Berita Boltim

20 Usulan Smart Village di Boltim Tuai Sorotan

Tutuyan, WAKTU.news – pengusulan Smart village atau desa cerdas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menuai sorotan.

Dari sekitar 20 desa yang diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boltim, hanya berada di lima kecamatan. Sementara dua kecamatan lainya, tidak satupun yang diusulkan.

Seperti dikatakan Kepala Desa Nuangan Barat, Lutfi Mokoagow, kepada wartawan waktu.news, beberapa hari lalu.

“Bayangkan dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Nuangan, tidak ada satupun diusulkan,” kata Lutfi Mokoagow.

Ia menyesalkan sikap Dinas PMD Boltim, cenderung tidak selektif dalam mengusulkan nama desa tanpa memperhatikan kecamatan lain, yang walau bagaimanapun memiliki kemungkinan lolos dan masuk program smart village tahun 2022.

Jika hanya jaringan telekomunikasi, kelayakan BUMDes dan ketersediaan sumber daya manusia menurut Lutfi, di Kecamatan Nuangan juga banyak desa yang memenuhi persyaratan.

“Jadi, sebenarnya Kecamatan Nuangan ini apa, sehingga tidak yang ter-cover walau hanya satu desa,” sesal Lutfi yang juga merupakan Ketua Forum Kades Se-Boltim ini.

Tidak hanya Kecamatan Nuangan, bahkan di Kecamatan Motongkad pun tak ada sama sekali yang masuk dalam 20 usulan desa cerdas, program P3D fase ke dua Pusat Pengembangan Daya Saing Desa (PPDSD) Kemendes PDTT.

Sementara, Kepala Bidang Pemdes D-PMD Boltim, Rusli Dajo, ketika dihubungi waktu.news mengatakan, kedua puluh desa yang diusulkan, masih akan diverifikasi lagi.

“Baru kami usulankan, lagian masih akan diversifikasi lagi, belum tentu juga dapat,” kata Rusli Dajo, Selasa (7/12/2021).

Rusli menjelaskan, program Smart Village atau desa cerdas ini merupakan hasil perjuangan dari DPRD Boltim di Kemendes PDTT, April lalu.

“Nah, tentunya kami bertanya ke mereka, referensi desa mana. Karena program ini mereka yang cari,” terangnya.

Namun, jika nanti ada desa yang tidak memenuhi kriteria Kemendes PDTT, maka Dinas PMD Boltim tentunya akan kembali mengusulkan nama desa pengganti.

“Kalau ada desa yang tidak memenuhi syarat, maka untuk menggenapi 20 usulan, kami cari desa lain,” tambah Rusli. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button