Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, menyebut pembentukan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Boltim menjadi momentum untuk membenahi pemahaman mengenai tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Hal itu disampaikan Samsudin usai mengikuti penanaman pohon di halaman Kantor Bupati Boltim, Rabu (6/5/2026) sore, dalam rangkaian pertemuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABPEDNAS Sulawesi Utara (Sulut) bersama DPC ABPEDNAS Boltim dan anggota BPD se-Boltim.
“A ini sementara kita lakukan perbaikan. Justru ini momentum yang tepat ketika ada pembentukan ini, ABPEDNAS ya, kesempatan untuk, e, kita akan benar-benar mendudukkan tugas dan fungsi dari pada BPD sebagai legislatif di desa,” kata Samsudin.
Samsudin mengatakan, fungsi pengawasan yang dimiliki BPD jangan sampai membuat hubungan dengan pemerintah desa justru berujung tidak harmonis.
“Itu yang akan kami, sambil juga, jangan juga BPD seenaknya. Misalnya, melakukan sesuatu yang pada akhirnya juga merugikan di desa. Antara pemerintah desa dengan BPD nantinya tidak akur,” ujarnya.
Menurut Samsudin, persoalan hubungan antara pemerintah desa dan BPD sebelumnya juga sempat terjadi di sejumlah desa.
“Itu juga yang harus dihindari. Bukan berarti mereka pengawasan, tapi kaya, karena ini Pak Bupati, yang lalu-lalu, BPD lalu juga sempat problem dengan itu Pak,” katanya.
Ia berharap ABPEDNAS Boltim dapat mengambil peran dalam pembinaan anggota BPD di daerah tersebut.
“Nah ini tugas dari ABPEDNAS ini, yang dibawahi oleh pak HP, saya singkat HP Hamka Pontoh,” ucap Samsudin.
Samsudin juga menyampaikan dukungan DPRD Boltim terhadap kepengurusan ABPEDNAS Boltim yang baru terbentuk.
“Selamat kepada ABPEDNAS dan kami dari DPRD akan tetap mendukung apa yang disampaikan tadi oleh ketua ABPEDNAS terakhir (Dana),” tuturnya. (aah)
- Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy Ingin Desa di Boltim Bersih
- Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama Ingin Gedung Baru, Segini Besar Anggarannya
