Badan Pusat Statistik Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merilis data resmi TK Bolaang Mongondow Utara 2025/2026 yang mencatat total 1.808 murid Taman Kanak-Kanak dari 90 sekolah aktif di seluruh wilayah kabupaten. Jumlah murid TK Boltara ini meningkat dari 1.731 siswa pada tahun ajaran 2024/2025, mencerminkan pertumbuhan positif partisipasi pendidikan anak usia dini. Kaidipang tampil sebagai kecamatan dengan jumlah murid TK terbanyak di Boltara yakni 357 anak pada 2025/2026, naik dari 328 di tahun sebelumnya. Dengan demikian, data pendidikan TK Bolaang Mongondow Utara ini menghadirkan gambaran komprehensif tentang perkembangan sektor PAUD daerah dalam dua tahun ajaran terakhir.
Data mencakup tiga komponen utama yakni jumlah sekolah, guru, dan murid TK di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selanjutnya, total sekolah TK Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencapai 90 unit pada 2025/2026, turun satu unit dari 91 sekolah di tahun sebelumnya. Sementara itu, perbandingan antara sekolah negeri dan swasta memperlihatkan dominasi kuat sektor swasta dengan 58 unit berbanding 32 sekolah negeri. Oleh karena itu, sektor swasta memegang peran paling signifikan dalam menyediakan layanan pendidikan anak usia dini Boltara secara keseluruhan.
Kaidipang dan Pinogaluman Ungguli Kecamatan Lain dalam Jumlah Murid TK Boltara 2025/2026
Data murid TK per kecamatan Bolaang Mongondow Utara memperlihatkan ketimpangan yang cukup mencolok antar wilayah. Kaidipang memimpin dengan 357 murid di 2025/2026, naik dari 328 murid pada tahun ajaran sebelumnya yang sudah tinggi. Selanjutnya, Pinogaluman menempati posisi kedua dengan 444 murid pada 2025/2026, turun tipis dari 456 murid di 2024/2025. Bahkan, Pinogaluman sempat memimpin di 2024/2025 sebelum Kaidipang mengambil alih posisi teratas pada tahun ajaran berikutnya.
Bolang Itang Timur mencatat kenaikan signifikan dari 287 murid menjadi 318 murid dalam data TK Boltara 2025/2026. Selain itu, Bintauna turut mencatat pertumbuhan dari 214 menjadi 238 murid, memperlihatkan tren positif partisipasi PAUD di kawasan tersebut. Sementara itu, Sangkub juga membukukan kenaikan dari 190 menjadi 221 murid dalam periode yang sama. Oleh karena itu, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat pertumbuhan jumlah murid TK kecuali Pinogaluman yang mengalami penurunan tipis.
Bolang Itang Barat menjadi satu-satunya kecamatan yang mencatat penurunan murid TK secara signifikan. Jumlah muridnya turun dari 256 di 2024/2025 menjadi 230 pada tahun ajaran TK Boltara 2025/2026. Selanjutnya, penurunan ini kontras dengan tren positif yang terjadi di hampir semua kecamatan lain di Boltara. Dengan demikian, Bolang Itang Barat membutuhkan perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terkait faktor penyebab turunnya partisipasi anak usia dini.
Jumlah Guru TK Boltara Turun 12 Persen, dari 324 Menjadi 285 Orang di 2025/2026
Data guru TK Bolaang Mongondow Utara memperlihatkan tren yang berlawanan dengan pertumbuhan murid yang positif. Total guru TK Boltara turun dari 324 orang pada 2024/2025 menjadi hanya 285 orang di tahun ajaran 2025/2026. Selanjutnya, penurunan 39 guru atau sekitar 12 persen ini terjadi di tengah naiknya jumlah murid yang harus dilayani. Akibatnya, rasio guru terhadap murid TK Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memburuk secara signifikan dan berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
Guru TK negeri Bolaang Mongondow Utara mengalami penurunan paling tajam dari 192 orang menjadi hanya 122 orang. Selain itu, penurunan 70 guru negeri ini mencerminkan kemungkinan adanya pensiun massal atau mutasi yang belum tergantikan secara penuh. Sementara itu, guru TK swasta justru menunjukkan tren berlawanan dengan kenaikan dari 132 menjadi 163 orang. Oleh karena itu, sektor swasta semakin menjadi penopang utama ketersediaan tenaga pendidik PAUD di Kabupaten Boltara secara keseluruhan.
Per kecamatan, Bolang Itang Timur memimpin jumlah guru TK pada 2024/2025 dengan 61 orang sebelum turun menjadi 52 di 2025/2026. Selanjutnya, Pinogaluman mencatat penurunan dari 78 menjadi 71 guru dalam data guru TK Boltara dua tahun ajaran ini. Bahkan, Sangkub mencatat penurunan paling drastis dari 37 menjadi 31 guru meski jumlah muridnya justru naik. Dengan demikian, kesenjangan antara pertumbuhan murid dan penurunan guru menjadi isu mendesak yang Pemkab Bolaang Mongondow Utara dan Dinas Pendidikan harus segera tangani.
- Aksi Sigap Damkar Bolmut Cegah Gedung TK di Buko Selatan dari Kobaran Api
- Orang Tua Murid Keluhkan Mahalnya Transportasi, Butuh Bus Sekolah
- Orang Tua Tolak Program Makan Bergizi Gratis: Polling TK di Sleman Viral, Istana Siapkan Uji Lab BPOM
