Bocah 11 Tahun Tewas Terseret Ombak di Pantai Leok Buol

Gatot, siswa SD Negeri 17 Biau, hilang saat bermain di tepi laut. Setelah pencarian lebih dari 24 jam, tim gabungan menemukan korban mengapung sekitar satu kilometer dari lokasi awal.

Tragedi memilukan mengguncang pesisir Kabupaten Buol. Gatot (11), pelajar SD Negeri 17 Biau, meninggal dunia setelah terseret ombak saat bermain di Pantai Leok, Jumat (6/2/2026).

Peristiwa bermula ketika korban mandi laut bersama beberapa temannya pada siang hari. Ombak besar tiba-tiba datang menghantam. Arus kuat langsung menyeret tubuh Gatot menjauh dari bibir pantai. Teman-temannya panik dan mencoba menolong, tetapi korban dengan cepat menghilang di antara gulungan air.

Anak-anak yang ketakutan berlari memberi tahu orang tua korban di kawasan Kos Leok 2. Sang ibu langsung histeris mendengar kabar itu dan bergegas menuju pantai. Warga sekitar ikut berdatangan begitu mengetahui ada anak terseret ombak.

Pencarian Besar-besaran

Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Tak lama setelah laporan diterima, ratusan warga bergerak melakukan pencarian awal. Tim Basarnas, BPBD Buol, serta aparat terkait turun membantu menyisir laut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Buol, Kahfi Marjuni, memimpin operasi tersebut. Tim menggunakan perahu karet, tali, dan alat pencarian seadanya. Mereka menyusuri garis pantai hingga ke area pelabuhan tanpa henti.

Malam pertama berlalu tanpa hasil. Ombak yang tidak bersahabat menyulitkan penyelaman. Meski lelah, tim terus bekerja sejak subuh keesokan harinya.

Korban Ditemukan Mengapung

Usaha panjang akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu (7/2/2026) pukul 10.25 WITA. Petugas menemukan jasad Gatot mengapung di laut, sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Leok—tak jauh dari titik ia dilaporkan hilang.

Tim segera mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka di Kelurahan Buol. Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba. Warga berdatangan menyampaikan belasungkawa dan memberi dukungan moral.

Imbauan Kewaspadaan

Pihak berwenang masih menelusuri kronologi detail kejadian. Mereka mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat anak-anak beraktivitas di pesisir.

Cuaca laut belakangan sulit diprediksi. Gelombang bisa berubah besar dalam hitungan menit. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan dan tidak membiarkan anak mandi laut tanpa pendampingan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi Buol. Satu nyawa melayang, menjadi pengingat keras bahwa laut selalu menyimpan risiko.

Exit mobile version