aviator.com.az
bretagne-triathlon.com
bsl.community
entriforccm.eu
kidstravel2.com
minnaz.ru
nayora.org
sentrad.org
watchalfavit.ru

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahSulteng

Jemaah Haji Sulawesi Tengah 2025 Turun Jadi 1.972 Orang – Tolitoli Terbanyak di Kabupaten, Palu Dominasi Keseluruhan

Data Kemenag: Tiga Tahun Berturut-turut Keberangkatan Haji Sulteng Terus Menyusut dari 2.080 di 2023

Advertisement

Palu, 29 Maret 2026 – Jemaah haji Sulawesi Tengah 2025 yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah mencatat angka 1.972 orang – turun dari 2.055 orang pada 2024 dan 2.080 orang pada 2023. Tren penurunan tiga tahun berturut-turut ini mencerminkan dinamika kuota haji nasional yang berdampak langsung pada alokasi setiap daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Perjalanan keberangkatan haji Sulteng dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan tren yang perlu dicermati. Pada 2023, Sulawesi Tengah memberangkatkan 2.080 jemaah – angka tertinggi dalam periode ini. Setahun kemudian, jumlahnya menyusut ke 2.055 jemaah pada 2024.

Advertisement

Penurunan berlanjut pada 2025 dengan total 1.972 jemaah yang bertolak menuju Tanah Suci – berkurang 108 orang dibanding 2023 atau turun sekitar 5,2 persen dalam tiga tahun.

Penurunan ini sejalan dengan kebijakan kuota haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi dan dikelola Kementerian Agama RI secara nasional – di mana setiap provinsi menerima alokasi yang menyesuaikan kuota yang tersedia.

Kota Palu mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan jumlah jemaah haji terbanyak di Sulawesi Tengah selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2025, Kota Palu memberangkatkan 596 jemaah – hampir sama dengan 599 jemaah pada 2024 dan 588 jemaah pada 2023.

Advertisement

Konsistensi Kota Palu sebagai pengirim jemaah terbesar mencerminkan besarnya populasi Muslim perkotaan yang telah memenuhi syarat finansial dan kesehatan untuk menunaikan ibadah haji – sekaligus menggambarkan panjangnya antrean calon haji di ibu kota provinsi ini.

Angka 596 jemaah dari Kota Palu pada 2025 setara dengan 30,2 persen dari total seluruh jemaah haji Sulawesi Tengah – hampir sepertiga dari keseluruhan kuota provinsi.

Di tingkat kabupaten, Kabupaten Tolitoli tampil sebagai pengirim jemaah haji terbanyak dengan 326 orang pada 2025 – meski turun dari 341 orang pada 2023 dan 241 orang pada 2024. Angka 2025 bahkan lebih tinggi dari 2024, menunjukkan adanya pemulihan alokasi kuota di kabupaten ini.

Posisi Tolitoli sebagai kabupaten dengan jemaah haji terbanyak mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima, sekaligus menunjukkan kemampuan ekonomi warga yang terus membaik di kabupaten pesisir barat Sulteng ini.

Advertisement

Kabupaten Parigi Moutong mencatat kenaikan tajam dalam pengiriman jemaah haji – dari 116 pada 2023 dan 120 pada 2024, melonjak menjadi 197 jemaah pada 2025. Kenaikan sebesar 64,2 persen dibanding 2023 menjadikan Parigi Moutong sebagai kabupaten dengan pertumbuhan jemaah haji tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kabupaten Donggala mengirimkan 155 jemaah pada 2025 – turun dari 206 pada 2023 namun naik dari 190 pada 2024. Kabupaten Poso memberangkatkan 131 jemaah, naik dari 122 pada 2023 dan 183 pada 2024.

Kabupaten Banggai yang pada 2023 mengirim 225 jemaah dan 2024 sebanyak 263 jemaah, mengalami penurunan signifikan pada 2025 menjadi hanya 152 jemaah – penurunan terbesar secara absolut di antara semua kabupaten.

Di ujung bawah, Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Tojo Una-Una mencatat jumlah jemaah haji paling sedikit di antara seluruh kabupaten. Morowali Utara mengirimkan 55 jemaah pada 2025 – naik dari 27 pada 2023 dan 45 pada 2024.

Kabupaten Tojo Una-Una hanya memberangkatkan 32 jemaah pada 2025 – turun drastis dari 63 pada 2023 dan 89 pada 2024. Penurunan tajam ini menjadi yang paling signifikan secara persentase di seluruh provinsi.

Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat 25 jemaah pada 2025 – turun dari 36 pada 2023 dan 38 pada 2024, menjadikannya kabupaten dengan jumlah jemaah haji paling sedikit se-Sulawesi Tengah.

Advertisement

Berikut data lengkap jemaah haji Sulawesi Tengah per kabupaten/kota selama tiga tahun:

  • Banggai Kepulauan: 2023 sebanyak 36, 2024 sebanyak 38, 2025 sebanyak 25.
  • Banggai: 2023 sebanyak 225, 2024 sebanyak 263, 2025 sebanyak 152.
  • Morowali: 2023 sebanyak 120, 2024 sebanyak 80, 2025 sebanyak 94.
  • Poso: 2023 sebanyak 122, 2024 sebanyak 183, 2025 sebanyak 131.
  • Donggala: 2023 sebanyak 206, 2024 sebanyak 190, 2025 sebanyak 155.
  • Tolitoli: 2023 sebanyak 341, 2024 sebanyak 241, 2025 sebanyak 326.
  • Buol: 2023 sebanyak 55, 2024 sebanyak 47, 2025 sebanyak 31.
  • Parigi Moutong: 2023 sebanyak 116, 2024 sebanyak 120, 2025 sebanyak 197.
  • Tojo Una-Una: 2023 sebanyak 63, 2024 sebanyak 89, 2025 sebanyak 32.
  • Sigi: 2023 sebanyak 125, 2024 sebanyak 113, 2025 sebanyak 125.
  • Banggai Laut: 2023 sebanyak 56, 2024 sebanyak 47, 2025 sebanyak 53.
  • Morowali Utara: 2023 sebanyak 27, 2024 sebanyak 45, 2025 sebanyak 55.
  • Kota Palu: 2023 sebanyak 588, 2024 sebanyak 599, 2025 sebanyak 596.

Total Sulawesi Tengah: 2023 sebanyak 2.080, 2024 sebanyak 2.055, 2025 sebanyak 1.972.

Penurunan jemaah haji Sulawesi Tengah 2025 bukan berarti minat masyarakat menurun. Justru sebaliknya – daftar tunggu haji di berbagai kabupaten/kota Sulteng diperkirakan terus memanjang seiring meningkatnya pendaftar setiap tahun.

Keterbatasan kuota yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi menjadi faktor utama yang membatasi jumlah keberangkatan. Calon jemaah di sejumlah kabupaten bahkan harus menunggu belasan hingga puluhan tahun sebelum giliran berangkat tiba.

Data ini menjadi pengingat penting bagi Kementerian Agama dan pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan manajemen antrean haji, memastikan transparansi alokasi kuota, serta memberikan pelayanan terbaik bagi setiap jemaah yang akhirnya mendapat kesempatan menunaikan panggilan Ilahi ke Tanah Suci Mekah.

Advertisement
Sumber
Kementerian Agama RI, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button