Berita Kotamobagu

Dianggap Lalai, Ini Penjelasan Kapolres Kotamobagu Irham Halid

Kotamobagu, WAKTU.news – Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham Halid SIK mengaku tidak melihat persis detik-detik terjadinya peristiwa yang menimpa mantan Bupati Bolaang Mongondow, Sehan Salim Landjar.

Pasalnya, menurut Irham Halid, peristiwa dimana hidung Sehan Landjar mengalami luka serius akibat gigitan AJ alias AK alias Alken itu terjadi, tepat disaat dirinya sedang keluar memanggil anggotanya yang baru saja tiba di lokasi kejadian.

Alasannya, Irham Halid sendiri merasa telah kewalahan mengatasi situasi diantara keduanya, sehingga ia pun membutuhkan bantuan guna mencegah terjadinya tindak kekerasan.

“Pada saat saya keluar teriak panggil Resmob masuk, saya dengar suara teriakan Eyang. Duh, saya langsung balik dan ngamuk, kejadiannya cepat sekali,” jelas Irham Halid, dikutip dari waktu.news, Kamis (30/12/2021).

Iram Halid juga membantah dirinya dinilai seolah-olah lalai mencegah potensi terjadinya dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut, karena dirinya sudah melakukan segala daya upaya kendati kondisi fisiknya sedang tidak stabil.

“Kalau saya biarkan, tidak mungkin saya ngamuk teriak-teriak menyuruh dia diam. Dua kali saya kasih pisah kan, tapi tidak bisa kepisah. Saya sudah kewalahan, makanya saya tunggu Resmob datang,” terangnya.

Sayangnya kata Irham Halid, peristiwa tersebut terjadi dengan begitu cepat sampai dirinya sendiri pun kaget dan langsung bergegas balik. Mendapati Sehan Landjar telah mengeluarkan darah, Irham langsung memerintahkan anggotanya segera mengamankan AJ alias AK saat itu juga.

Berita Sebelumnya: Hidung Mantan Bupati Boltim Digigit Seorang Pengusaha Tambang Emas

Mengenai penyidikan kasus tersebut dianggap hanya dilakukan di Polsek, menurut Irham Halid, karena tempat kejadian perkara yang berada di Kelurahan Tumubui merupakan wilayah hukum kepolisian sektor Mongkonai.

Selain itu, Kapolsek Mongkonai sendiri juga sudah dua kali pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim, sehingga pihaknya meyakini proses penanganan perkara bisa cepat.

Sebenarnya Irham Halid sendiri tidak ingin ikut didalam urusan yang bukan merupakan kewenangannya. Tapi karena terus dihubungi oleh Sehan Landjar dengan alasan keselamatan, maka ia pun langsung mendatangi TKP.

“Karena berapa hari tubuh saya meriang-mering karena ngurusin masalah Tanoyan, makanya saya bilang saya istirahat dulu pak,” kata Irham Halid.

Ketika tiba di TKP, Irham Halid mengatakan tangan AK sedang di jahit, tetapi kondisi Sehan Landjar dalam keadaan baik.

“Sambil menunggu Resmob datang saya sampaikan selesaikan baik-baik, ini kan masalah hutang piutang saya tidak ingin ikut campur. Perdata, kalau dia mau bawah ke pengadilan saya katakan monggo, mau selesaikan baik-baik, silahkan. Nah begitu ada penganiayaan, pidana, saya proses. Langsung kami tahan,” terangnya. (Red)

Redaksi Waktu

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button