BOLTARA, WAKTU.NEWS — Sebanyak 21 pelaku UMKM di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mengikuti kegiatan Kurasi dan Fasilitasi Produk UMKM untuk Akses Pasar Ritel Modern, Senin, 12 Oktober 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Galeri IKM dan UMKM Kawasan Batu Pinagut. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boltara, Hi. Abdul Muto Daeng Mulisa, S.Pd., M.M., hadir mewakili Pelaksana Tugas Bupati Boltara sekaligus membuka kegiatan.

Kurasi bertujuan menilai kelayakan produk UMKM daerah agar dapat dipasarkan melalui jaringan ritel modern.

Peserta juga mendapatkan edukasi dan pendampingan langsung dari praktisi ritel terkait standardisasi produk yang diminati pasar. Kegiatan tersebut sekaligus membuka akses kemitraan antara UMKM lokal dan manajemen ritel modern.

Produk UMKM Dinilai Alfamart dan Indomaret

Proses kurasi dilakukan langsung tenaga profesional dari manajemen ritel modern PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret).

Sebanyak 21 pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan merupakan hasil binaan Dinas Perdagangan dan Dekranasda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

BACA JUGA
Penguatan akses pasar bagi pelaku usaha juga menjadi fokus dalam Gebyar UMKM Merah Putih 2026 yang digelar Pemkab Minahasa Selatan di Boulevard Teluk Amurang.

Sumber mencatat terdapat total 1.942 UMKM di Boltara yang juga disebut memiliki peluang untuk masuk ke jaringan ritel modern.

Pelaksanaan kurasi melibatkan pemetaan dan partisipasi sektor ritel modern serta usaha kuliner.

Pada sektor ritel modern, terdapat 12 gerai Alfamart, 16 gerai Indomaret, dan satu gerai Citramart. Sementara dari sektor usaha kuliner, sebanyak empat gerai kafe diundang dalam kegiatan tersebut.

Pemkab Dorong UMKM Boltara Naik Kelas

Dalam sambutannya, Abdul Mutoh menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong UMKM Boltara naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.

Menurutnya, kegiatan kurasi menjadi langkah strategis dalam menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM.

Tantangan tersebut mencakup standardisasi kualitas, kemasan, perizinan, hingga kontinuitas produk agar mampu memenuhi standar pasar modern yang ketat.

Ia juga berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Daerah, Dekranasda, Dinas Perdagangan, dan manajemen ritel modern.

Pendampingan diharapkan tidak berhenti pada proses kurasi. UMKM yang telah mengikuti tahapan tersebut diharapkan terus dibina hingga benar-benar layak dijual di pasar modern.

BACA JUGA
Selain pembinaan produk, Pemkab Boltara juga menggelar sosialisasi Pajak Sarang Burung Walet kepada para pelaku usaha di wilayah tersebut.

Kegiatan turut dihadiri Plt Ketua TP PKK Kabupaten Boltara sekaligus Ketua Dekranasda Boltara, Ny. Moy Olivia Pontoh Mamonto, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, pimpinan atau perwakilan Alfamart, Indomaret dan Citramart, serta para pelaku UMKM peserta kurasi.