pemeluk Hindu maupun Buddha yang tercatat secara resmi di Kabupaten Minahasa Selatan pada 2025 – mencerminkan homogenitas keagamaan yang tinggi di wilayah ini.

Kecamatan Amurang Barat mencatat jumlah penduduk tertinggi dengan 21.338 jiwa – terdiri dari 21.147 Protestan dan 153 Islam. Tenga mengikuti di posisi kedua dengan 20.550 jiwa, didominasi Protestan (16.345) dan Islam (3.518).

Kecamatan Islam Protestan Katolik
Modoinding 68 12.188 848
Tompaso Baru 2.912 8.737 1.642
Maesaan 460 9.046 847
Ranoyapo 20 12.138 379
Motoling 35 7.500 335
Kumelembuai 12 7.047
Motoling Barat 25 7.598 1.464
Motoling Timur 17 9.083
Sinonsayang 6.530 10.425 441
Tenga 3.518 16.345 687
Amurang 3.310 13.170 421
Amurang Barat 153 21.147 185
Amurang Timur 510 14.578 99
Tareran 2.522 12.028
Suluun Tareran 33 7.480
Tumpaan 14.787 185
Tatapaan 3.010 8.492 16

Sinonsayang menjadi kecamatan dengan pemeluk Islam terbanyak – 6.530 jiwa – jauh melampaui kecamatan lainnya dan menjadikannya kantong Muslim terbesar di Minsel.

Data Tabel 4.3.2 mencatat total 662 tempat peribadatan yang tersebar di 17 kecamatan Kabupaten Minahasa Selatan 2025. Gereja Protestan memimpin dengan angka yang sangat dominan – 599 unit – jauh melampaui jenis tempat ibadah lainnya.

Jenis Tempat Ibadah Jumlah
Gereja Protestan 599
Gereja Katolik 23
Masjid 30
Mushola 9
Pura
Vihara 1
Total 662

Vihara tercatat hanya 1 unit – berlokasi di Kecamatan Sinonsayang – menjadikannya satu-satunya tempat ibadah non-Kristen dan non-Islam yang berdiri di Kabupaten Minahasa Selatan.

Kecamatan Tumpaan mencatat jumlah Gereja Protestan terbanyak dengan 52 unit, disusul Maesaan (48 unit) dan Tenga (44 unit). Sementara Kecamatan Modoinding tidak memiliki satu pun masjid atau mushola – seluruh tempat ibadatnya adalah Gereja Protestan (46 unit) dan Gereja Katolik (2 unit).

Selaras dengan populasi Muslim terbesarnya, Kecamatan Sinonsayang memimpin jumlah Masjid (10 unit) dan Mushola (3 unit) di seluruh Kabupaten Minahasa Selatan. Tompaso Baru menyusul dengan 6 masjid dan 2 mushola.

Data penduduk dan agama Minahasa Selatan 2025 bukan sekadar angka statistik. Keberadaan 662 tempat ibadah dari berbagai agama yang berdiri berdampingan – dari gereja, masjid, mushola, hingga vihara – menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minsel.

Dengan Protestan yang mendominasi namun Islam dan Katolik tetap hidup harmonis di setiap sudut kecamatan, Kabupaten Minahasa Selatan terus merawat warisan keberagaman sebagai kekuatan sosial yang tak ternilai.

Penulis: Tim Redaksi | Tanggal: 26 Maret 2026

Sumber
Kementerian Agama Kabupaten Minahasa SelatanDinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan
Exit mobile version