Jl. Kemang Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 95765
Email: redaksi@waktu.news
· Telepon: 08122225381
· WhatsApp: 08122225381
Dokumen Berita
05 April 2024, 15:04
WITA
WN-20240405-003212
KUD Nomontang Atasi Penyebab Air Keruh di Desa Lanut
Komintmen Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang, Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara dalam menjaga kelestarian alam di wilayahnya tidak diragukan lagi. Penyebab air keruh yang menjadi keluhan warga masyarakat Lanut baru-baru ini telah berhasil diatasi dengan cepat. Langkah itu
Oleh
Abdul Agus Heydemans
Editor:
Redaksi
05 April 2024, 15:04
WITA
2
menit baca
1.496 kali dibaca
Penampakan kondisi air di desa Lanut yang sebelumnya keruh (kiri), kini telah kembali jerni (kanan).
Kerja Sama
Komintmen Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang, Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara dalam menjaga kelestarian alam di wilayahnya tidak diragukan lagi.
Penyebab air keruh yang menjadi keluhan warga masyarakat Lanut baru-baru ini telah berhasil diatasi dengan cepat.
Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa KUD Nomontang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat serta kelestarian alam.
Ketua KUD Nomontang, Rival Mumek, ditemui waktu.news menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah melakukan aksi pembersihan mata air di wilayah pertambangan emas Nomontang. Menurutnya, mata air itu merupakan sumber air bersih bagi warga desa.
"Sebelumnya, air dari mata air yang ada di dusun II sempat keruh. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga. Makanya kami bersama warga langsung turun ke lapangan" kata Rival kepada wartawan, Jumat (5/4/2024).
Keterangan Foto: Ketua KUD Nomontang, Rival Mumek bersama masyarakat saat membersihkan lokasi mata air.
Rival mengungkapkan penyebab air keruh tersebut adalah karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Material tanah bercampur lumpur dan bebatuan kecil aktifitas galian tambang terbawa air hujan melewati sekitar mata air.
"Puji syukur, setelah dilakukan kerja bakti, air yang awalnya keruh kini sudah jerni kembali," ujar Rival
Lebih lanjut, Rival mengungkapkan bahwa KUD Nomontang akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi mata air agar kelestariannya tetap terjaga.
"Kami akan terus berupaya untuk menjaga kelestarian mata air dan memastikan bahwa warga mendapatkan akses air yang layak," ujarnya. (aah)
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai
apresiasi terhadap karya jurnalistik
Abdul Agus Heydemans.
Mulai Rp10.000
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.
Waktu.News Reader Support
Dukung karya jurnalistik ini
Artikel
KUD Nomontang Atasi Penyebab Air Keruh di Desa Lanut
Oleh Abdul Agus Heydemans
Dukungan
Belum dipilih
PenerimaPT Voice News Network
✓
Instruksi Transfer Bank
Transaksi telah dibuat dan menunggu transfer serta verifikasi.
Kode Dukungan
—
Nominal Transfer
—
Penerima—
Penting
Transfer sesuai nominal transaksi.
Status dukungan tetap Pending sampai
pembayaran diverifikasi Waktu.News.
Pilih nominal dukungan terlebih dahulu.
Informasi dan verifikasi dokumen
Penulis: Abdul Agus Heydemans
Editor: Redaksi Waktu.News
ID dokumen: WN-20240405-003212
Kode verifikasi: 14D155878601
Dokumen ini merupakan salinan cetak artikel resmi.
Pindai QR pada kepala dokumen atau kunjungi URL sumber
untuk memeriksa versi daring terbaru.