
Insiden dugaan pelemparan kendaraan dan lontaran kata-kata kotor terhadap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu saat menangani kebakaran di Dusun III Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menuai perhatian publik. Peristiwa yang terjadi awal Januari itu bahkan berkembang luas di media sosial, memunculkan beragam reaksi dan pertanyaan soal keamanan petugas di lapangan.
Di tengah sorotan tersebut, Pemerintah Kecamatan Modayag bersama Pemerintah Desa Modayag akhirnya mendatangi Kantor Satpol PP dan Damkar Kota Kotamobagu. Langkah ini merupakan upaya meredam polemik sekaligus memperjelas informasi yang telanjur liar di ruang publik.
Camat Modayag, Reinnold Rakinaung, mengatakan bahwa kedatangannya bersama jajaran pemerintah desa bukan sekadar formalitas. Menurutnya, hal itu adalah bentuk tanggung jawab moral atas insiden yang mencoreng kerja kemanusiaan dan nama baik wilayahnya.
“Ya, tadi saya datang berkoordinasi, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi,” ujar Reinnold saat dihubungi wartawan, Rabu (7/1/2026) sore.
Menurut Reinnold, kebakaran di Dusun III Desa Modayag sendiri terjadi pada 2 Januari 2026, masih dalam suasana libur Natal dan Tahun Baru. Momentum ini, menurut kata dia, menjadi salah satu faktor yang membuka kemungkinan hadirnya orang-orang dari luar wilayah.
Reinnold juga mengaku telah meminta penjelasan langsung kepada Sangadi (kepala desa). Dari hasil klarifikasi tersebut, tidak ada warga setempat yang dikenali sebagai pelaku pelemparan atau penghambat tugas petugas Damkar.
“Saya sudah tanya ke Sangadi. Dia juga tidak kenal orang-orang itu. Warga di sekitar lokasi tidak ada yang menghalangi petugas seperti yang berkembang saat ini,” katanya.
Meski begitu, Reinnold tidak menutup mata terhadap fakta bahwa insiden tersebut tetap terjadi dan telah menimbulkan keresahan, terutama di kalangan petugas pemadam yang datang membantu dari wilayah lain. Ia menduga, tindakan tersebut besar kemungkinan dilakukan oleh oknum dari luar Modayag yang datang dalam suasana hari raya.
“Ini kan situasi hari raya. Bisa jadi orang dari luar datang ke Modayag, lalu sudah ada ‘muatan’, dan itu yang memicu masalah,” ujarnya.
Namun, di tengah berbagai kemungkinan tersebut, Reinnold mengatakan pihaknya tetap memilih mengambil sikap terbuka. Ia menegaskan permohonan maaf disampaikan tanpa syarat.
“Kalau itu masyarakat saya, saya minta maaf. Dan kalau bukan masyarakat saya, saya juga tetap minta maaf,” tegasnya.
Lebih jauh, Camat Modayag memastikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Boltim dan Pemerintah Kota Kotamobagu tetap berjalan, termasuk dalam penanganan kebakaran lintas wilayah.
Meski demikian, insiden ini, kata dia, menjadi peringatan serius. Menurut Reinnold, ke depan, pengamanan petugas Damkar saat bertugas di wilayah Boltim akan diperketat. Sangadi, camat, hingga perangkat desa akan turun langsung mengawal di lapangan, bukan sekadar menunggu laporan.
“Kalau nanti ada kejadian kebakaran lagi dan meminta bantuan ke Pemkot, yang berada di depan untuk pengamanan adalah Sangadi, camat, dan perangkat desa,” jelas Reinnold.
Instruksi tersebut, kata dia, merupakan perintah langsung dari Bupati Boltim, dan berlaku untuk seluruh kecamatan, bukan hanya Modayag.
“Ini bukan hanya untuk Modayag. Semua camat dapat perintah langsung untuk menyampaikan ke Sangadi agar mengawal Damkar saat melaksanakan tugas,” pungkasnya. (aah)
- Skor Segini! Al Ittihad Siap Melempar 2,4 Triliun Demi Salah – Bintang Kelas Satu yang Layak?
- Bupati Boltim Tinjau Lokasi Kebakaran di Modayag
- Lebih dari 850.000 Jemaah haji 2024 Selesaikan Tawaf Al-Ifadah, Ibadah Berjalan Lancar