Juknis SPMB SMA SMK Sulut 2026/2027 resmi dibahas dalam rapat yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, MSi, Senin (23/2/2026).
Rapat berlangsung di ruang Balai TIK dan melibatkan berbagai unsur strategis pendidikan. Hadir dalam forum tersebut BPMP, MKPS, MKKS, serta pejabat struktural lingkup Dikda Sulut.
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menyusun petunjuk teknis SPMB SMA SMK Sulawesi Utara 2026/2027 secara terarah dan komprehensif.
Fokus pada Efektivitas dan Transparansi Pelaksanaan SPMB
Dalam pembahasan, peserta rapat mengulas secara rinci mekanisme pelaksanaan SPMB. Mereka merumuskan aturan teknis agar proses penerimaan siswa baru berjalan efektif, efisien, dan transparan.
Kadis Dikda Sulut menegaskan bahwa Juknis SPMB SMA SMK Sulut 2026/2027 harus mampu menjawab tantangan teknis di lapangan. Pedoman yang jelas akan meminimalkan kendala dan memperkuat akuntabilitas.
Forum ini juga memastikan seluruh satuan pendidikan memahami prosedur secara seragam.
Kolaborasi Unsur Pendidikan Perkuat Regulasi
Keterlibatan BPMP, MKPS, dan MKKS menunjukkan sinergi antar-lembaga dalam penyusunan regulasi pendidikan daerah.
Melalui koordinasi ini, petunjuk teknis SPMB SMA SMK Sulawesi Utara 2026/2027 disusun dengan mempertimbangkan aspek kebijakan, teknis operasional, serta kesiapan sekolah.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kualitas layanan pendidikan di tingkat SMA dan SMK.
Penandatanganan Berita Acara Jadi Tonggak Persiapan
Setelah pembahasan selesai, seluruh pihak menandatangani Berita Acara Penyusunan Juknis. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan SPMB tahun pelajaran 2026/2027.
Dengan rampungnya dokumen Juknis SPMB SMA SMK Sulut 2026/2027, Dikda Sulut kini memasuki tahap finalisasi dan sosialisasi kepada sekolah serta masyarakat.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjamin proses seleksi berjalan tertib, adil, dan sesuai regulasi.
- Mengintip Kemeriahan HUT SMK N 1 Kaidipang Ke-16
- Wabup Boltim Prihatin, Peserta Ujian SMK Kesehatan Bulawan Hanya Tiga Orang
