Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan hijau. Ajang yang berlangsung di Lapangan Gogaluman, Tutuyan, sejak 15 Juni 2026 itu juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar arena pertandingan.
Ramainya penonton yang memadati lokasi pertandingan setiap hari membuat omzet pedagang meningkat. Sejumlah pelaku UMKM mengaku mampu memperoleh pendapatan antara Rp200 ribu hingga Rp600 ribu dalam satu kali pertandingan.
Salah seorang pedagang, Pisa, mengatakan pendapatannya sangat dipengaruhi tingkat keramaian penonton. Menurut dia, pertandingan yang melibatkan tim dengan basis pendukung besar biasanya mendatangkan lebih banyak pembeli.
“Kalau banyak orang (penonton) yang makan, banyak juga yang kita dapat. Ada kalanya cuma 400 ribu, 500 ribu bahkan 600 ribu. Kemarin saja cuma berapa, cuma 300 lebih. Paling banyak penonton itu Togid dan Motongkad,” ujar Pisa.
Hal serupa disampaikan Donal Paputungan, pedagang yang menjual Pop Ice, kopi, tahu isi, dan nasi kuning di area turnamen. Ia mengaku pendapatan saat pertandingan ramai bisa mencapai Rp500 ribu.
“Kalau lagi ramai, pendapatan bisa mencapai 500 ribu. Tapi kalau sepi paling sekitar 200 ribuan. Biasanya hanya balik modal dan untung sedikit,” kata Donal.
Menurut Donal, pelaksanaan Bupati Cup memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan aktivitas keramaian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
“Bagi saya, adanya kegiatan Bupati Cup ini patut disyukuri karena membantu pelaku usaha kecil seperti kami. Saya kira ini juga tidak lepas dari peran Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang tidak hanya memikirkan pertandingan, tetapi juga mendorong perkembangan UMKM,” tambahnya.
Selain menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah, turnamen tersebut juga menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini terdapat belasan lapak UMKM yang beroperasi di area pertandingan Bupati Cup Boltim. Para pedagang menyewa tempat dengan biaya Rp1 juta selama pelaksanaan turnamen.
Bupati Cup Boltim jilid II ini resmi dibuka oleh Bupati Boltim Oskar Manoppo dan diikuti 27 tim dari berbagai wilayah. Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Gogaluman, Tutuyan, itu dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan. (aah)
