aviator.com.az
bretagne-triathlon.com
bsl.community
entriforccm.eu
kidstravel2.com
minnaz.ru
nayora.org
sentrad.org
watchalfavit.ru

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

bLOG Waktu
Nadi

31 Persen Sampah Bolmut Tidak Terangkut Sepanjang 2025, Lima Armada Kewalahan Layani Enam Kecamatan

Advertisement

Pengelolaan sampah Bolmut 2025 mencatat angka yang mengkhawatirkan. Dari total 12.848,28 m³ sampah yang diproduksi sepanjang tahun, hanya 8.906,40 m³ yang berhasil diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Sisanya – 3.941,88 m³ atau setara 31 persen – tertinggal tanpa penanganan, bulan demi bulan, selama dua belas bulan penuh.

Fakta ini bukan sekadar angka. Ini adalah cerminan nyata dari krisis kapasitas pengelolaan sampah yang menghantui kabupaten yang sedang giat membangun sektor pariwisatanya.

Advertisement

Angka paling mencolok dari data Dinas Lingkungan Hidup Bolmut bukan soal volume sampah – melainkan soal jumlah armada. Selama dua belas bulan berturut-turut, jumlah kendaraan pengangkut sampah tidak pernah berubah: tetap 5 unit setiap bulannya.

Lima armada. Enam kecamatan. Lebih dari seribu meter kubik sampah setiap bulan.

Matematikanya tidak pernah berhasil. Setiap bulan rata-rata 328,69 m³ sampah gagal terangkut – setara lebih dari 65 truk kapasitas standar yang dibiarkan kosong tanpa bergerak.

Advertisement

Satu anomali menarik tersembunyi di balik data ini. Volume produksi sampah Bolmut tidak pernah bergeser sedikit pun – selalu tepat 1.070,69 m³ dari Januari hingga Desember. Konsistensi yang nyaris mustahil ini menunjukkan pola pendataan yang seragam sepanjang tahun.

Namun sisi pengangkutannya justru bercerita berbeda. Volume sampah terangkut berfluktuasi cukup tajam – dan polanya mengungkap persoalan yang lebih dalam dari sekadar kurangnya armada:

Bulan terbaik:

  • Juli – 817,60 m³
  • Desember – 809,60 m³
  • Agustus – 805,20 m³

Bulan terlemah:

Advertisement
  • Oktober – 664,80 m³
  • Februari – 669,20 m³
  • Januari – 707,60 m³

Selisih antara puncak dan lembah kinerja mencapai 152,80 m³ – sebuah gap yang terlalu besar untuk diabaikan. Pertanyaannya: mengapa Oktober dan Februari selalu menjadi titik terlemah? Apakah faktor cuaca, kerusakan kendaraan, rotasi personel, atau kombinasi ketiganya?

Jawaban atas pertanyaan ini belum tersedia dalam data – dan justru itulah yang perlu segera ditelusuri Dinas Lingkungan Hidup Bolmut.

Setiap meter kubik sampah yang tidak terangkut bukan angka mati di atas kertas. Di lapangan, 3.941,88 m³ sampah yang terakumulasi sepanjang 2025 berpotensi memicu dampak berlapis yang serius:

Lingkungan – Lindi dari tumpukan sampah organik meresap ke tanah dan mencemari sumber air bawah tanah yang digunakan warga. Gas metana yang dihasilkan sampah yang membusuk turut menyumbang emisi gas rumah kaca.

Kesehatan – Tumpukan sampah yang tidak terkelola menjadi ladang subur bagi vektor penyakit: nyamuk, lalat, dan tikus yang membawa berbagai penyakit menular ke permukiman warga sekitar.

Pariwisata – Inilah ironi paling mencolok. Di saat Bolmut sedang membangun reputasi sebagai destinasi wisata dengan 110.773 kunjungan wisatawan di 2025, persoalan sampah yang belum tuntas bisa menjadi batu sandungan yang merusak citra daerah di mata pengunjung.

Advertisement

Pengelolaan sampah Bolmut tidak bisa terus berjalan dengan formula yang sama dan berharap hasil berbeda. Pemerintah daerah perlu bergerak cepat pada tiga front sekaligus:

Pertama – Tambah armada secara signifikan. Lima unit untuk seluruh Bolmut jelas tidak memadai. Minimal diperlukan penambahan 3 hingga 5 unit kendaraan baru agar gap 31 persen bisa mulai ditekan secara berarti.

Kedua – Audit penyebab fluktuasi bulanan. Dinas Lingkungan Hidup perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap bulan-bulan dengan kinerja rendah – khususnya Oktober dan Februari. Identifikasi akar masalahnya: apakah soal SDM, kondisi kendaraan, rute pengangkutan, atau faktor eksternal lainnya.

Ketiga – Dorong pengurangan sampah dari sumbernya. Program bank sampah, edukasi pemilahan di tingkat rumah tangga, dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas bisa menekan volume produksi – sehingga beban armada yang ada menjadi lebih realistis untuk ditangani.

Bolaang Mongondow Utara sedang berdiri di persimpangan penting. Di satu sisi, sektor pariwisata terus tumbuh dan wisatawan terus berdatangan. Di sisi lain, pengelolaan sampah Bolmut masih meninggalkan sepertiga volume tak tertangani setiap tahunnya.

Dua kenyataan ini tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri-sendiri. Kabupaten yang ingin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan harus terlebih dahulu beres dalam urusan dasarnya – dan kebersihan lingkungan adalah yang paling mendasar dari semuanya.

Data 2025 sudah memberikan peta masalah yang jelas. Kini pertanyaannya bukan lagi apa yang salah – melainkan seberapa cepat pemerintah Bolmut bergerak untuk memperbaikinya.

Advertisement
Via
Waktu
Sumber
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 2025

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button