Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

bLOG Waktu
Nasional

Bonus Atlet SEA Games 2025: Indonesia Raih 57 Emas, Peraih Emas Dijanjikan Rp1 Miliar

Pemerintah siapkan apresiasi untuk peraih medali, nilai bonus perak dan perunggu masih dibahas

Advertisement

Kontingen Indonesia terus menambah koleksi medali di SEA Games Thailand 2025. Hingga Selasa, 16 Desember 2025, Indonesia tercatat mengamankan 57 medali emas dari berbagai cabang olahraga.

Tak hanya emas, Merah Putih juga mengumpulkan 67 perak dan 64 perunggu. Totalnya, Indonesia sudah menggenggam 188 medali dan bertahan di papan atas klasemen sementara.

Advertisement

Bonus Atlet Jadi Sorotan, Emas Dapat Nominal Tertinggi

Selain mengejar podium, publik juga menyorot bonus atlet. Pemerintah menyiapkan apresiasi bagi atlet yang menyumbang medali-namun nilainya berbeda sesuai warna medali.

Yang paling besar tentu untuk peraih emas. Mengacu pada informasi dari laman resmi Kemenpora, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana kenaikan bonus untuk peraih emas SEA Games 2025.

Prabowo: Peraih Emas Akan Terima Rp1 Miliar

Pemerintah disebut akan memberikan bonus Rp1 miliar bagi atlet Indonesia yang meraih medali emas. Kebijakan ini diposisikan sebagai wujud komitmen untuk mendorong prestasi sekaligus memperkuat dukungan terhadap olahraga nasional.

Advertisement

Erick Thohir: Upaya Sejahterakan Masa Depan Atlet

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menegaskan bonus tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kesejahteraan atlet. Ia menyebut janji bonus Rp1 miliar sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memajukan olahraga sekaligus menjaga masa depan atlet.

Bonus Perak dan Perunggu Masih Dibahas

Meski bonus emas sudah disampaikan, nominal bonus untuk peraih perak dan perunggu hingga kini masih dalam pembahasan. Namun, nilainya dipastikan berjenjang-dan selisihnya cukup terasa antara emas, perak, serta perunggu.

Advertisement

Advertisement

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button