Nasional

Amin Lasena: Sinyo Harry Sarundajang, Itu Pemimpin Paripurna, Ilmu Kepemimpinannya Sempurna, Relegius dan Nasionalis

Waktu.news | Kepergian Sinyo Harry Sarundajang membuat duka buat bangsa Indonesia lebih khusunya untuk warga sulawesi utara. Wakil Bupati Bolmut, Drs. Hi. Amin Lasena, MAP juga merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang (SHS)

“Rest In Peace, Selamat Jalan putra bangsa, orang tua, guru, sekaligus kolega, beliau orang Baik, banyak memberi inspirasi, semoga Tuhan Yang Maha Esa menempatkan Beliu ditempat yang terbaik di sisiNya,” ungkap Amin Lasena.

Beliau seperti seorang ayah dan anak, kakak dan adik, guru dan murid,”curhat Wabup tentang kedekatannya dengan almarhum.

“Banyak kesan yang saya dapatkan dengan beliau, 10 tahun beliau memimpin Sulut,  seingat saya beliau sudah 9 kali hari raya idul fitri silaturahmi kerumah saya,” ungkap Lasena.

Pada tahun 2009, SHS mengutus saya bersama tokoh lintas dari Sulawesi Utara Untuk berangkat ke Negara-negara Eropa yakni Belanda, Belgia, Perancis dan Jerman dengan tujuan untuk melihat perkembangan Agama Islam di negara tersebut.

“Waktu itu beliau panggil saya, dan berkata “Eh Amin Ngana Pigi di Eropa sana dulu Kong Ngana Lia itu perkembangan Islam disana, dan ngana pigi di Universitas Islam Nederland Belanda,” Ujar Amin Lasena sambil tersenyum mengenang masa itu.

Lebih lanjut dia wabup menceritakan, setelah Kembali Eropa, saya dipanggil lagi oleh beliau untuk berbagi pengalamannya semasa di Benua Biru itu.

“Tanpa Panjang lebar, langsung Beliau bertanya, “eh Amin apa ngana pe kesan tentang Eropa, saya langsung jawab Eropa Maju Pak, bukan karena kemajuan IPTEKnya tapi budayanya, salah satu yang menonjol adalah budaya jujur dan disiplin dan ini yg belum ada di negeri ini, Jadi kalau mau negeri kita maju tumbuhkan budaya Jujur dan disiplin bagi Pemimpin dan Rakyatnya,“ ungkapnya sambil tersenyum lagi.

Menurut Amin Lasena, SHS Itu pemimpin paripurna, ilmu kepemimpinannya sempurna, relegius dan nasionalis.

“Pastinya, Beliau itu Pemimpin Paripurna, beliau orang baik, banyak membantu orang tanpa membedakan suku, agama, golongan strata sosial, itu yang ingin saya adopsi dari konsep kepempinan SHS,” Ungkapnya.(**)

Redaksi Waktu

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button