Penyandang Disabilitas Sulawesi Tengah 2025: 15.292 Jiwa Tercatat, Disabilitas Fisik Paling Dominan

Kabupaten Banggai Catat Angka Tertinggi - Disabilitas Ganda Capai 3.313 Kasus di Seluruh Provinsi

Palu, 29 Maret 2026 | Penyandang disabilitas Sulawesi Tengah 2025 tercatat mencapai 15.292 jiwa yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini. Data resmi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah mengungkap bahwa disabilitas fisik/tubuh menjadi jenis yang paling banyak ditemui dengan 4.018 kasus, disusul disabilitas rungu/wicara 3.627 kasus, disabilitas ganda 3.313 kasus, disabilitas mental 2.736 kasus, dan disabilitas netra 2.598 kasus.

Dari enam kategori disabilitas yang didata, disabilitas tubuh/fisik memimpin dengan total 4.018 jiwa di seluruh Sulawesi Tengah – menjadikannya jenis disabilitas yang paling umum ditemui di provinsi ini.

Di posisi kedua, disabilitas rungu/wicara mencatat 3.627 jiwa, diikuti disabilitas ganda sebanyak 3.313 jiwa – angka yang cukup signifikan mengingat kondisi ganda berarti seseorang menanggung lebih dari satu jenis keterbatasan sekaligus.

Disabilitas mental tercatat sebanyak 2.736 jiwa, sementara disabilitas netra menjadi jenis yang paling sedikit ditemukan dengan 2.598 jiwa di seluruh provinsi.

Catatan penting: kolom penderita penyakit kronis tidak menampilkan data untuk seluruh wilayah – mengindikasikan data belum tersedia atau masih dalam proses pendataan oleh Dinas Sosial setempat.

Kabupaten Banggai mencatat jumlah penyandang disabilitas tertinggi di antara seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Total disabilitas di kabupaten ini mencapai 2.214 jiwa yang terdiri dari disabilitas netra 428, rungu/wicara 486, fisik/tubuh 524, mental 348, dan disabilitas ganda 428.

Dominasi Banggai di semua kategori disabilitas menunjukkan bahwa kabupaten ini memiliki populasi difabel terbesar yang membutuhkan perhatian layanan sosial paling intensif di provinsi ini.

Kabupaten Parigi Moutong menempati posisi kedua dengan total 1.930 jiwa penyandang disabilitas – terdiri dari netra 372, rungu/wicara 526, fisik 565, mental 396, dan ganda 465. Angka disabilitas fisik Parigi Moutong sebesar 565 jiwa bahkan menjadi yang tertinggi di seluruh Sulteng untuk kategori ini.

Kabupaten Poso mencatat total 1.781 jiwa penyandang disabilitas – netra 202, rungu/wicara 443, fisik 487, mental 319, dan ganda 330. Kabupaten ini konsisten masuk dalam lima besar wilayah dengan jumlah difabel terbanyak di Sulteng.

Kabupaten Donggala mencatat total 1.692 jiwa – netra 284, rungu/wicara 337, fisik 398, mental 336, dan ganda 337. Angka disabilitas mental Donggala sebesar 336 jiwa termasuk salah satu yang tertinggi di provinsi.

Di ujung lain, Kabupaten Banggai Laut mencatat jumlah penyandang difabel Sulteng paling sedikit dengan total hanya 315 jiwa – netra 47, rungu/wicara 82, fisik 89, mental 59, dan ganda 38. Angka ini jauh di bawah rata-rata kabupaten lain, kemungkinan dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang relatif lebih kecil.

Kabupaten Morowali Utara mencatat 734 jiwa penyandang disabilitas – netra 100, rungu/wicara 153, fisik 172, mental 134, dan ganda 175.

Berikut gambaran menyeluruh data penyandang disabilitas Sulawesi Tengah 2025 berdasarkan laporan Dinas Sosial Provinsi:

Total Provinsi Sulawesi Tengah: netra 2.598, rungu/wicara 3.627, fisik 4.018, mental 2.736, ganda 3.313. Total keseluruhan: 16.292 jiwa.

Angka disabilitas ganda sebesar 3.313 jiwa dalam data difabel Sulteng 2025 ini patut mendapat sorotan khusus. Penyandang disabilitas ganda menghadapi tantangan berlipat – mereka tidak hanya bergulat dengan satu keterbatasan, melainkan dua atau lebih jenis disabilitas sekaligus.

Kabupaten Parigi Moutong mencatat disabilitas ganda tertinggi dengan 465 jiwa, disusul Kabupaten Banggai dengan 428 jiwa, dan Kabupaten Buol dengan 327 jiwa.

Kelompok ini membutuhkan layanan rehabilitasi sosial yang lebih komprehensif, dukungan keluarga yang lebih intensif, serta anggaran perlindungan sosial yang lebih besar dari pemerintah daerah.

Data penyandang disabilitas Sulawesi Tengah 2025 bukan sekadar statistik administratif. Di balik angka 15.292 jiwa – atau lebih tepatnya 16.292 jiwa jika dijumlahkan seluruh kategori – terdapat ribuan warga yang membutuhkan akses layanan pendidikan inklusif, fasilitas kesehatan yang ramah difabel, serta perlindungan sosial yang memadai.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemerintah kabupaten/kota perlu menjadikan data ini sebagai dasar perencanaan kebijakan yang konkret – mulai dari penyediaan alat bantu disabilitas, pemberdayaan ekonomi difabel, hingga pembangunan infrastruktur publik yang benar-benar aksesibel bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

Sumber
Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah
Exit mobile version