Jl. Kemang Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 95765
Email: redaksi@waktu.news
· Telepon: 08122225381
· WhatsApp: 08122225381
Dokumen Berita
07 Desember 2021, 12:48
WITA
WN-20211207-000769
Tutuyan, WAKTU.news - pengusulan Smart village atau desa cerdas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menuai sorotan. Dari sekitar 20 desa yang diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boltim, hanya berada di lima kecamatan. Sementara dua kecamatan lainya, tidak satupun yang diusulkan. Seperti dikataka
Oleh
Abdul Agus Heydemans
Editor:
Redaksi
07 Desember 2021, 12:48
WITA
2
menit baca
3.913 kali dibaca
Kerja Sama
Tutuyan, WAKTU.news - pengusulan Smart village atau desa cerdas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menuai sorotan.
Dari sekitar 20 desa yang diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boltim, hanya berada di lima kecamatan. Sementara dua kecamatan lainya, tidak satupun yang diusulkan.
Seperti dikatakan Kepala Desa Nuangan Barat, Lutfi Mokoagow, kepada wartawan waktu.news, beberapa hari lalu.
"Bayangkan dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Nuangan, tidak ada satupun diusulkan," kata Lutfi Mokoagow.
Ia menyesalkan sikap Dinas PMD Boltim, cenderung tidak selektif dalam mengusulkan nama desa tanpa memperhatikan kecamatan lain, yang walau bagaimanapun memiliki kemungkinan lolos dan masuk program smart village tahun 2022.
Jika hanya jaringan telekomunikasi, kelayakan BUMDes dan ketersediaan sumber daya manusia menurut Lutfi, di Kecamatan Nuangan juga banyak desa yang memenuhi persyaratan.
"Jadi, sebenarnya Kecamatan Nuangan ini apa, sehingga tidak yang ter-cover walau hanya satu desa," sesal Lutfi yang juga merupakan Ketua Forum Kades Se-Boltim ini.
Tidak hanya Kecamatan Nuangan, bahkan di Kecamatan Motongkad pun tak ada sama sekali yang masuk dalam 20 usulan desa cerdas, program P3D fase ke dua Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (PPDSD) Kemendes PDTT.
Sementara, Kepala Bidang Pemdes D-PMD Boltim, Rusli Dajo, ketika dihubungi waktu.news mengatakan, kedua puluh desa yang diusulkan, masih akan diverifikasi lagi.
"Baru kami usulankan, lagian masih akan diversifikasi lagi, belum tentu juga dapat," kata Rusli Dajo, Selasa (7/12/2021).
Rusli menjelaskan, program Smart Village atau desa cerdas ini merupakan hasil perjuangan dari DPRD Boltim di Kemendes PDTT, April lalu.
"Nah, tentunya kami bertanya ke mereka, referensi desa mana. Karena program ini mereka yang cari," terangnya.
Namun, jika nanti ada desa yang tidak memenuhi kriteria Kemendes PDTT, maka Dinas PMD Boltim tentunya akan kembali mengusulkan nama desa pengganti.
"Kalau ada desa yang tidak memenuhi syarat, maka untuk menggenapi 20 usulan, kami cari desa lain," tambah Rusli. (aah)
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai
apresiasi terhadap karya jurnalistik
Abdul Agus Heydemans.
Mulai Rp10.000
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.
Waktu.News Reader Support
Dukung karya jurnalistik ini
Artikel
20 Usulan Smart Village di Boltim Tuai Sorotan
Oleh Abdul Agus Heydemans
Dukungan
Belum dipilih
PenerimaPT Voice News Network
✓
Instruksi Transfer Bank
Transaksi telah dibuat dan menunggu transfer serta verifikasi.
Kode Dukungan
—
Nominal Transfer
—
Penerima—
Penting
Transfer sesuai nominal transaksi.
Status dukungan tetap Pending sampai
pembayaran diverifikasi Waktu.News.
Pilih nominal dukungan terlebih dahulu.
Informasi dan verifikasi dokumen
Penulis: Abdul Agus Heydemans
Editor: Redaksi Waktu.News
ID dokumen: WN-20211207-000769
Kode verifikasi: 4AE5806A8275
Dokumen ini merupakan salinan cetak artikel resmi.
Pindai QR pada kepala dokumen atau kunjungi URL sumber
untuk memeriksa versi daring terbaru.