Bitung 31 Maret 2026 | Infrastruktur akomodasi pariwisata Kota Bitung terus menunjukkan perkembangan yang konsisten. Data resmi Dinas Pariwisata Kota Bitung tahun 2025 mencatat total 58 hotel dengan 809 kamar terdaftar, 88 tempat tidur, dan 422 tenaga kerja – angka yang bertahan stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, 7 guest house tercatat aktif beroperasi di empat kecamatan, memperluas pilihan akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Bitung.
Berdasarkan Tabel 7.4 data Dinas Pariwisata Kota Bitung, sektor perhotelan kota ini terdiri dari berbagai klasifikasi yang melayani segmen wisatawan berbeda.
Hotel Berbintang mencakup dua hotel bintang 1 dengan 91 kamar (11 karyawan), dua hotel bintang 2 dengan 63 kamar (24 karyawan), serta satu hotel bintang 3 dengan 255 kamar dan 90 karyawan – menjadikan hotel bintang 3 sebagai penyumbang kamar terbesar dalam kategori ini.
Sementara itu, segmen Hotel Melati diisi oleh lima hotel melati 1 (55 kamar), tiga hotel melati 2 (151 kamar), dan enam hotel melati 3 (54 kamar). Kategori Resort/Cottage menyumbang 13 unit dengan 249 kamar dan 200 tenaga kerja, sedangkan Homestay mencatatkan 13 unit dengan 62 kamar dan 69 karyawan.
Data historis memperlihatkan konsistensi yang signifikan. Jumlah hotel Kota Bitung bertahan di angka 58 unit sepanjang 2022 hingga 2025. Namun, kapasitas kamar meningkat dari 799 kamar pada 2022 menjadi 809 kamar pada 2023–2025, menandakan adanya ekspansi kapasitas meski tanpa penambahan jumlah properti baru.
Jumlah tempat tidur terdaftar juga naik dari 82 unit (2022) menjadi 88 unit (2023–2025), sementara tenaga kerja di sektor ini mengalami penyesuaian dari 686 orang (2022) menjadi 422 orang pada dua tahun terakhir.
Dari sisi akomodasi alternatif, Tabel 7.10 mencatat 7 guest house terdaftar yang tersebar di empat kecamatan Kota Bitung dengan total 61 kamar dan 9 tenaga kerja.
Kecamatan Madidir memimpin dengan 2 guest house dan 25 kamar serta 5 tenaga kerja. Kecamatan Maesa menyusul dengan 2 guest house, 11 kamar, dan 4 tenaga kerja. Sementara Aertembaga dan Ranowulu masing-masing mencatatkan 1 guest house – Aertembaga dengan 10 kamar dan Ranowulu dengan 13 kamar.
Kecamatan Girian turut berkontribusi dengan 1 guest house berkapasitas 2 kamar, sedangkan Matuari, Lembeh Selatan, dan Lembeh Utara belum mencatatkan guest house terdaftar hingga 2025.
Ketersediaan data akomodasi yang lengkap dan terperinci ini mencerminkan keseriusan Dinas Pariwisata Kota Bitung dalam memetakan kapasitas industri wisata daerah. Peta persebaran hotel dan guest house di Bitung menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merancang strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan merata di seluruh kecamatan.
Dengan potensi wisata bahari dan ekologi yang dimiliki Bitung, ketersediaan akomodasi yang beragam diharapkan semakin menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung dan memperpanjang masa tinggal mereka di kota ini.
- Trik Cari Hotel Murah di Jakarta Buat Tahun Baru
- Penyambutan Adat Tahlis Gallang sebagai Pjs Bupati Bolsel: Tradisi dan Harapan Baru
