Tsunami Terdeteksi di Sulawesi Utara Pascagempa Sesar Naik M7,6 – Lima Titik Tide Gauge BMKG Rekam Gelombang, 11 Gempa Susulan Berguncang

Gempa sesar naik Maluku Utara picu gelombang nyata di lima stasiun pemantau - ketinggian tertinggi 0,75 meter tercatat di Minahasa Utara pukul 06.18 WIB; BMKG keluarkan status Siaga dan Waspada untuk sepuluh wilayah

BMKG mengonfirmasi tsunami terdeteksi di Sulawesi Utara setelah gempa tektonik M7,6 menghantam kawasan Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Lima stasiun tide gauge mencatat kehadiran gelombang nyata di berbagai titik pesisir, dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,75 meter di Minahasa Utara. Episentrum berada pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT – tepatnya di laut, 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Kedalaman 33 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori dangkal yang paling rentan memicu tsunami.

Secara mekanisme, gempa sesar naik Maluku Utara ini terjadi akibat aktivitas deformasi kerak bumi pada zona thrust fault atau sesar naik. Analisis sumber BMKG mengungkap pergerakan vertikal yang mendorong segmen kerak bumi ke arah atas secara tiba-tiba. Pergerakan itulah yang mengangkat kolom air laut dan melahirkan gelombang tsunami. Thrust fault di kawasan ini merupakan salah satu zona seismik paling aktif di Indonesia bagian timur.

Intensitas Guncangan Dirasakan dari Ternate hingga Gorontalo

BMKG mencatat guncangan gempa sesar naik Maluku Utara ini dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas yang beragam. Ternate menjadi kota dengan guncangan terkuat, yakni pada skala V–VI MMI yang cukup untuk menggoyahkan perabotan berat dan memicu kepanikan warga. Manado dan Ibu merasakan intensitas IV–V MMI, sementara Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara mencatat intensitas III MMI. Boalemo dan Pohuwato berada di ujung sebaran dengan intensitas II–III MMI.

Wilayah Intensitas (MMI) Keterangan
Kota Ternate V – VI MMI Guncangan terkuat, benda jatuh dan panik massal
Manado & Ibu IV – V MMI Guncangan kuat, terasa oleh semua orang
Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara III MMI Guncangan lemah, terasa seperti getaran kendaraan berat
Boalemo & Pohuwato II – III MMI Guncangan sangat lemah, hanya dirasakan sebagian warga

Lima Titik Tide Gauge Konfirmasi Tsunami Nyata

Data pemantauan real-time BMKG membuktikan bahwa tsunami terdeteksi Sulawesi Utara bukan sekadar proyeksi model, melainkan gelombang nyata yang terekam alat. Tide gauge di lima lokasi berbeda berhasil merekam variasi muka air laut yang signifikan dalam rentang waktu 06.08 hingga 06.36 WIB. Minahasa Utara mencatat ketinggian gelombang tertinggi sebesar 0,75 meter, disusul Belang dengan 0,68 meter. Rekaman data ini menjadi bukti ilmiah langsung yang memperkuat status peringatan yang telah dikeluarkan BMKG sejak pagi hari.

Lokasi Tide Gauge Waktu (WIB) Ketinggian Gelombang
Halmahera Barat 06.08

0,30 m

Bitung 06.15

0,20 m

Sidangoli 06.16

0,35 m

Minahasa Utara 06.18

0,75 m

Belang 06.36

0,68 m

Status Siaga dan Waspada untuk Sepuluh Wilayah

Berdasarkan pemodelan cepat pascagempa, BMKG menetapkan status Siaga Tsunami untuk tujuh wilayah dan status Waspada untuk tiga wilayah lainnya. Ketujuh wilayah berstatus Siaga meliputi Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara Bagian Selatan. Tiga wilayah berstatus Waspada mencakup Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaangmongondow Bagian Selatan. Seluruh pemerintah daerah terdampak diwajibkan segera mengarahkan evakuasi warga pesisir tanpa penundaan.

Wilayah Provinsi Status
Kota Ternate Maluku Utara SIAGA
Halmahera Maluku Utara SIAGA
Kota Tidore Maluku Utara SIAGA
Kota Bitung Sulawesi Utara SIAGA
Minahasa Selatan & bag. Selatan Sulawesi Utara SIAGA
Minahasa Utara Bag. Selatan Sulawesi Utara SIAGA
Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara WASPADA
Minahasa Utara Bag. Utara Sulawesi Utara WASPADA
Bolaangmongondow Bag. Selatan Sulawesi Utara WASPADA

Sebelas Gempa Susulan Berguncang, BMKG Minta Warga Akses Info Resmi

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG merekam 11 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5. Rangkaian aftershock ini lazim terjadi pascagempa utama berkekuatan besar dan berpotensi memperpanjang masa kewaspadaan di wilayah terdampak. Oleh sebab itu, warga diimbau tidak terburu-buru kembali ke kawasan pesisir meski guncangan terasa mereda. Potensi gelombang susulan tetap ada selama status peringatan resmi belum dicabut.

Sebagai respons atas maraknya informasi tidak terverifikasi, BMKG menegaskan agar masyarakat hanya mengakses kanal resmi lembaga. Informasi akurat terkait tsunami terdeteksi Sulawesi Utara ini tersedia di Instagram dan Twitter @infoBMKG, situs bmkg.go.id, serta aplikasi infobmkg. Penyebaran informasi dari sumber tidak resmi justru memperparah kepanikan dan menghambat proses evakuasi. Kepatuhan terhadap protokol informasi resmi menjadi bagian kritis dari mitigasi bencana di fase darurat ini.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc., memimpin langsung koordinasi analisis dan diseminasi data gempa sesar naik Maluku Utara ini kepada publik. Pembaruan status peringatan akan terus dikeluarkan secara berkala sesuai perkembangan pemantauan tide gauge dan seismik. Warga di seluruh wilayah terdampak diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah setempat. Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas tertinggi selama fase darurat berlangsung.

Exit mobile version