aviator.com.az
bretagne-triathlon.com
bsl.community
entriforccm.eu
kidstravel2.com
minnaz.ru
nayora.org
sentrad.org
watchalfavit.ru

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

DaerahGorontalo

Kemiskinan Gorontalo 2025 Turun: Jumlah Warga Miskin Berkurang 15 Ribu Jiwa, Tapi Garis Kemiskinan Justru Naik

BPS Catat Persentase Kemiskinan Provinsi Gorontalo Turun dari 14,57% ke 13,24% — Kota Gorontalo Paling Rendah, Boalemo Tertinggi

Advertisement

Gorontalo, 29 Maret 2026 | Kemiskinan Gorontalo 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo turun dari 177,99 ribu jiwa pada 2024 menjadi 162,74 ribu jiwa pada 2025 – berkurang hampir 15.250 jiwa dalam satu tahun. Persentase kemiskinan pun menyusut dari 14,57% menjadi 13,24%.

Di balik kabar baik itu, ada fakta menarik yang perlu dicermati. Garis kemiskinan Gorontalo justru naik dari Rp473.006 per kapita per bulan pada 2024 menjadi Rp495.576 per kapita per bulan pada 2025 – naik sekitar Rp22.570 atau hampir 4,8 persen.

Advertisement

Kenaikan garis kemiskinan ini mencerminkan meningkatnya biaya kebutuhan hidup minimum. Namun yang menggembirakan, meski standar kemiskinan naik, jumlah warga yang berada di bawah garis tersebut justru berhasil ditekan secara nyata.

Data kemiskinan Gorontalo 2025 per kabupaten/kota memperlihatkan kesenjangan yang cukup mencolok antar wilayah.

Kabupaten Boalemo mencatat persentase kemiskinan tertinggi di provinsi ini, yakni 16,37% pada 2025 – turun dari 17,83% di tahun sebelumnya. Meski membaik, angka ini masih jauh di atas rata-rata provinsi.

Advertisement

Di posisi kedua, Kabupaten Gorontalo Utara mencatat kemiskinan 15,89%, naik tipis dibanding 2024 yang sebesar 16,86% – menunjukkan perbaikan yang masih perlu dipercepat.

Sementara itu, Kota Gorontalo tampil sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan terendah, hanya 5,31% pada 2025, turun dari 5,74% di tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah rata-rata provinsi dan mencerminkan keunggulan akses ekonomi perkotaan.

Berikut gambaran lengkap perbandingan data kemiskinan antarwilayah berdasarkan laporan BPS Gorontalo:

Kabupaten Boalemo mencatat garis kemiskinan naik dari Rp551.189 menjadi Rp560.482 per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin turun dari 31,53 ribu menjadi 29,40 ribu jiwa, dengan persentase turun dari 17,83% menjadi 16,37%.

Advertisement

Kabupaten Gorontalo mencatat garis kemiskinan naik signifikan dari Rp605.743 menjadi Rp635.880. Jumlah penduduk miskin turun dari 61,91 ribu menjadi 56,13 ribu jiwa – penurunan terbesar secara absolut di provinsi ini. Persentase turun dari 16,43% menjadi 14,89%.

Kabupaten Pohuwato mencatat garis kemiskinan naik dari Rp391.236 menjadi Rp427.572 – kenaikan tertinggi secara nominal di antara semua wilayah. Jumlah penduduk miskin turun dari 28,93 ribu menjadi 26,10 ribu jiwa, dengan persentase turun dari 17,11% menjadi 15,24%.

Kabupaten Bone Bolango mencatat garis kemiskinan naik dari Rp531.286 menjadi Rp555.489. Jumlah penduduk miskin turun dari 23,67 ribu menjadi 21,11 ribu jiwa, dengan persentase turun dari 14,80% menjadi 13,16%.

Kabupaten Gorontalo Utara mencatat garis kemiskinan naik dari Rp387.535 menjadi Rp424.573. Jumlah penduduk miskin turun dari 18,99 ribu menjadi 17,90 ribu jiwa, dengan persentase turun dari 16,86% menjadi 15,89%.

Kota Gorontalo mencatat garis kemiskinan tertinggi di provinsi, naik dari Rp723.861 menjadi Rp731.952. Jumlah penduduk miskin turun dari 12,97 ribu menjadi 12,12 ribu jiwa, dengan persentase terendah se-provinsi dari 5,74% menjadi 5,31%.

Dari seluruh wilayah, Kabupaten Gorontalo mencatat penurunan jumlah penduduk miskin terbesar secara absolut – berkurang 5,78 ribu jiwa dari 61,91 ribu menjadi 56,13 ribu. Ini menjadikan kabupaten ini sebagai kontributor terbesar dalam penurunan angka kemiskinan Gorontalo 2025 secara keseluruhan.

Advertisement

Penurunan kemiskinan Gorontalo 2025 ini merupakan sinyal positif dari efektivitas program pengentasan kemiskinan yang berjalan di provinsi ini. Namun tantangan masih terbuka lebar – terutama di wilayah-wilayah dengan persentase kemiskinan di atas 15% seperti Boalemo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara.

Kenaikan garis kemiskinan yang konsisten juga menjadi peringatan bahwa tekanan biaya hidup terus meningkat. Pemerintah daerah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan lebih cepat dari laju kenaikan kebutuhan hidup minimum agar angka penduduk miskin Gorontalo terus menyusut di tahun-tahun mendatang.

Advertisement
Sumber
BPS Provinsi Gorontalo

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button