420 Pasien RSUD Bolmut Dirujuk Sepanjang 2025, Gorontalo Jadi Tujuan Utama
RSUD Bolaang Mongondow Utara mencatat 420 pasien rujukan sepanjang 2025, dengan 364 di antaranya diarahkan ke rumah sakit di Provinsi Gorontalo. Data itu menunjukkan ketergantungan signifikan Bolmut terhadap fasilitas kesehatan di luar wilayah Sulawesi Utara.

RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mencatat total 420 pasien rujukan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 364 pasien atau sekitar 86 persen dari total rujukan mengalir ke berbagai rumah sakit di Provinsi Gorontalo. Sisanya tersebar ke rumah sakit di Manado, Kotamobagu, dan Minahasa Selatan.
Dominasi Gorontalo sebagai tujuan rujukan mencerminkan kedekatan geografis sekaligus keterbatasan layanan spesialistik di RSUD Bolmut. Situasi ini mendorong pasien menempuh jarak lebih jauh demi mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap. Tren ini pun berlanjut hingga awal 2026 dengan 103 pasien rujukan tercatat hanya dalam tiga bulan pertama.
RS Aloei Saboe Gorontalo Tampung Terbanyak, Disusul MM Dunda Limboto
Di antara seluruh rumah sakit tujuan rujukan, RS Aloei Saboe Gorontalo menempati posisi teratas dengan menerima 182 pasien dari Bolmut sepanjang 2025. RS MM Dunda Limboto menyusul di urutan kedua dengan 108 pasien. Dua rumah sakit di Gorontalo ini saja sudah menampung lebih dari 70 persen dari total pasien rujukan Bolmut selama setahun penuh.
Sementara itu, 46 pasien menjalani rujukan ke berbagai rumah sakit di Manado. Delapan pasien lainnya diarahkan ke RS di Kotamobagu dan dua pasien ke Minahasa Selatan. Perincian tujuan rujukan ke Manado mencakup RS Prof. Kandou 21 pasien, RS ODSK 15 pasien, RS Sentra Medika 7 pasien, Rumkit R.W. Monginsidi 2 pasien, RS DR JH Awaloei Tateli 2 pasien, dan RSJ Ratumbuysang 1 pasien. Adapun di Kotamobagu, RS Monompia menerima 6 pasien dan RS Kota Kotamobagu 2 pasien.
Tiga Bulan Pertama 2026, Gorontalo Kembali Dominasi Tujuan Rujukan Bolmut
Memasuki 2026, pola rujukan RSUD Bolmut tidak banyak berubah. Periode Januari hingga Maret 2026 mencatat 103 pasien rujukan, dengan 90 pasien atau sekitar 87 persen kembali diarahkan ke rumah sakit di Gorontalo. Hanya 13 pasien yang menjalani rujukan ke rumah sakit di Manado selama tiga bulan tersebut.
Konsistensi pola ini menegaskan bahwa Gorontalo tetap menjadi andalan utama layanan rujukan bagi warga Bolmut. Kondisi itu sekaligus menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kapasitas layanan spesialistik di RSUD Bolmut. Ketersediaan dokter spesialis dan peralatan medis yang memadai di rumah sakit daerah menjadi kunci untuk menekan angka rujukan keluar wilayah ke depannya.
- Kapal Layanan Kesehatan “Rumah Sehat BAZNAS” Resmi Berlayar di Sulut, Perkuat Akses Medis hingga Perbatasan
- RSUD Bolaang Mongondow Utara 2025: Kunjungan Pasien Turun, Kapasitas Tempat Tidur Bertambah