Palu, 29 Maret 2026 | Indeks Pembangunan Manusia Sulawesi Tengah 2025 mencatat pertumbuhan yang stabil dan menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Seri Berita Resmi Statistik Indeks Pembangunan Manusia melaporkan IPM Provinsi Sulawesi Tengah naik menjadi 72,82 pada 2025 – tumbuh dari 72,24 pada 2024, dan terus meningkat sejak angka 71,01 yang tercatat pada 2022. Seluruh 12 kabupaten dan 1 kota di Sulawesi Tengah mencatat kenaikan IPM tanpa satu pun wilayah yang mengalami penurunan.
Tren kenaikan IPM Sulawesi Tengah 2022–2025 memperlihatkan konsistensi yang patut diapresiasi. Dalam kurun empat tahun, IPM provinsi ini tumbuh sebesar 1,81 poin – dari 71,01 pada 2022 menuju 72,82 pada 2025.
Namun perlu dicatat, terjadi koreksi metodologi pada 2023 yang mengakibatkan angka IPM provinsi terlihat turun dari 71,01 ke 71,66 secara nominal – hal ini disebabkan perubahan perhitungan Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) yang sebelumnya menggunakan Long Form SP2020, kemudian disesuaikan dengan data website BPS berbasis SP2010.
Memasuki 2024 dan 2025, IPM Sulteng kembali tumbuh positif – dari 72,24 pada 2024 menjadi 72,82 pada 2025 – membuktikan bahwa pembangunan manusia di provinsi ini bergerak ke arah yang benar.
Kota Palu mempertahankan dominasinya sebagai wilayah dengan IPM tertinggi di Sulawesi Tengah selama empat tahun berturut-turut. Pada 2025, IPM Kota Palu melonjak ke angka 84,53 – naik dari 84,12 pada 2024, 83,71 pada 2023, dan 83,26 pada 2022.
Angka ini menempatkan Kota Palu dalam kategori IPM Sangat Tinggi – jauh melampaui rata-rata provinsi yang berada di 72,82. Keunggulan infrastruktur pendidikan, fasilitas kesehatan berkualitas, dan dinamika ekonomi perkotaan yang kuat menjadi motor utama yang mendorong IPM ibu kota provinsi ini terus melaju.
Di antara seluruh kabupaten, Kabupaten Morowali Utara mencatat pertumbuhan IPM tertinggi secara absolut dalam empat tahun. IPM kabupaten ini tumbuh dari 70,02 pada 2022 menjadi 72,16 pada 2025 – naik 2,14 poin dalam empat tahun, mencerminkan akselerasi pembangunan yang signifikan di wilayah yang kaya sumber daya alam ini.
Kabupaten Banggai menempati posisi IPM tertinggi kedua di antara seluruh kabupaten dengan angka 73,44 pada 2025 – tumbuh dari 71,58 pada 2022. Disusul Kabupaten Morowali dengan IPM 74,70 pada 2025, naik dari 73,39 pada 2022.
Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali bersaing ketat sebagai kabupaten dengan IPM tertinggi di Sulawesi Tengah. Pada 2025, Morowali unggul tipis dengan 74,70 dibanding Poso yang mencatat 74,55.
Kedua kabupaten ini secara konsisten berada di atas rata-rata provinsi selama empat tahun berturut-turut – menjadikan keduanya sebagai lokomotif pembangunan manusia di luar Kota Palu.
Di ujung bawah spektrum, Kabupaten Banggai Kepulauan masih mencatat IPM terendah di antara seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Pada 2025, IPM Banggai Kepulauan berada di angka 68,44 – naik dari 67,65 pada 2024 dan 66,30 pada 2022.
Meski tren perbaikan berjalan konsisten dengan kenaikan 2,14 poin dalam empat tahun, wilayah kepulauan ini masih berada 4,38 poin di bawah rata-rata provinsi – kesenjangan yang mencerminkan tantangan aksesibilitas geografis dalam pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan.
Kabupaten Donggala menyusul sebagai wilayah dengan IPM terendah kedua, mencatat 69,23 pada 2025 – naik dari 67,49 pada 2022, namun masih di bawah rata-rata provinsi.
Berikut gambaran menyeluruh perjalanan IPM Sulawesi Tengah per wilayah selama empat tahun:
- Banggai Kepulauan mencatat IPM 66,30 pada 2022, naik ke 67,05 pada 2023, kemudian 67,65 pada 2024, dan 68,44 pada 2025. Kenaikan total empat tahun: 2,14 poin.
- Banggai mencatat IPM 71,58 pada 2022, naik ke 72,19 pada 2023, kemudian 72,86 pada 2024, dan 73,44 pada 2025. Kenaikan total: 1,86 poin.
- Morowali mencatat IPM 73,39 pada 2022, naik ke 73,82 pada 2023, kemudian 74,36 pada 2024, dan 74,70 pada 2025. Kenaikan total: 1,31 poin.
- Poso mencatat IPM 72,75 pada 2022, naik ke 73,25 pada 2023, kemudian 73,65 pada 2024, dan 74,55 pada 2025. Kenaikan total: 1,80 poin.
- Donggala mencatat IPM 67,49 pada 2022, naik ke 68,17 pada 2023, kemudian 68,71 pada 2024, dan 69,23 pada 2025. Kenaikan total: 1,74 poin.
- Tolitoli mencatat IPM 68,77 pada 2022, naik ke 69,68 pada 2023, kemudian 70,38 pada 2024, dan 71,09 pada 2025. Kenaikan total: 2,32 poin – salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi.
- Buol mencatat IPM 69,37 pada 2022, naik ke 70,18 pada 2023, kemudian 70,89 pada 2024, dan 71,47 pada 2025. Kenaikan total: 2,10 poin.
- Parigi Moutong mencatat IPM 68,29 pada 2022, naik ke 69,06 pada 2023, kemudian 69,48 pada 2024, dan 69,99 pada 2025. Kenaikan total: 1,70 poin.
- Tojo Una-Una mencatat IPM 67,62 pada 2022, naik ke 68,47 pada 2023, kemudian 69,04 pada 2024, dan 69,76 pada 2025. Kenaikan total: 2,14 poin.
- Sigi mencatat IPM 69,40 pada 2022, naik ke 70,28 pada 2023, kemudian 70,90 pada 2024, dan 71,68 pada 2025. Kenaikan total: 2,28 poin.
- Banggai Laut mencatat IPM 68,40 pada 2022, naik ke 69,12 pada 2023, kemudian 69,65 pada 2024, dan 70,46 pada 2025. Kenaikan total: 2,06 poin.
- Morowali Utara mencatat IPM 70,02 pada 2022, naik ke 70,74 pada 2023, kemudian 71,64 pada 2024, dan 72,16 pada 2025. Kenaikan total: 2,14 poin.
- Kota Palu mencatat IPM 83,26 pada 2022, naik ke 83,71 pada 2023, kemudian 84,12 pada 2024, dan 84,53 pada 2025. Kenaikan total: 1,27 poin.
Fakta menarik tersembunyi dalam data ini. Kabupaten Tolitoli – yang bukan termasuk kabupaten dengan IPM tertinggi – justru mencatat pertumbuhan IPM terbesar dalam empat tahun dengan kenaikan 2,32 poin, dari 68,77 pada 2022 menjadi 71,09 pada 2025.
Disusul Kabupaten Sigi dengan kenaikan 2,28 poin dan Kabupaten Buol dengan 2,10 poin. Akselerasi di kabupaten-kabupaten ini menjadi sinyal positif bahwa daerah yang sebelumnya tertinggal mulai bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Data IPM Sulawesi Tengah 2025 menyimpan catatan penting yang tidak boleh diabaikan. Selisih antara IPM tertinggi – Kota Palu di angka 84,53 – dengan IPM terendah – Banggai Kepulauan di 68,44 – mencapai 16,09 poin. Kesenjangan sebesar ini mencerminkan ketimpangan akses pembangunan yang masih cukup dalam antara wilayah perkotaan dan kepulauan terpencil.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah perlu mempercepat intervensi di wilayah-wilayah yang masih berada di bawah rata-rata provinsi – khususnya Banggai Kepulauan, Donggala, Parigi Moutong, dan Tojo Una-Una – melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, penguatan layanan kesehatan dasar, dan pertumbuhan ekonomi inklusif yang menjangkau hingga pelosok kepulauan.
Dengan IPM provinsi yang kini berada di 72,82, Sulawesi Tengah telah masuk kategori IPM Tinggi – namun pemerataan antar wilayah tetap menjadi tantangan utama yang menentukan kualitas pembangunan manusia secara menyeluruh di tahun-tahun mendatang.
- Tempat Wisata di Palu yang Kekinian dan Menarik Perhatian
- 10 Tempat Wisata Banggai Laut yang Memanjakan Mata
- Indeks Pembangunan Manusia Gorontalo 2025 Naik ke 72,62 – Kota Gorontalo Tertinggi, Boalemo Masih Tertinggal
- Pulau Dua Banggai: Keindahan Alam Tak Terlupakan Di Sulawesi
