HUT ke-100 Torona Impapate Poopo Raya: Wabup Minsel Hadiri Perayaan Seabad Tradisi Leluhur di Ranoyapo

Momentum Satu Abad Perkuat Persatuan, Pelestarian Budaya, dan Komitmen Pembangunan Daerah Minahasa Selatan

Perayaan HUT ke-100 Torona Impapate Poopo Raya berlangsung penuh sukacita di Kecamatan Ranoyapo, Sabtu, 28 Maret 2026. Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., hadir langsung dalam momen bersejarah satu abad tradisi yang telah mengakar kuat di jantung masyarakat Poopo Raya, Sabtu (28/3/2026).

Perayaan seabad Torona Impapate se-Poopo Raya bukan sekadar seremonial tahunan biasa. Kegiatan ini memancarkan semangat gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun sekaligus menjadi ungkapan syukur kolektif atas perjalanan panjang yang penuh berkat.

Lebih dari itu, momentum satu abad ini mempertegas komitmen bersama masyarakat Ranoyapo untuk menjaga persatuan, merawat nilai budaya leluhur, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah Minahasa Selatan.

Perayaan tradisi budaya Minahasa Selatan ini menarik kehadiran sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya:

Unsur Forkopimcam Ranoyapo turut hadir lengkap, meliputi Camat Ranoyapo Jendri Umboh, S.Pd., Kapolsek Ranoyapo Iptu Denny Lengkong, serta Babinsa Kecamatan Ranoyapo Pratu Glorio Tuju yang mewakili Danramil 1302-17 Motoling. Para Hukum Tua se-Kecamatan Ranoyapo juga turut ambil bagian dalam perayaan bersejarah ini.

Keseluruhan rangkaian acara dikoordinasikan oleh Tommy Lumintang selaku Ketua Panitia HUT ke-100 Torona Impapate beserta seluruh jajaran panitia.

Kehadiran Wabup Minsel Theodorus Kawatu dalam perayaan adat Ranoyapo ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian tradisi budaya Minahasa Selatan di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

HUT ke-100 Torona Impapate Poopo Raya membuktikan bahwa nilai-nilai gotong royong masyarakat Sulawesi Utara mampu bertahan melampaui zaman – menjadi pondasi kokoh yang terus menopang persatuan dan identitas komunitas Ranoyapo hingga satu abad lamanya.

Exit mobile version