Kemnaker Beri Reward bagi Perusahaan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Peserta Magang Nasional
Sebanyak 100 ribu peserta MagangHub kini berpeluang peroleh sertifikat BNSP - pemerintah perkuat insentif bagi perusahaan yang aktif dukung pengakuan kompetensi peserta magang.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan reward dan prioritas program bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta Magang Nasional (MagangHub). Kebijakan ini mendorong perusahaan agar aktif mengintegrasikan sertifikasi ke dalam program pemagangan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, integrasi pemagangan dengan sertifikasi kompetensi menjadi strategi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program Magang Nasional kini menaungi sekitar 100 ribu peserta di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga seluruh Indonesia. Pemerintah menjadwalkan 14.952 peserta Batch I menyelesaikan masa magang pada 19 April 2026. Perusahaan yang mendukung sertifikasi peserta akan memperoleh akses prioritas ke berbagai layanan dan program strategis ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan resmi melalui sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Yassierli, Senin (06/04/2026).
Reward Nyata bagi Perusahaan Pendukung Sertifikasi
Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan perusahaan pendukung sertifikasi dalam program pemagangan berikutnya. Perusahaan tersebut juga mendapat akses lebih luas ke berbagai layanan ketenagakerjaan pemerintah. Langkah ini menciptakan ekosistem yang saling memperkuat antara pemerintah, dunia usaha, dan peserta magang.
Darmawansyah menekankan bahwa standar kompetensi yang sesuai kebutuhan industri menjadi kunci manfaat jangka panjang pemagangan. Peserta bersertifikat resmi lebih mudah dikenali dan direkrut oleh industri. Oleh karena itu, pemerintah mendorong perusahaan agar menjadi mitra strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.
“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi bagi peserta magang. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui dunia industri,” kata Darmawansyah.
Sertifikat dan Surat Keterangan sebagai Bekal Kerja
Kemnaker memastikan setiap peserta Magang Nasional menerima dokumen resmi sesuai durasi keikutsertaannya. Peserta yang menuntaskan program selama enam bulan mendapatkan sertifikat magang resmi. Sementara itu, peserta dengan durasi lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan memperoleh surat keterangan partisipasi.
Dokumen resmi ini memperkuat posisi peserta saat melamar kerja atau mengikuti proses rekrutmen. Perusahaan pun lebih mudah menilai kesiapan calon tenaga kerja secara objektif berdasarkan bukti tertulis tersebut. Dengan demikian, pemagangan bertransformasi menjadi investasi nyata dalam karier peserta, bukan sekadar program sementara.
Kemnaker Perluas Jaringan LSP di Berbagai Sektor
Kemnaker berencana memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui penguatan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri di berbagai sektor. Perluasan ini menyasar lebih banyak peserta magang agar memperoleh sertifikat yang diakui secara nasional. Kemnaker menargetkan program ini melahirkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, Yassierli menegaskan bahwa dunia usaha memegang peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Keterlibatan aktif perusahaan memperkuat daya saing industri itu sendiri, bukan hanya menguntungkan peserta. Pemerintah pun berkomitmen memperkuat insentif dan dukungan regulasi agar kolaborasi ini terus berkembang.
Tentang Program MagangHub
MagangHub merupakan program pemagangan nasional yang pemerintah rancang untuk menghubungkan pencari kerja muda dengan dunia industri secara terstruktur. Program ini mengutamakan pengalaman kerja nyata yang tersertifikasi, sehingga peserta mendapatkan pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kemnaker terus memperkuat program ini sebagai tulang punggung pengembangan SDM unggul Indonesia.
- Bolmut Bangkit: Guru dan Siswa Berprestasi Raih Kesempatan Reward dan Beasiswa
- Gubernur YSK Lepas 15 Peserta Magang ke Jepang, Sulut Perluas Akses Kerja Internasional bagi Lulusan SMK
- Menaker Yassierli: Industri Kreatif Jadi Laboratorium Program Magang Nasional MagangHub