PGE Kotamobagu Awali Eksplorasi di Boltim dengan Investasi Sosial

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Kotamobagu mulai memperkuat pendekatan sosial di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), menjelang tahapan awal eksplorasi panas bumi. Upaya ini diwujudkan melalui Program Filantropi Sosial sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Guaan, Kecamatan Mooat, Kamis (23/4/2026), dengan menyasar sektor pendidikan dan kesehatan. Bantuan yang diberikan meliputi beasiswa bagi siswa SD dan SMP, baik berprestasi maupun kurang mampu, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lanjut usia.

Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati (Wabup) Argo Vinsensius Sumaiku turut hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis bersama pihak perusahaan.

Vice President Exploration PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Jayanti Anggraini, mengatakan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak sekadar menjalankan agenda seremonial.

“Jadi acara pagi ini sebetulnya bukan hanya acara seremoni biasa, tapi ini adalah tentang perjumpaan, tentang niat baik, tentang komitmen PGE. Dalam mengembangkan energi hijau kita memang harus mulai semua bersama-sama tumbuh membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jayanti, dalam industri energi, dukungan masyarakat menjadi faktor penting sebelum kegiatan teknis dimulai. Ia menilai, membangun hubungan yang baik perlu dilakukan sejak awal, bahkan sebelum proyek berjalan.

Pihak PGE menyambut kedatangan Bupati Boltim dan Wakil Bupati dengan penyematan tanda penghormatan di acara Program Filantropi Sosial.

“Kami menyadari bahwa sebelum sumur bor, sebelum rri dimasukkan, sebelum proyek itu berkembang lebih jauh, hal pertama yang harus kita bangun itu adalah kepercayaan dan hubungan baik,” kata Jayanti.

Lebih lanjut, Jayanti juga mengibaratkan hubungan antara perusahaan dan masyarakat seperti sebuah ikatan pernikahan yang memerlukan kepercayaan dari semua pihak.

“Sama aja seperti kayak orang mau menikah ya bapak ibu, sebelum pergi ke pelaminan, sebelum membangun keluarga, harus ada saling percaya tidak cuma antara dua mempelai tapi juga dengan keluarga terkait gitu,” tuturnya.

Jayanti menambahkan, kehadiran awal perusahaan di Boltim merupakan bagian dari upaya menyatukan visi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengembangan energi bersih.

“Begitu juga dengan dipilihnya Bolaang Mongondow Timur ini menjadi area pengembangan energi bersih kedepannya kita ini adalah satu keluarga besar ya Pak. Jadi, masyarakat Bolaang Mongondow Timur, Pemerintah Bolaang Mongondow Timur dan juga PGE itu adalah satu keluarga besar, karena kita punya tujuan bersama untuk kebaikan semuanya,” katanya.

Jayanti menegaskan, meski proyek secara fisik belum berjalan, investasi sosial tetap menjadi prioritas. Menurut dia, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat sejak awal.

Tenaga kesehatan memberikan layanan pemeriksaan gratis kepada masyarakat lanjut usia pada Program Filantropi Sosial PGE Kotamobagu di Mooat, Boltim

“Karena itu, meskipun PGE ini masih berada di fase awal eksplorasi, bahkan sebelum pekerjaan fisik kita mulai pak, kami hadir lebih dahulu melalui aksi nyata kepedulian sosial. Karena bagi kami, investasi yang terpenting itu bukan cuma investasi infrastruktur, tapi juga investasi pada manusia, kesehatan, pendidikan dan masa depan masyarakat inilah yang tempat kami berada,” jelas Jayanti.

Selain itu, juga mengungkapkan bahwa energi yang dikembangkan tidak hanya dimaknai sebagai listrik, tetapi juga membawa nilai kemanusiaan.

“Mungkin kegiatan ini terkesan sederhana, namun sesungguhnya ini membawa makna besar. Karena kami percaya bahwa setiap anak yang terus bersekolah itu adalah harapan bagi keluarganya, harapan bagi daerahnya. Dan, setiap orang tuan yang mendapat layanan kesehatan itu adalah bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdiannya. Jadi yang ingin kami bawa oleh PGE adalah bahwa energi yang kita bangun ini bukan hanya energi listrik, tetapi juga energi kebaikan dan kemajuan bersama,” ungkapnya.

Jayanti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan proyek tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Kami meyakini bahwa Bolaang Mongondow Timur ini punya potensi yang sangat strategis. Tapi, tentu saja tidak bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan. Pastinya harus bersama-sama dengan seluruh masyarakat yang ada di area Bolaang Mongondow Timur ini. Karena itu kami dari PGE sangat mengharapkan komitmen dari bapak ibu semua, dari kita semua untuk mendukung keberhasilan proyek ini agar bisa berjalan tepat waktu,” pungkasnya. (aah)

Exit mobile version