Produksi Padi dan Beras Sulawesi Utara 2025 Turun, Ini Data Lengkap per Kabupaten/Kota

BPS Catat Penurunan Produksi Padi dan Beras Sulut 2025, Beberapa Daerah Justru Naik Signifikan

Produksi padi dan beras Sulawesi Utara mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan 2024. Data terbaru menunjukkan total produksi padi turun dari 273.134,94 ton (2024) menjadi 265.112,00 ton (2025). Sementara itu, produksi beras juga ikut menyusut dari 153.483,66 ton menjadi 148.975,00 ton.

Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi produksi di sejumlah kabupaten/kota, di mana beberapa daerah justru mencatat peningkatan signifikan.

Penurunan produksi padi dan beras Sulawesi Utara terlihat dari data agregat provinsi. Meskipun tidak terlalu tajam, tren ini menjadi sinyal penting bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi antara lain:

Daerah dengan Produksi Padi Tertinggi

Sejumlah kabupaten tetap menjadi penyumbang utama produksi padi dan beras Sulawesi Utara.

1. Bolaang Mongondow

Meski mengalami penurunan, daerah ini masih menjadi lumbung padi terbesar di Sulut.

2. Minahasa

Produksi relatif stabil dengan sedikit penurunan.

3. Bolaang Mongondow Utara

Daerah ini mencatat lonjakan signifikan dan menjadi salah satu yang paling menonjol.

Daerah dengan Kenaikan Produksi Signifikan

Beberapa wilayah menunjukkan tren positif di tengah penurunan total.

Minahasa Tenggara

Bolaang Mongondow Timur

Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan produktivitas atau perluasan lahan.

Kota dengan Produksi Terbatas

Berbeda dengan kabupaten, wilayah kota memiliki produksi yang jauh lebih kecil.

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan.

Produksi Beras Ikut Menurun

Selain padi, produksi beras Sulawesi Utara juga mengalami penurunan sejalan dengan berkurangnya hasil panen.

Beberapa data penting:

Data ini dihitung berdasarkan:

Artinya, angka yang ditampilkan merupakan estimasi resmi berbasis metodologi statistik nasional.

Penurunan produksi padi dan beras Sulawesi Utara pada 2025 menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan pelaku sektor pertanian. Meski demikian, sejumlah wilayah menunjukkan tren positif yang bisa menjadi peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa depan.

Sumber
Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara
Exit mobile version