Gubernur YSK Lantik 12 Pejabat Eselon II, Gerbong Mutasi Pemprov Sulut Resmi Bergerak

Penyegaran birokrasi berbasis kinerja diharapkan mempercepat layanan publik dan program strategis Sulawesi Utara

Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya bergerak. Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) melantik 12 Pegawai Negeri Sipil ke Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) pada Senin (9/2/2026) di Manado. Langkah ini menandai fase baru penataan organisasi Pemprov Sulut.

Pelantikan berlangsung berdasarkan Keputusan Gubernur Sulut Nomor 800.1.3.3/BKD/SK/4/2026. Pemerintah mengambil kebijakan tersebut setelah melewati rangkaian panjang, mulai dari rekomendasi Badan Kepegawaian Negara, uji kompetensi, evaluasi kinerja, hingga seleksi terbuka yang diklaim transparan.

Gubernur menegaskan, pemerintah membutuhkan tim birokrasi yang bergerak cepat. Ia meminta para pejabat baru langsung bekerja, memperkuat koordinasi, dan memotong rantai pelayanan yang berbelit.

Penyegaran Birokrasi Berbasis Kinerja

Pemprov Sulut menempatkan mutasi ini sebagai strategi penyegaran. Pemerintah ingin menghadirkan birokrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penempatan pejabat dilakukan sesuai kompetensi dan rekam jejak.

“Setiap posisi menuntut tanggung jawab besar. Kami tidak mencari pejabat yang hanya duduk di belakang meja, tetapi pemimpin yang turun menyelesaikan masalah,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

Kebijakan ini menyasar percepatan program ekonomi, penguatan layanan sosial, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel. Pemprov berharap formasi baru mampu mendorong serapan anggaran dan kualitas proyek pembangunan.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Pemerintah mengumumkan nama-nama yang menerima amanah baru. Mereka menempati posisi strategis di berbagai perangkat daerah:

Mereka mengucapkan sumpah jabatan dan menandatangani pakta integritas di hadapan Gubernur.

Tantangan Menanti Pejabat Baru

Publik menaruh harapan besar. Masyarakat menunggu perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama di papan kantor. Gubernur mengingatkan, jabatan adalah amanah, bukan ruang mencari kenyamanan.

Para pejabat diminta membuka diri terhadap kritik, mempercepat pelayanan, dan menjaga integritas. “Kepercayaan rakyat menjadi ukuran utama. Bekerjalah dengan hati,” pesan YSK.

Pelantikan ini menjadi titik awal. Keberhasilan mereka akan terlihat dari kualitas program, disiplin birokrasi, dan manfaat langsung bagi warga Sulawesi Utara.

Exit mobile version