Senada dengan pernyataan Ketua Bawaslu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boltim, Ahmad Alheid, juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap potensi kerawanan Pemilu, terutama terkait penggunaan media sosial.
“Kami dari Kesbangpol Boltim melihat soal kerawanan Pemilu, seperti di medsos itu sudah banyak postingan yang berlebihan. Postingan secara moralitas dan hukum adat istiadat sudah tidak normal dan merusak nilai-nilai etika. Ada yang menghasut dan menghina menghujat, yang paling banyak itu dari akun – akun palsu. Itu juga harus ditelusuri pake alat khusus karena di Boltim tensi politik tinggi karena hanya dua pasang, jika calon nya lebih masih ada kemungkinan akan menyebar dukungan masyarakat dan tensinya biasa saja,” ujar Alheid.
Alheid juga menggarisbawahi pentingnya netralitas ASN dalam proses politik. Menurutnya, ASN diperbolehkan hadir dalam kegiatan politik selama mereka tidak menjadi peserta aktif atau menggunakan atribut partai politik maupun calon tertentu.
Rakor tersebut turut dihadiri berbagai elemen, seperti tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, TNI, Wakapolres Boltim, serta sejumlah awak media. (adve)
Senada dengan pernyataan Ketua Bawaslu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boltim, Ahmad Alheid, juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap potensi kerawanan Pemilu, terutama terkait penggunaan media sosial.
“Kami dari Kesbangpol Boltim melihat soal kerawanan Pemilu, seperti di medsos itu sudah banyak postingan yang berlebihan. Postingan secara moralitas dan hukum adat istiadat sudah tidak normal dan merusak nilai-nilai etika. Ada yang menghasut dan menghina menghujat, yang paling banyak itu dari akun – akun palsu. Itu juga harus ditelusuri pake alat khusus karena di Boltim tensi politik tinggi karena hanya dua pasang, jika calon nya lebih masih ada kemungkinan akan menyebar dukungan masyarakat dan tensinya biasa saja,” ujar Alheid.
Alheid juga menggarisbawahi pentingnya netralitas ASN dalam proses politik. Menurutnya, ASN diperbolehkan hadir dalam kegiatan politik selama mereka tidak menjadi peserta aktif atau menggunakan atribut partai politik maupun calon tertentu.
Rakor tersebut turut dihadiri berbagai elemen, seperti tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, TNI, Wakapolres Boltim, serta sejumlah awak media. (adve)
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Abdul Agus Heydemans.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.