
Belanja daerah Bolaang Mongondow Timur 2025 mencatat angka menggembirakan. Pemerintah Kabupaten Boltim berhasil merealisasikan total belanja sebesar Rp512,38 miliar, naik dari realisasi tahun 2024 yang menyentuh Rp490,93 miliar. Data ini resmi dirilis oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagai bagian dari laporan keuangan daerah periode 2022–2025.
Pemulihan tren belanja ini menjadi sinyal positif setelah dua tahun berturut-turut mengalami kontraksi pada 2023 dan 2024.
Realisasi APBD Boltim 2025 menutup siklus empat tahun yang penuh dinamika. Dari puncak tertinggi di 2022, belanja daerah Boltim sempat menyusut selama dua tahun sebelum akhirnya bangkit kembali di 2025.
| Tahun | Total Realisasi Belanja (Ribu Rp) |
|---|---|
| 2022 | Rp570.034.408 |
| 2023 | Rp539.550.404 |
| 2024 | Rp490.936.747 |
| 2025 | Rp512.388.170 |
Kenaikan sebesar Rp21,45 miliar dari 2024 ke 2025 memperlihatkan kapasitas fiskal daerah yang kembali menguat dan penyerapan anggaran yang semakin optimal.
Komponen paling mencolok dalam struktur belanja tidak langsung Boltim 2025 adalah Belanja Bantuan Keuangan. Pos ini melonjak tajam dari Rp36,76 miliar pada 2024 menjadi Rp89,61 miliar di 2025 – tumbuh lebih dari 143 persen hanya dalam satu tahun fiskal.
Lonjakan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat dukungan keuangan kepada entitas pemerintahan di bawahnya, termasuk desa dan kelurahan, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Di sisi lain, belanja pegawai – komponen terbesar dalam kelompok belanja tidak langsung – justru mencatat penurunan. Realisasinya turun dari Rp241,85 miliar pada 2024 menjadi Rp216,16 miliar di 2025.
Efisiensi pada pos belanja pegawai ini memberi ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah Boltim untuk mengalihkan anggaran ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
| Komponen | 2024 (Ribu Rp) | 2025 (Ribu Rp) |
|---|---|---|
| Belanja Pegawai | 241.853.554 | 216.165.834 |
| Belanja Hibah | 30.234.513 | 5.742.919 |
| Belanja Bantuan Sosial | 1.466.000 | 948.500 |
| Belanja Bagi Hasil | 937.403 | 217.099 |
| Belanja Bantuan Keuangan | 36.763.369 | 89.619.727 |
| Belanja Tidak Terduga | 1.155.358 | 1.358.689 |
Belanja hibah mengalami koreksi signifikan, turun dari Rp30,23 miliar menjadi Rp5,74 miliar. Sementara belanja tidak terduga sedikit meningkat, mengindikasikan adanya kebutuhan penanganan kejadian di luar perencanaan rutin sepanjang tahun 2025.
Pada kelompok belanja langsung, belanja modal pemerintah Bolaang Mongondow Timur mencatat pertumbuhan paling impresif. Realisasinya melesat dari Rp39,43 miliar pada 2024 menjadi Rp63,05 miliar di 2025 – tumbuh sekitar 59 persen dalam satu tahun.
Akselerasi belanja modal ini menegaskan bahwa pemerintah Boltim menempatkan pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset publik sebagai prioritas strategis dalam agenda pembangunan daerah 2025.
Belanja barang dan jasa mengalami penyesuaian moderat, turun dari Rp139,09 miliar menjadi Rp135,27 miliar. Koreksi ini bukan merupakan sinyal negatif, melainkan cerminan dari upaya efisiensi yang disengaja guna memberikan ruang lebih besar bagi belanja modal yang bersifat jangka panjang.
| Komponen | 2024 (Ribu Rp) | 2025 (Ribu Rp) |
|---|---|---|
| Belanja Pegawai | 241.853.553 | 216.165.834 |
| Belanja Barang & Jasa | 139.095.202 | 135.279.307 |
| Belanja Modal | 39.431.348 | 63.056.095 |
Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah Bolaang Mongondow Timur 2025 memperlihatkan kinerja fiskal yang semakin sehat dan terarah. Pergeseran orientasi dari belanja operasional menuju belanja modal yang lebih produktif menjadi bukti nyata transformasi pengelolaan keuangan daerah Boltim.
Dengan fondasi fiskal yang semakin kuat, pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berpeluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan dalam tahun-tahun mendatang.
- Bupati Boltara Siapkan Strategi Tekan Belanja Pegawai Jelang Batas 30 Persen APBD 2027
- Insentif Fiskal Bolmut 2024: Dari Nol ke Milyaran, Kabar Baik untuk Kemajuan Kesejahteraan Masyarakat
- Dr. Sirajudin Lasena Dapat Apresiasi dari Kemenkeu dalam Pengendalian Inflasi, Terima Insentif Fiskal Rp 6,4 Miliar
- Kabupaten Bolmut Raih Insentif Fiskal Terbesar di Sulut dalam Pengendalian Inflasi 2024