aviator.com.az
bretagne-triathlon.com
bsl.community
entriforccm.eu
kidstravel2.com
minnaz.ru
nayora.org
sentrad.org
watchalfavit.ru

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahSulteng

Indeks Literasi Masyarakat Sulawesi Tengah 2025 Capai 30,0400 – Kota Palu Tertinggi, Kabupaten Banggai Terendah

Sigi Pimpin Literasi di Antara Seluruh Kabupaten - Dimensi Kinerja Sulteng 0,3010 Ungguli Dimensi Kepatuhan 0,2980

Advertisement

Palu, 29 Maret 2026 | Indeks Literasi Masyarakat Sulawesi Tengah 2025 atau IPLM Provinsi Sulteng mencatat angka 30,0400 – dengan rata-rata dimensi kepatuhan 0,2980 dan dimensi kinerja 0,3010. Data resmi Perpustakaan Nasional melalui Kompilasi Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 2025 mengungkap kesenjangan literasi yang cukup lebar antar wilayah – dari Kota Palu yang memimpin dengan 30,5400 hingga Kabupaten Banggai yang mencatat angka terendah hanya 1,8300.

Kota Palu memimpin indeks literasi masyarakat Sulawesi Tengah 2025 dengan IPLM 30,5400 – melampaui rata-rata provinsi yang berada di 30,0400. Dimensi kepatuhan Kota Palu mencatat 0,2360 sementara dimensi kinerjanya lebih tinggi di 0,3350.

Advertisement

Keunggulan Kota Palu dalam literasi masyarakat mencerminkan ketersediaan infrastruktur perpustakaan yang lebih baik, aksesibilitas layanan perpustakaan yang lebih mudah, serta tingkat pendidikan masyarakat perkotaan yang mendukung budaya baca yang lebih kuat dibanding wilayah kabupaten.

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Palu memiliki keuntungan berupa konsentrasi lembaga pendidikan, perpustakaan daerah, dan sumber daya literasi yang tidak dimiliki secara merata oleh kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

Di tingkat kabupaten, Kabupaten Sigi tampil sebagai pemimpin literasi masyarakat dengan IPLM 22,8400 – angka tertinggi di antara seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah sekaligus yang paling mendekati rata-rata provinsi.

Advertisement

Dimensi kinerja Sigi mencatat 0,2830 – tertinggi di antara seluruh kabupaten – sementara dimensi kepatuhannya berada di 0,1710. Capaian ini menunjukkan bahwa layanan perpustakaan di Kabupaten Sigi beroperasi dengan tingkat kinerja yang relatif baik dibanding kabupaten-kabupaten tetangganya.

Kedekatan geografis Sigi dengan Kota Palu kemungkinan turut berkontribusi pada transfer nilai-nilai literasi dan akses terhadap sumber bacaan yang lebih beragam.

Kabupaten Banggai Kepulauan menempati posisi kedua tertinggi di antara kabupaten dengan IPLM 19,7700 – dimensi kepatuhan 0,1660 dan dimensi kinerja 0,2110.

Capaian Banggai Kepulauan yang relatif baik sebagai wilayah kepulauan cukup mengejutkan – mengingat tantangan geografis yang biasanya mempersulit distribusi layanan perpustakaan dan akses sumber bacaan di wilayah yang terpisah oleh lautan.

Advertisement

Kabupaten Tojo Una-Una mencatat IPLM 8,6800 – dengan dimensi kepatuhan tertinggi kedua di antara seluruh kabupaten yakni 0,2490 dan dimensi kinerja 0,2170. Tingginya dimensi kepatuhan menunjukkan bahwa standar pengelolaan perpustakaan di kabupaten ini cukup terpenuhi meski dari sisi total indeks masih tergolong menengah.

Kabupaten Buol mencatat IPLM 14,4800 dengan dimensi kepatuhan 0,1440 dan dimensi kinerja 0,1450 – menempatkannya di posisi ketiga tertinggi di antara seluruh kabupaten.

Di ujung bawah spektrum IPLM Sulawesi Tengah 2025, Kabupaten Banggai mencatat angka terendah dengan hanya 1,8300 – dimensi kepatuhan 0,1310 dan dimensi kinerja 0,1670. Angka ini jauh di bawah rata-rata provinsi dan mencerminkan kondisi layanan literasi masyarakat yang masih sangat perlu ditingkatkan.

Kabupaten Morowali Utara menyusul sebagai wilayah dengan IPLM terendah kedua, mencatat 1,8000 – dimensi kepatuhan 0,0890 dan dimensi kinerja 0,0920. Kedua angka dimensi ini adalah yang paling rendah di antara seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah – menunjukkan bahwa baik standar pengelolaan maupun kinerja layanan perpustakaan di Morowali Utara masih sangat membutuhkan perhatian dan intervensi serius.

Kabupaten Morowali juga mencatat IPLM rendah di angka 7,4900 – dengan dimensi kepatuhan 0,1230 dan dimensi kinerja paling rendah kedua di 0,1060.

Berikut data lengkap Indeks Literasi Masyarakat Sulawesi Tengah 2025 per wilayah:

Advertisement
  • Banggai Kepulauan: IPLM 19,7700, kepatuhan 0,1660, kinerja 0,2110.
  • Banggai: IPLM 1,8300, kepatuhan 0,1310, kinerja 0,1670.
  • Morowali: IPLM 7,4900, kepatuhan 0,1230, kinerja 0,1060.
  • Poso: IPLM 6,2100, kepatuhan 0,1040, kinerja 0,1470.
  • Donggala: IPLM 5,8200, kepatuhan 0,1370, kinerja 0,1530.
  • Tolitoli: IPLM 2,2200, kepatuhan 0,2440, kinerja 0,2450.
  • Buol: IPLM 14,4800, kepatuhan 0,1440, kinerja 0,1450.
  • Parigi Moutong: IPLM 2,7100, kepatuhan 0,1480, kinerja 0,1820.
  • Tojo Una-Una: IPLM 8,6800, kepatuhan 0,2490, kinerja 0,2170.
  • Sigi: IPLM 22,8400, kepatuhan 0,1710, kinerja 0,2830.
  • Banggai Laut: IPLM 4,3400, kepatuhan 0,0550, kinerja 0,0600.
  • Morowali Utara: IPLM 1,8000, kepatuhan 0,0890, kinerja 0,0920.
  • Kota Palu: IPLM 30,5400, kepatuhan 0,2360, kinerja 0,3350.

Total Provinsi Sulawesi Tengah: IPLM 30,0400, kepatuhan 0,2980, kinerja 0,3010.

Satu temuan menarik dari data literasi Sulawesi Tengah 2025 adalah bahwa dimensi kinerja provinsi (0,3010) lebih tinggi dibanding dimensi kepatuhan (0,2980). Artinya, secara praktis pelaksanaan layanan perpustakaan di lapangan sedikit lebih baik dibanding pemenuhan standar baku yang ditetapkan.

Pola serupa terlihat di beberapa kabupaten – termasuk Sigi, Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong – di mana dimensi kinerja melampaui dimensi kepatuhan. Ini bisa dimaknai bahwa petugas perpustakaan di lapangan bekerja melebihi standar minimum yang ditetapkan, meski belum semua prosedur formal terpenuhi sepenuhnya.

Penting untuk dicatat bahwa berdasarkan keterangan resmi Perpustakaan Nasional, pengukuran IPLM hanya dilakukan di provinsi yang urusan perpustakaannya ditangani oleh kelembagaan setingkat dinas. Kondisi ini memengaruhi cakupan dan komparabilitas data antar wilayah.

Beberapa kabupaten dengan IPLM sangat rendah seperti Banggai (1,8300) dan Morowali Utara (1,8000) kemungkinan belum memiliki kelembagaan perpustakaan yang setara dengan kabupaten lain – faktor struktural yang turut menekan angka indeks mereka.

Indeks Literasi Masyarakat Sulawesi Tengah 2025 menyimpan kesenjangan yang sangat lebar. Selisih antara IPLM tertinggi – Kota Palu di 30,5400 – dengan terendah – Morowali Utara di 1,8000 – mencapai hampir 17 kali lipat. Kesenjangan sebesar ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari ketimpangan akses terhadap layanan literasi dan budaya baca di Sulawesi Tengah.

Perpustakaan Nasional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi, serta seluruh pemerintah kabupaten/kota perlu bersinergi lebih kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur literasi – terutama di wilayah-wilayah yang masih jauh tertinggal. Investasi pada literasi masyarakat bukan sekadar soal membaca buku, melainkan fondasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Sulawesi Tengah.

Advertisement
Sumber
Perpustakaan Nasional, Kompilasi Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat

Yuni Supit

Ibu Rumah Tangga yang hoby Travel dan Memasak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button