Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menangani keluhan warga terkait air keruh di Buyat, Kecamatan Kotabunan. Gangguan tersebut dipastikan bukan berasal dari proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Desa Buyat tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas PUTR Boltim, Harris Pratama Sumanta, menjelaskan bahwa penyebab air keruh di Buyat berasal dari sambungan pipa lama yang sebelumnya tidak berfungsi.
“Kan pipa lama yang tidak jalan (aliran air) pasti ada tumpukan tanah, otomatis kotor. Jadi kami cuci,” kata Harris kepada wartawan Kamis (12/2) sore.
Menurut Harris, proses penanganan saat ini tengah fokus pada pembersihan atau pencucian pipa lama yang sebelumnya tidak berfungsi. Endapan tanah di dalam pipa, kata dia, menyebabkan air menjadi keruh ketika aliran kembali berjalan.
“Saat ini sedang kami tangani (cuci), tinggal di Buyat Tengah dan di Buyat Selatan. Pipa-pipa lama kami cuci, coba reconnect (sambung) lagi,” ujarnya.
Selain itu, Harris menjelaskan di wilayah tersebut terdapat beberapa titik sambungan antara jaringan lama dan jaringan baru. Ia juga memastikan kekeruhan terjadi pada bagian sambungan lama saat air mulai mengalir dan membersihkan endapan di dalam pipa.
“Di situ kan ada beberapa sambungan. Ada sambungan lama dan ada sambungan baru (proyek 2025). Yang saya bisa asumsikan itu pada sambungan lama, begitu air masuk, pipa itu kecuci. Di Buyat Barat air lancar dan bersih,” kata dia. (aah)
- KUD Nomontang Atasi Penyebab Air Keruh di Desa Lanut
- Ini Penjelasan Kepala Dinas PUTR Boltim Soal Penggunaan Material Proyek Dari Galian C Ilegal
- Boltim Bangun IPA Buyandi dan Buyat, Anggaran Capai Rp8 Miliar
- Proyek IPA Rp3 Miliar di Buyandi Boltim Tuai Sorotan Warga, Air Tak Mengalir Stabil
