Bandar Rokok Nusantara (BARON) Tembus Pasar Asia–Australia, Siap Angkat Harga Tembakau Petani Indonesia
Bandar Rokok Nusantara (BARON) menyiapkan ekspansi besar melalui program E-PARSIA untuk menembus pasar rokok Asia, Australia, hingga Eropa demi meningkatkan serapan tembakau petani Indonesia.

Bandar Rokok Nusantara (BARON) mulai mengembangkan strategi ekspansi pasar rokok ke tingkat internasional. Perusahaan tersebut menargetkan kawasan Asia dan Australia sebagai pintu awal sebelum memperluas pasar ke Eropa.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat industri rokok nasional sekaligus membuka pasar baru bagi tembakau yang dihasilkan jutaan petani Indonesia.
Owner Bandar Rokok Nusantara (BARON), Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menyebut ekspansi ini sebagai bagian dari misi memperluas pasar tembakau Indonesia di dunia internasional.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Bandar Rokok Nusantara (BARON) meluncurkan program ekspansi pasar bernama E-PARSIA.
Program ini dirancang untuk membuka jaringan distribusi rokok Indonesia di berbagai negara di kawasan Asia dan Australia.
Dalam tahap awal, program E-PARSIA akan menyasar beberapa negara, antara lain:
- Malaysia
- Filipina
- Hongkong
- China
- Thailand
- Vietnam
- Kamboja
- Australia
Setelah pasar di kawasan tersebut berkembang, ekspansi akan dilanjutkan ke wilayah Eropa.
Pemilik Bandar Rokok Nusantara (BARON) yang akrab disapa Gus Lilur menegaskan bahwa ekspansi ini juga bertujuan meningkatkan nilai ekonomi tembakau Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena jutaan petani menggantungkan hidup dari sektor tembakau.
“Petani tembakau di Republik Indonesia berjumlah jutaan jiwa. Tembakau kita melimpah. Sudah saatnya kita menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Gus Lilur, Rabu (11/3/2026).
Gus Lilur menjelaskan bahwa salah satu cara meningkatkan kesejahteraan petani adalah dengan memperluas pasar rokok Indonesia ke luar negeri.
Dengan adanya pasar internasional, hasil tembakau dari petani diharapkan bisa dibeli dengan harga yang lebih tinggi.
Menurutnya, harga yang layak akan membuat petani tembakau memiliki kehidupan yang lebih sejahtera.
Bandar Rokok Nusantara menilai kawasan Asia, Eropa, bahkan Amerika sebagai pasar potensial untuk produk rokok berbasis tembakau Indonesia.
Karena itu, perusahaan tersebut mulai membangun jaringan pasar di berbagai negara melalui program ekspansi yang telah disiapkan.
Dengan strategi ekspansi global ini, Bandar Rokok Nusantara (BARON) optimistis industri tembakau nasional dapat berkembang lebih besar.
Perluasan pasar diharapkan mampu meningkatkan permintaan tembakau Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi jutaan petani di Tanah Air.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk rokok Indonesia di pasar internasional.
- Larangan Penjualan Rokok Batangan Tahun 2023 Sesuai Dengan Kepres 25 Tahun 2022
- Cukai Tembakau Naik 10%, 15 Persen E-cigarette, 2023-2024 Harga Rokok Meroket
- Bupati Boltim Dorong Kawasan Tanpa Rokok, 30 Nakes Jadi Ujung Tombak