Turnamen sepak bola Bupati Cup Boltim kembali menyita perhatian publik, Sabtu (4/7/2026) sore. Bukan hanya karena hujan gol yang tercipta, tetapi juga akibat kericuhan yang mewarnai pertandingan antara Bhayangkara Res Boltim FC dan Moyongkota Bersatu FC di penghujung laga.
Moyongkota Bersatu FC menutup pertandingan dengan kemenangan telak 9-0. Namun, sekitar tiga menit setelah gol kesembilan tercipta, tensi pertandingan mendadak memanas.
Berdasarkan rekaman siaran langsung akun Facebook SahabatBoltim New, insiden bermula saat salah satu pemain Moyongkota Bersatu FC mendapat peluang di dekat kotak penalti hingga ke sisi kiri lapangan dekat garis sudut pertahanan Bhayangkara Res Boltim FC. Dalam perebutan bola, pemain tersebut mendapat tekanan dari dua pemain lawan.
Dari hasil pengamatan terhadap tayangan pertandingan, salah satu pemain Bhayangkara Res Boltim FC terlihat mengait kaki serta menarik lengan kiri pemain Moyongkota Bersatu FC. Pada saat bersamaan, pemain Bhayangkara lainnya dari sisi kanan juga tampak mendorong lengan kanan lawannya hingga terjatuh dalam posisi terduduk.
Saat masih berada di atas rumput, pemain Moyongkota Bersatu FC itu terlihat sedikit menyenggol kaki pemain yang sebelumnya mendorongnya.
Situasi kemudian memanas ketika pemain Moyongkota Bersatu FC berdiri kembali. Pemain Bhayangkara Res Boltim FC yang berada tepat di depannya tampak mengayunkan kaki ke arah lawan. Meski tidak mengenai sasaran, aksi itu langsung memicu ketegangan dan aksi saling dorong antarpemain.
Ketika perhatian tertuju pada kerumunan pemain yang bersitegang, seorang pemain Bhayangkara Res Boltim FC bernomor punggung 10 terlihat berlari menuju lokasi keributan.
Rekaman siaran langsung memperlihatkan pemain tersebut meloncat dan mengayunkan tangan kerumunan. Sesaat kemudian, seorang pemain Moyongkota Bersatu FC tampak terjatuh di lapangan.
Beruntung, pemain dari kedua tim, panitia pelaksana, serta petugas keamanan bergerak cepat untuk memisahkan para pemain sehingga kericuhan tidak berkembang lebih jauh.
Setelah situasi terkendali, wasit mengeluarkan kartu merah kepada pemain Bhayangkara Res Boltim FC. Selain itu, satu pemain lainnya juga mendapat kartu kuning.
Sekretaris Panitia Bupati Cup Boltim, Nasrudin Dilapanga, saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026) siang, mengaku tidak berada di lokasi saat insiden terjadi karena sedang berada di Kotamobagu. Meski demikian, ia menyebut panitia telah menerima protes tertulis dari official Moyongkota Bersatu FC terkait insiden tersebut.
Menurut Nasrudin, laporan resmi yang diterima panitia menyebut pemain Bhayangkara Res Boltim FC nomor punggung 10 diduga melakukan pemukulan terhadap pemain Moyongkota Bersatu FC nomor punggung 9.
“Pemain Bayangkara Res Boltim FC nomor punggung 10 Rendra Hundo melakukan pemukulan kepada pemain MB fc nomor 9 Anto Tapilang. Official MB fc so bekeng (telah membuat) protes tertulis dan samantara berproses,” katanya dalam keterangan tertulis.
Nasrudin menambahkan, pemain yang dilaporkan tersebut telah mendapat kartu merah dari wasit. Sementara protes resmi yang diajukan tim Moyongkota Bersatu FC telah diteruskan kepada pihak terkait dan akan diproses lebih lanjut oleh Komisi Disiplin sesuai mekanisme turnamen.
“Pemain juga suda di ganjar kartu merah oleh wasit. Protes di serahkan ke PP dan akan diteruskan ke Komdis,” tambahnya.
Insiden tersebut turut terekam jelas dalam siaran langsung akun Facebook SahabatBoltim New dan menjadi perhatian penonton yang menyaksikan pertandingan secara daring.
Hingga berita ini terbit, wartawan masih berupaya memperoleh tanggapan dari pihak Bhayangkara Res Boltim FC. Pesan konfirmasi telah dikirimkan, namun belum mendapat respons. (aah)
