BOLTARA — GENTING Boltara menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mempercepat penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemkab Boltara juga menggelar edukasi pasar modal bagi aparatur sipil negara dalam kegiatan yang sama.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fadly T. Usup, membuka kegiatan tersebut, Rabu, 22 Juli 2026.
Sosialisasi berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Fadly mewakili Bupati Boltara dalam agenda Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dan edukasi keuangan tersebut.
Menurutnya, GENTING tidak hanya menyalurkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting.
Gerakan itu juga membangun kepedulian sosial dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang anak.
GENTING Boltara Libatkan Banyak Unsur
Pemkab Boltara mendorong pemerintah, ASN, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat berpartisipasi dalam GENTING.
Kolaborasi tersebut penting karena stunting tidak hanya berkaitan dengan kekurangan makanan.
Masalah sanitasi, kesehatan ibu, pola asuh, pendidikan, dan kondisi ekonomi juga memengaruhi tumbuh kembang anak.
Karena itu, penanganan stunting membutuhkan dukungan dari banyak sektor.
Fadly menilai GENTING Boltara dapat mempertemukan bantuan sosial dengan pendampingan keluarga.
Orang tua asuh dapat membantu keluarga berisiko melalui kebutuhan gizi, edukasi, atau dukungan layanan dasar.
Namun, bantuan harus mengikuti kebutuhan penerima dan hasil pendataan yang akurat.
Pendampingan juga perlu berjalan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan.
“GENTING bukan sekadar memberikan bantuan,” ujar Fadly.
Menurutnya, gerakan tersebut memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.
ASN Diminta Menjadi Pelopor
Fadly mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Boltara menjadi pelopor gerakan pencegahan stunting.
Mereka dapat berperan sebagai orang tua asuh maupun penggerak di lingkungan kerja dan masyarakat.
ASN juga memiliki jaringan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Karena itu, mereka dapat membantu menyampaikan informasi kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Selain itu, aparatur dapat mendukung pemantauan program melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan.
Peran tersebut akan memperkuat jangkauan GENTING Boltara hingga wilayah yang sulit terlayani.
Meski demikian, pelaksanaan program tetap membutuhkan mekanisme yang jelas dan terukur.
Pemerintah perlu memastikan bantuan tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan program lain.
Data keluarga berisiko stunting juga harus diperbarui secara berkala.
Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan intervensi yang sesuai bagi setiap keluarga.
Penanganan Stunting Harus Menyentuh Akar Masalah
Stunting menggambarkan gangguan pertumbuhan akibat masalah gizi dan kesehatan dalam jangka panjang.
Karena itu, pemberian makanan tambahan saja belum cukup menyelesaikan persoalan.
Pemerintah perlu memperkuat pelayanan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, imunisasi, sanitasi, dan air bersih.
Selain itu, keluarga membutuhkan edukasi mengenai pola makan serta pengasuhan anak.
Pemkab Boltara juga perlu menghubungkan GENTING dengan program kesehatan dan perlindungan sosial.
Pendekatan terpadu akan membantu keluarga memperoleh dukungan sesuai kondisi mereka.
Pemerintah desa dapat berperan dalam pendataan dan pemantauan.
Sementara itu, puskesmas serta kader kesehatan dapat mengawasi perkembangan ibu dan anak.
Dunia usaha juga dapat mendukung melalui program tanggung jawab sosial yang terarah.
Kolaborasi tersebut akan memperkuat upaya penurunan stunting secara berkelanjutan.
ASN Dibekali Edukasi Pasar Modal
Selain sosialisasi GENTING, Pemkab Boltara memberikan edukasi pasar modal kepada ASN.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan aparatur pemerintah.
Fadly menilai ASN perlu memahami cara mengelola pendapatan dengan bijaksana.
Mereka juga harus mengenali instrumen investasi yang legal, aman, dan sesuai profil risiko.
Pengetahuan tersebut penting karena penawaran investasi berkembang semakin luas melalui platform digital.
Namun, kemudahan akses juga meningkatkan risiko penipuan dan investasi ilegal.
Karena itu, ASN perlu memeriksa legalitas perusahaan, produk, dan pihak yang menawarkan investasi.
Mereka juga harus memahami bahwa setiap investasi memiliki peluang keuntungan serta potensi kerugian.
Edukasi tersebut diharapkan membantu ASN menghindari keputusan yang hanya berdasarkan tren atau janji keuntungan tinggi.
Investasi Harus Sesuai Kemampuan Keuangan
Pemahaman pasar modal tidak berarti setiap ASN harus langsung membeli produk investasi.
Mereka perlu lebih dahulu mengatur kebutuhan pokok, dana darurat, cicilan, dan tujuan keuangan.
Setelah itu, ASN dapat memilih instrumen berdasarkan kemampuan serta jangka waktu investasi.
Keputusan juga harus mempertimbangkan toleransi terhadap risiko.
Selain itu, investor perlu memahami informasi perusahaan sebelum membeli saham atau produk lainnya.
Mereka tidak boleh hanya mengikuti ajakan media sosial tanpa melakukan pemeriksaan.
Literasi yang baik membantu ASN membedakan investasi, spekulasi, dan penipuan.
Karena itu, edukasi pasar modal perlu membahas manfaat sekaligus risikonya secara seimbang.
Pemerintah berharap ASN mampu menjadi contoh pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Kondisi keuangan yang sehat juga dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja.
BEI dan Perusahaan Sekuritas Sampaikan Materi
Mario Iroth menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjabat Kepala Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo PT Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, Cicilia Assa dari PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Cabang Manado turut menjadi narasumber.
Keduanya memberikan penjelasan mengenai pasar modal dan instrumen investasi.
Materi juga diharapkan membantu peserta memahami proses transaksi melalui perusahaan sekuritas resmi.
Peserta perlu mengetahui fungsi rekening efek, risiko pasar, serta pentingnya menjaga keamanan data.
Selain itu, narasumber dapat menjelaskan ciri-ciri investasi ilegal.
Penawaran keuntungan tetap dalam waktu singkat patut mendapat kewaspadaan.
Begitu pula permintaan transfer ke rekening pribadi tanpa dokumen resmi.
Dua Agenda Mendukung Kesejahteraan Masyarakat
Sosialisasi GENTING Boltara dan edukasi pasar modal memiliki sasaran yang berbeda.
Namun, keduanya berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup dan ketahanan keluarga.
GENTING berfokus pada tumbuh kembang anak serta dukungan bagi keluarga rentan.
Sementara itu, literasi pasar modal membantu ASN mengelola keuangan secara lebih sehat.
Pemkab Boltara berharap kedua program menghasilkan tindakan nyata setelah kegiatan selesai.
ASN perlu membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat.
Selain itu, pemerintah harus memantau pelaksanaan gerakan orang tua asuh.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui jumlah keluarga penerima, bentuk bantuan, dan hasil pendampingan.
Program juga perlu menjaga transparansi agar mendapat kepercayaan masyarakat.
Pemkab Boltara Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, perwakilan ASN, dan tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka diharapkan memperluas dukungan terhadap program hingga tingkat kecamatan.
Camat dapat meneruskan koordinasi kepada pemerintah desa dan kelurahan.
Sementara itu, perangkat daerah dapat menyesuaikan kontribusi berdasarkan tugas masing-masing.
Pemkab Boltara menegaskan percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja yang konsisten.
Gerakan tidak boleh berhenti setelah sosialisasi atau penyerahan bantuan.
Sebaliknya, pemerintah perlu memastikan pendampingan terus berjalan dan menghasilkan perubahan terukur.
Melalui GENTING Boltara, pemerintah ingin membangun kepedulian sekaligus melindungi masa depan anak.
Edukasi pasar modal juga diharapkan melahirkan ASN yang lebih cakap, waspada, dan bertanggung jawab secara finansial.
- Tips Meningkatkan Kekebalan Wanita Hamil ditengah Pandemi Covid-19
- Duta Bapak Asuh Anak Stunting Disematkan Kepada KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman
