WhatsApp Siapkan Langganan Berbayar: Fitur Premium Mulai Diuji untuk Pengguna

WhatsApp menguji paket berbayar opsional yang menawarkan kustomisasi lebih luas tanpa menghapus layanan gratis bagi miliaran pengguna

WhatsApp bersiap membuka babak baru dengan menghadirkan langganan berbayar WhatsApp bagi sebagian pengguna. Rencana ini muncul setelah pengembang menguji fitur premium melalui versi beta. Model tersebut bersifat opsional dan tidak akan mengubah pengalaman pengguna gratis yang sudah ada.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa paket berbayar WhatsApp fokus pada peningkatan personalisasi. Pengguna berbayar nantinya dapat mengakses stiker eksklusif, tema tambahan, serta nada dering khusus untuk chat. WhatsApp juga menyiapkan opsi mengganti ikon aplikasi agar tampilan layar utama lebih personal.

Kebijakan ini menegaskan bahwa WhatsApp versi berbayar tidak menggantikan layanan gratis. Aplikasi tetap bisa digunakan seperti biasa dengan standar keamanan dan privasi yang sama. Perusahaan ingin memberi pilihan, bukan memaksa migrasi.

Fitur yang paling menarik perhatian adalah perluasan jumlah chat yang dapat dipin. Saat ini pengguna hanya bisa menyematkan tiga percakapan. Batasan itu sering menyulitkan, terutama bagi mereka yang mengelola banyak grup kerja dan keluarga. Pada fitur premium WhatsApp, pembatasan tersebut kabarnya akan dihapus.

Pengujian masih berlangsung dan belum ada tanggal peluncuran resmi. WhatsApp membuka daftar tunggu untuk sebagian pengguna beta. Harga langganan juga belum diumumkan dan diprediksi berbeda di tiap negara.

Selain paket premium, WhatsApp menguji sejumlah pembaruan lain. Meta AI akan mendapat “thinking mode” yang menghasilkan jawaban lebih mendalam meski sedikit lebih lambat. Channel juga bakal memperoleh format pembaruan sementara mirip status.

Perusahaan menambahkan label kerja sama berbayar yang lebih jelas pada postingan bersponsor. Fitur kecil lain ikut diuji, seperti riwayat pencarian chat terbaru, statistik penerusan pesan, dan mode keamanan satu ketukan yang lebih ketat.

Langkah ini sejalan dengan strategi Meta memperluas model langganan di ekosistemnya. Facebook dan Instagram lebih dulu menjajal skema serupa. WhatsApp kini mengikuti dengan pendekatan bertahap.

Bagi mayoritas pengguna, versi gratis kemungkinan tetap memadai. Namun pengguna aktif yang mengandalkan aplikasi untuk pekerjaan mungkin melihat nilai lebih dari layanan premium WhatsApp.

Keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna. WhatsApp hanya menambah opsi, bukan kewajiban. Jika skema ini berhasil, aplikasi pesan tersebut bisa memiliki sumber pendapatan baru tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna lama.

Exit mobile version