Produksi ikan budidaya Bolaang Mongondow Timur 2025 mencetak angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Total seluruh komoditas budidaya di Kabupaten Boltim mencapai 926,75 ton pada 2025, naik dari 840,26 ton di tahun 2024. Data resmi ini dirilis oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Tabel 5.5.2). Ikan Nila memimpin dengan 547,4 ton, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung sektor budidaya perikanan darat Boltim.
Sektor budidaya ikan Boltim menunjukkan tren naik yang tidak pernah berhenti. Dari total 650,66 ton pada 2021, produksi terus tumbuh setiap tahunnya hingga menyentuh 926,75 ton di 2025 – tumbuh lebih dari 42 persen dalam lima tahun.
| Tahun | Total Produksi (Ton) |
|---|---|
| 2021 | 650,66 |
| 2022 | 715,34 |
| 2023 | 808,27 |
| 2024 | 840,26 |
| 2025 | 926,75 |
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas budidaya ikan di berbagai wilayah Boltim, baik di perairan tawar maupun perairan laut.
Ikan Nila/Nile Tilapia mempertahankan dominasinya sebagai komoditas budidaya terbesar di Boltim. Produksinya tumbuh dari 144,98 ton pada 2021 menjadi 547,4 ton di 2025 – naik lebih dari 277 persen dalam lima tahun. Lonjakan luar biasa ini menegaskan bahwa budidaya Nila telah menjadi pilihan utama pembudidaya ikan di Kabupaten Boltim.
Ikan Mas/Common Carp mencatat produksi 122,48 ton di 2025, menjadikannya komoditas terbesar kedua. Setelah sempat melonjak ke 162,53 ton pada 2023, produksinya sedikit terkoreksi namun tetap berada di level yang kuat.
| Komoditas | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---|---|---|---|---|
| Ikan Nila | 144,98 | 305,11 | 462,17 | 553,30 | 547,40 |
| Ikan Mas | 93,72 | 51,21 | 162,53 | 113,63 | 122,48 |
| Ikan Mujair | 102,79 | 179,42 | — | — | — |
| Lele/Catfish | 18,41 | 12,91 | 18,20 | 43,75 | 60,75 |
| Bandeng | 13,91 | 14,79 | 36,39 | 39,55 | 66,35 |
Bandeng/Milkfish menjadi komoditas dengan pertumbuhan persentase tertinggi dalam kelompok ikan budidaya Boltim. Produksinya melejit dari hanya 13,91 ton pada 2021 menjadi 66,35 ton di 2025 – tumbuh lebih dari 377 persen. Pertumbuhan ini memperlihatkan semakin tingginya minat pembudidaya terhadap komoditas bernilai ekonomi menengah-tinggi ini.
Lele/Catfish mencatat pertumbuhan yang tak kalah mengesankan. Dari 18,41 ton di 2021, produksinya melesat ke 60,75 ton di 2025 – tumbuh lebih dari 230 persen. Lele kini mengukuhkan dirinya sebagai komoditas budidaya air tawar ketiga terbesar di Boltim.
Gurame/Giant Gourami yang sempat tercatat sangat kecil (0,78 ton di 2021) kini tumbuh menjadi 56,12 ton di 2025. Pertumbuhan lebih dari 7.000 persen ini menjadikan Gurame sebagai komoditas dengan akselerasi paling dramatis dalam sektor budidaya Boltim.
Ikan Gabus/Snakehead juga menunjukkan kebangkitan, tumbuh dari 10,92 ton menjadi 50,61 ton di 2025 – naik hampir 363 persen dalam lima tahun.
Udang Windu terus tercatat dalam laporan produksi budidaya Boltim dengan angka 23,03 ton di 2025, sedikit meningkat dari 15,39 ton pada 2024. Komoditas ini memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi dikembangkan lebih jauh di wilayah pesisir Boltim.
Ikan Kerapu/Grouper yang sempat berproduksi 44,59 ton di 2021 tidak lagi tercatat sejak 2023, menunjukkan adanya pergeseran fokus budidaya di wilayah ini.
Lima tahun pertumbuhan berturut-turut tanpa satu pun tahun mengalami penurunan membuktikan ketangguhan sektor budidaya ikan Boltim. Dengan diversifikasi komoditas yang semakin luas – dari Nila, Ikan Mas, Bandeng, Lele, Gurame, hingga Udang dan Gabus – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki fondasi kuat untuk menjadi sentra aquakultur andalan di Sulawesi Utara dalam tahun-tahun mendatang.
- Dinas Perikanan Boltim Salurkan Ribuan Benih Ikan Nila
- Menggebrak dengan Kandungan Maha Laut: 13 Keajaiban Ikan Lele untuk Tubuhmu!
- Jokowi Resmikan Tambak Udang Vaname
