Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
BoltimDaerah

Bupati Boltim Ungkap APBD 2026 Parah, Sebut Visi Misi Tergantung “Pici-pici”

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, tidak menutupi kondisi keuangan daerah tahun anggaran 2026 yang menurutnya berada pada titik cukup berat. Ia menyebut APBD tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang otomatis berdampak pada ruang gerak program pembangunan.

Pernyataan itu Oskar sampaikan saat menghadiri Program Filantropi Sosial PGE Kotamobagu di Guaan, Kecamatan Mooat, Kamis (23/4) pagi. Di hadapan peserta kegiatan, ia menegaskan keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas.

Advertisement

“Ada beberapa hal juga yang perlu kami sampaikan sehubungan dengan program kegiatan di tahun 2026. Secara jujur bahwa skema APBD kita hanya pada angka 452 miliar. Secara nasional Dipa kabupaten kota berkurang dan seluruh program kegiatan fisik tidak ada. DAK belum keluar sampai sekarang, dan inilah tantangan masyarakat Bolaang Mongondow Timur,” kata Oskar.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang gerak keuangan daerah menjadi sangat terbatas. Bahkan, belanja modal yang sebelumnya berada di kisaran ratusan miliar rupiah kini turun cukup tajam.

Advertisement

Meski begitu, Oskar mengatakan Pemda tetap berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Alhamdulillah, dengan kondisi sekarang ini, pemerintah daerah juga berupaya untuk melakukan upaya dibeberapa kementerian lembaga,” ujar Oskar.

Dari upaya tersebut, Oskar menyebut Boltim memperoleh sejumlah alokasi program dari pemerintah pusat, mulai dari bantuan perumahan dan pembangunan infrastruktur.

“Satu Minggu lalu saya hadir di Musrembang provinsi, dan Alhamdulillah Boltim dapat BSPS 452 unit untuk perumahan rakyat,” kata dia.

Advertisement

Tak hanya itu, Boltim juga, kata dia, mendapat alokasi rumah bersubsidi serta dukungan anggaran untuk penanganan infrastruktur dasar.

“Kemudian kita juga dapat alokasi untuk perumahan bersubsidi program Pak Prabowo 3 juta unit rumah, Boltim dapat 500 rumah dan akan dibangun di Tutuyan,” tambah Oskar.

Di sektor infrastruktur, Oskar menyebut pemerintah daerah turut mendapatkan anggaran untuk penanganan longsor di desa Lanut yang bernilai puluhan miliar.

“Kemudian, tahun ini juga untuk jalan Lanjut, untuk pembersihan longsor kita dapat 23 miliar, kontraknya tanggal 16 Maret dan tinggal menunggu proses pelaksanaannya,” ungkapnya.

Sementara di bidang kesehatan, ia juga menyebut adanya alokasi pembangunan fasilitas rumah sakit serta pengadaan alat kesehatan.

Advertisement

“Saya tadi masih ke rumah sakit, RSUD Pratama. Sementara ini pembangunan landscape, pematangan lahan untuk pembangunan rumah sakit 124 miliar dan Alkesnya mendekati 50 miliar sehingga totalnya hampir 180 miliar untuk di bangun tahun ini,” kata Oskar.

Meski ada sejumlah program yang masuk, Oskar tak menutup fakta bahwa kondisi APBD tahun ini menjadi salah satu yang paling berat sejak Boltim berdiri sebagai daerah otonom. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus memprioritaskan penggunaan anggaran, terutama untuk penanganan infrastruktur dasar seperti jalan dan penanganan banjir.

“Walaupun kondisi keuangan daerah yang sangat memprihatikan, selama mekar Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, inilah APBD yang paling parah. Belanja modal kita dalam APBD yang biasa main di 200 miliar, kita cuma 9,7 miliar,” ucapnya.

Ia berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik pada tahun anggaran berikutnya agar program pembangunan dapat berjalan optimal.

“Mudah-mudahan untuk kedepan pemerintah dengan kondisi keuangan daerah ini, di 2027 berharap APBD kita akan normal kembali, maka seluruh program kegiatan akan jalan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Oskar pun meminta masyarakat agar dapat memahami keterbatasan yang pemerintah daerah hadapi saat ini.

“Saya dan Pak Wakil mohon maaf jika visi misi yang kami sampaikan belum sepenuhnya kami jalankan karena kondisi keuangan daerah yang sangat sulit. Siapapun bupatinya kalau tidak ada uang jangan berbicara yang angan-angan terlalu tinggi. Visi misi tergantung pici-pici (dana),” tandasnya. (aah)

Advertisement

Abdul Agus Heydemans

Jurnalis waktu.news yang bertugas sebagai reporter biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Aktif meliput berita pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, dan pembangunan di wilayah Boltim dan sekitarnya. Bergabung dengan waktu.news sejak 2021 dan telah menghasilkan ratusan laporan berita dari wilayah Bolaang Mongondow Timur. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Boltim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button