Proyek IPA Rp3 Miliar di Buyandi Boltim Tuai Sorotan Warga, Air Tak Mengalir Stabil

Proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Desa Buyandi, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang dibangun pada tahun 2025 dengan anggaran miliaran rupiah, kini menuai sorotan warga. Pasalnya, meski proyek tersebut telah rampung, pasokan air bersih ke rumah warga tidak berjalan stabil.

Pembangunan IPA Desa Buyandi dikerjakan oleh CV. Jasa Karya Mandiri dengan nilai kontrak mencapai Rp3.088.812.300,03. Namun berdasarkan keterangan warga, air kerap tidak mengalir sama sekali, atau hanya muncul secara tidak menentu.

Air Tidak Mengalir Normal

Salah seorang warga Desa Buyandi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menyulitkan aktivitas masyarakat.

“Mau bilang ada air, tapi ini memang tidak ada. Sama seperti sekarang ini tidak ada yang jalan. Adakalanya siang tidak ada, tiba-tiba malam ada. Entah kendalanya dimana, saya juga tidak tahu,” ujarnya belum lama ini.

Warga juga mengaku tidak memahami secara teknis penyebab gangguan tersebut. Namun, mereka menduga permasalahan bisa bersumber dari sistem distribusi air maupun pengelolaan jaringan pipa.

“Saya sendiri bingung kendalanya ini di mana. Faktornya, apakah pengawas kontraktor ini mereka ada penyambungan di luar data,” kata sumber tersebut.

Selain itu, sejumlah warga juga menduga adanya pengambilan air dari pipa induk oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga mengurangi debit yang seharusnya masuk ke bak penampung.

“Yang saya takut jangan-jangan ada oknum yang tidak bertanggung jawab, entah mereka bayar atau bagaimana, mengambil air dari pipa induk. Otomatis kalau pipa induk dia debitnya kurang, maka masuk di bak kurang,” lanjut sumber.

Secara teknis, warga menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi. Berdasarkan data lapangan, jumlah sambungan rumah (SR) di Desa Buyandi mencapai sekitar 136 sambungan. Sementara kapasitas bak penampung IPA diketahui berukuran 9 x 4 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter, atau hampir 100 meter kubik.

“Ada 136 mungkin. Dan saya rasa, sementara kekuatan (ukuran) bak itu kan 9×4, tinggi dua meter setengah itu bak penampung. Berarti ada hampir ada 100 kubik air, harusnya dia mampu. Kenapa dia tidak mampu, berarti debit air kurang,” kata sumber” ungkapnya.

Penjelasan Dinas PUTR Boltim

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Boltim, Harris Pratama Sumanta, menjelaskan bahwa secara umum sistem IPA Desa Buyandi sebenarnya berjalan, namun masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

“Sebenarnya termasuk lancar, hanya sering terjadi sumbatan pada intake dan ada beberapa kebocoran, sehingga langsung ditangani. Insya Allah secepatnya stabil,” kata Harris Sumanta, Sabtu (7/2/2025).

Harris juga mengakui adanya faktor lain yang memengaruhi distribusi air, termasuk dugaan perusakan fasilitas intake yang saat ini masih dalam penelusuran.

“Itu juga salah satu penyebab. Tambah lagi ada oknum orang bai, masih ditelusuri, yang diduga merusak intake,” ujarnya.

Terkait jumlah sambungan rumah, Harris menjelaskan bahwa distribusi air masih disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas.

“Memang hanya 136 sambungan rumah. Itu menyesuaikan anggaran dan diprioritaskan untuk tempat publik seperti rumah ibadah dan kantor desa, kemudian MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya. (aah)

Exit mobile version