Chen Meng Ulangi Sejarah di Paris: Pertahankan Emas dengan Mengalahkan Sun Yingsha
Chen Meng, unggulan kedua, telah sukses mempertahankan gelar juara tunggal putri Olimpiade, mengalahkan pemain nomor satu dunia, Sun Yingsha, dalam sebuah pertarungan mendebarkan yang berakhir dengan skor 4-2 (4-11, 11-7, 11-4, 9-11, 11-9, 11-6). Dengan kemenangan ini, Chen Meng masuk ke dalam kelompok elit atlet yang memenangkan medali emas Olimpiade secara berturut-turut di tenis meja, meneladani Deng Yaping dan Zhang Yining. Pertandingan final ini menunjukkan bakat luar biasa dari kedua pemain, dengan Chen dan Sun saling dorong hingga limit mereka. Meski berusaha keras, Sun Yingsha masih belum dapat meraih medali emas.
Dinamika Pertandingan: Dari Awal Kuat Sun Yingsha ke Kemenangan Chen Meng
Sun Yingsha membuka pertandingan dengan kekuatan penuh, merebut game pertama dengan skor 11-4. Kinerja impresifnya memberikan tekanan besar kepada Chen, sang juara bertahan. Namun, dinamika berubah ketika Chen Meng bangkit, mengambil dua game berikutnya dengan skor 11-7 dan 11-4, dan berbalik memimpin dengan 2-1.
Pertarungan kembali menjadi ketat ketika Sun berhasil menyamakan kedudukan di game keempat, menang 11-9. Namun, Chen tidak menyerah, ia kembali mengambil alih dengan memenangkan game kelima 11-9 dan memperkuat keunggulannya menjadi 3-2. Di game penentu, Chen mengamankan kemenangan dengan skor 11-6, menegaskan kedudukannya sebagai pemenang.
Panggung Akbar Pertandingan Medali Emas
Pertandingan ini merupakan ulangan final Tokyo 2020, dengan Chen Meng dan Sun Yingsha kembali bertemu. Dengan Sun mencari Grand Slam pertamanya dan Chen bertekad mempertahankan gelarnya, pertandingan ini menjanjikan drama dan ketegangan.
Hina Hayata dan Shin Yubin dalam Pertarungan Medali Perunggu
Di pertandingan medali perunggu, Hina Hayata dari Jepang berhasil mengamankan medali perunggu setelah mengalahkan Shin Yubin dari Korea dengan skor 4-2 (9-11, 13-11, 12-10, 11-7, 10-12, 11-7). Hayata menunjukkan ketahanan dan determinasi yang luar biasa, pulih dari start yang kurang menguntungkan untuk mengklaim kemenangan. Ini menandai keberhasilan kedua bagi Jepang dalam mendapatkan podium di Olimpiade berturut-turut di cabang ini.
Shin Yubin, yang memulai dengan memenangkan game pertama 11-9, menunjukkan kemampuan comeback yang kuat dengan memenangkan game kelima. Namun, usahanya tidak cukup untuk menggagalkan Hayata, yang berhasil mengamankan game keempat dan enam untuk memastikan kemenangan.
Awal Hari Kedelapan: Pertarungan Medali Perunggu yang Seru
Pertandingan ini membuka hari kedelapan Olimpiade Paris 2024, dengan Hayata dan Shin bersaing dalam sebuah duel yang sangat ditunggu. Hayata, yang lebih tinggi peringkatnya, menunjukkan bentuk permainan yang mengesankan sepanjang turnamen. Shin, yang telah memiliki perjalanan Olimpiade yang luar biasa, termasuk kemenangan medali perunggu di ganda campuran, mencari untuk menambah koleksi medali dengan perunggu di tunggal putri. Kedua atlet ini telah bertemu sebelumnya dengan Hayata selalu keluar sebagai pemenang, namun setiap pertemuan selalu penuh dengan ketegangan dan persaingan.
- Semifinal Tunggal Putri SUN Yingsha vs Hina HAYATA, Kejuaraan Tenis Meja Dunia ITTF Durban 2023
- Chen Meng Berjaya di Saudi Smash 2024: Ratu di Ring Tenis Meja!
- Final Tunggal Putri Champions Macao 2023 Diraih Oleh WANG Manyu
- Final Tunggal Putri Piala Dunia Xinxiang WTT 2022, Sun Yingsha VS Chen Meng