Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan karakter generasi muda. Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Boltim Oskar Manoppo saat membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) III Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Boltim tahun 2026, Jumat (22/5/2026).
Pelaksanaan Muscab yang berlangsung di lantai III Kantor Bupati Boltim tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi tahunan. Lebih dari itu, forum tersebut dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat arah pembinaan generasi muda di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
Hadir sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Boltim, Oskar Manoppo menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Kwarcab. Ia menilai kwarcab tetap konsisten menjaga semangat pendidikan karakter melalui gerakan kepanduan.
Menurut Oskar, Gerakan Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, kemandirian, serta kepedulian sosial.
“Perkembangan teknologi, arus informasi yang cepat, serta perubahan sosial saat ini menuntut hadirnya wadah pembinaan karakter yang kuat. Di sinilah Gerakan Pramuka berperan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, semangat gotong royong, dan akhlak yang baik,” ujar Oskar.
Muscab Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Generasi Muda
Dalam suasana musyawarah yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, Bupati Oskar juga menekankan pentingnya menjadikan Muscab sebagai momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi untuk melahirkan program kerja yang relevan dan berdampak nyata bagi daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dijaga dalam bingkai persatuan dan tujuan bersama.
“Berbeda pandangan adalah hal yang biasa dalam musyawarah, namun persatuan dan tujuan bersama harus terus menjadi prioritas utama,” katanya.
Tak hanya menegaskan dukungan moral, Pemkab Boltim juga memastikan keberlanjutan dukungan anggaran bagi Gerakan Pramuka melalui skema hibah daerah.
Bagi Oskar, investasi paling berharga bagi masa depan Bolaang Mongondow Timur terletak pada kualitas sumber daya manusianya.
“Ini adalah niat mulia kita bersama untuk generasi muda Bolaang Mongondow Timur. Pada prinsipnya, saya bersama Pak Ketua DPRD akan memastikan anggaran tersebut tetap ada setiap tahunnya menyesuaikan dengan hibah pemerintah pusat. Kita tahu investasi terbesar bagi masa depan daerah adalah membangun kualitas SDM-nya,” tegasnya.
Turut hadir dalam Muscab III Gerakan Pramuka Boltim tersebut Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Utara Grevo S. Gerung bersama jajaran. Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, mantan Ketua Kwarcab Boltim Medy Lensun, Sekretaris Daerah Iksan Pangalima. Tampak para pimpinan perangkat daerah selaku pengurus Mabicab, hingga para Ketua Kwartir Ranting se-Kabupaten Boltim juga hadir.
Sementara itu, dalam pelaksanaan Muscab III tersebut, Rosita Pobela resmi terpilih sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Boltim periode 2026-2031.
Kehadiran kepemimpinan baru di tubuh Kwarcab Boltim menghadirkan energi dan gagasan baru dalam memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai ruang pembinaan generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing untuk masa depan daerah. (Adv)
- JOTA-JOTI 2025: Pramuka Tunjukkan Kepemimpinan Pemuda di Era Digital
- Pilih Ketua Baru, 15 DPC Demokrat Sulut Gelar Muscab Serentak
